• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Batas Usia Dewasa dan Pendidikan Karakter dalam Islam di Indonesia*

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
November 5, 2024
in Komunitas, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – Dalam sebuah diskusi yang digelar di Aula Pusat Dokumentasi Sastra HB Yassin, Taman Ismail Marzuki, para panelis memaparkan pandangan mengenai konsep batas usia dewasa dalam Islam dan tantangan pendidikan di Indonesia. Ustaz H. Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), menyoroti perbedaan definisi kedewasaan dalam pandangan Islam dan aturan pemerintah, serta bagaimana hal ini berdampak pada pembinaan karakter anak dan remaja.

Menurut Ustaz Adian, dalam Islam, seseorang dianggap dewasa (baligh) ketika sudah mencapai tanda-tanda biologis, seperti mimpi basah, yang berarti bahwa tanggung jawab dosa telah sepenuhnya menjadi milik anak tersebut. Namun, peraturan pemerintah menetapkan usia dewasa berdasarkan usia Kartu Tanda Penduduk (KTP), yaitu 17 tahun. Perbedaan ini, menurut Adian, menciptakan masalah, seperti ketidakjelasan batasan tanggung jawab pada remaja yang dianggap belum dewasa secara hukum.

Ustaz Adian juga menyoroti pendidikan di masa pra-kemerdekaan yang dianggap memiliki kualitas tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh sistem pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyah yang didirikan oleh Syekh Ahmad Surkati pada 1911. “Surkati memilih berdakwah di Jawa, bukan kembali ke Mekah, untuk membangun pendidikan karakter Islam yang bisa bersaing dengan sistem kolonial Belanda,” jelasnya.

Surkati, yang terkenal dengan kurikulum modernnya, mengajarkan sejarah peradaban Eropa dalam bahasa Inggris, menciptakan sebuah alternatif pendidikan agama yang berkualitas. Tokoh lainnya, seperti A. Hasan, berpendapat bahwa pendidikan harus membentuk karakter yang kuat dan membangun hubungan dengan ulama untuk membentuk akhlak mulia. Pendidikan karakter seperti ini, lanjut Adian, berperan penting dalam menjaga iman umat Muslim Indonesia yang terus menghadapi tantangan zaman.

Di akhir acara, Ustaz Adian mengungkapkan keprihatinannya terhadap menurunnya minat untuk menjadi guru, padahal peran ini sangat penting dalam pendidikan karakter. “Alhamdulillah, di pesantren kami di Cilodong, Bogor, alumni SMA-nya mampu menjadi pemimpin dan guru beradab, serta aktif dalam kursus singkat pengajaran adab yang kami gelar,” ungkapnya.

Diskusi ini juga menghadirkan tokoh-tokoh lain seperti Prof. Dr. Jefry Alkatiri, dosen Sastra UI; Narudin Pituin, sastrawan; dan moderator Nabil Karim. Acara yang bersamaan dengan peluncuran novel sejarah Tapak Mualim Syekh Ahmad Surkati (1875-1943) karya Ady Amar ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, termasuk Prof. Faisol Nasar, Fuad Baraja, dan Buni Yani.

Sebelumnya, sehari sebelum acara ini, Pusat Dokumentasi Al-Irsyad di Empang, Bogor, juga menggelar acara peluncuran kitab Syekh Ahmad Surkati di Perpustakaan Nasional dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, dengan dukungan Abdullah Abubakar.

Diskusi ini menggugah perhatian publik akan pentingnya pengajaran berbasis karakter dan panduan Islam yang kokoh sebagai landasan pendidikan di Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sejumlah Oknum Polisi Dilaporkan ke Divpropam Polri Karena Terlibat Politik Praktis dalam Pilkada Sulut

Next Post

KPK: Dinikmati Langsung oleh Kaesang, Bukan untuk Orangtuanya Jet Pribadi Bukan Gratifikasi,

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Titian Budaya Nusantara: “Rembulan di Atas Borobudur”
Cross Cultural

Titian Budaya Nusantara: “Rembulan di Atas Borobudur”

December 9, 2025
Jika Gibran Mencoba Kudeta: Skenario Gelap yang Bisa Menghancurkan Jokowi dan Negeri Ini
Feature

Jika Gibran Mencoba Kudeta: Skenario Gelap yang Bisa Menghancurkan Jokowi dan Negeri Ini

December 8, 2025
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?
Layanan Publik

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
Next Post
Dugaan Pelanggaran Etik Nurul Ghufron, Dewas KPK Tak Mau Ungkap Terkait Pemeriksaan Dewas

KPK: Dinikmati Langsung oleh Kaesang, Bukan untuk Orangtuanya Jet Pribadi Bukan Gratifikasi,

Presiden Prabowo Subianto Resmikan Penghapusan Utang Macet UMKM melalui PP Nomor 47 Tahun 2024

Presiden Prabowo Subianto Resmikan Penghapusan Utang Macet UMKM melalui PP Nomor 47 Tahun 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025
LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

December 9, 2025
Titian Budaya Nusantara: “Rembulan di Atas Borobudur”

Titian Budaya Nusantara: “Rembulan di Atas Borobudur”

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...