• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Bau Busuk Kebijakan Jokowi: Masih Terus Terjadi Pengerukan Pasir laut – Bukan Sedimen

Ali Syarief by Ali Syarief
January 24, 2025
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Bau Busuk Kebijakan Jokowi: Masih Terus Terjadi Pengerukan Pasir laut – Bukan Sedimen
Share on FacebookShare on Twitter

Polemik mengenai kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam kembali mencuat, kali ini terkait dengan isu pengerukan pasir laut. Kebijakan Presiden Joko Widodo yang membuka peluang ekspor pasir laut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 menuai kontroversi besar. Terlepas dari argumen pemerintah mengenai potensi manfaat ekonomi, kebijakan ini dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tidak memperhatikan dampak ekologis dan sosial jangka panjang.

Kasus terbaru pengerukan pasir laut di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, menjadi salah satu cermin buruknya tata kelola ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurrofiq, menegaskan bahwa aktivitas pengerukan tanpa izin di wilayah tersebut merupakan tindakan ilegal yang berpotensi merusak ekosistem laut dan menimbulkan kerugian sosial serta ekonomi bagi masyarakat lokal. “Kami akan bertindak tegas untuk memastikan pembangunan dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Hanif dalam keterangannya pada 23 Januari 2025.

Pengerukan Ilegal: Ancaman bagi Ekosistem dan Kehidupan Masyarakat Lokal

Pengerukan pasir laut di Pulau Pari dilaporkan dilakukan tanpa Perizinan Berusaha, Persetujuan Lingkungan, Dokumen Lingkungan, ataupun Persetujuan Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hal ini melanggar ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dampak dari aktivitas semacam ini tidak dapat diremehkan. Pengambilan pasir laut dalam skala besar dapat merusak habitat biota laut, mengubah struktur dasar laut, dan memengaruhi keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Selain itu, masyarakat Pulau Pari yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perikanan juga menghadapi ancaman hilangnya mata pencaharian akibat kerusakan lingkungan.

Ketidaktegasan Kebijakan dan Celah Pengawasan

Masalah ini tidak terlepas dari ketidaktegasan pemerintah dalam mengatur dan mengawasi eksploitasi sumber daya alam. Sejak diterbitkannya peraturan mengenai ekspor pasir laut, banyak pihak yang mempertanyakan apakah pemerintah telah mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Ketiadaan pedoman teknis yang jelas dalam pelaksanaannya justru membuka peluang pelanggaran di lapangan.

Di sisi lain, wewenang pengawasan yang berada di tingkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tampaknya belum berjalan maksimal. Minimnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah kerap menjadi penyebab lambatnya penanganan kasus seperti ini. Hanif Faisol Nurrofiq sendiri telah memerintahkan Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup untuk melakukan pengumpulan data dan informasi di lokasi pada 21-23 Januari 2025. Namun, langkah ini terkesan reaktif dan baru dilakukan setelah ada tekanan dari masyarakat.

Reklamasi dan Kepentingan Bisnis: Siapa yang Diuntungkan?

Kasus pengerukan di Pulau Pari diduga terkait dengan proyek reklamasi resor wisata. Jika benar demikian, maka aktivitas ini menunjukkan bagaimana kepentingan bisnis sering kali lebih diutamakan daripada perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Proyek-proyek semacam ini, meskipun dapat mendatangkan keuntungan ekonomi jangka pendek, sering kali meninggalkan dampak jangka panjang yang merugikan.

Menuju Kebijakan yang Berpihak pada Lingkungan

Kasus Pulau Pari seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera meninjau ulang kebijakan terkait eksploitasi sumber daya alam, khususnya pasir laut. Kebijakan yang tidak jelas dan minim pengawasan hanya akan memperparah kerusakan lingkungan dan memperburuk ketimpangan sosial. Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan bahwa setiap aktivitas pembangunan dilakukan sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait lingkungan sangat penting untuk menghindari konflik di kemudian hari. Dengan langkah yang lebih tegas dan terarah, pemerintah dapat mengembalikan kepercayaan publik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Pulau Pari hanyalah salah satu contoh dari banyak kasus serupa yang terjadi di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan serius, kasus-kasus ini akan terus menjadi luka bagi lingkungan dan masyarakat yang terdampak. Pemerintah harus segera bertindak sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Amir Tataloo Terancam Hukuman Mati: Kasus Penistaan Agama yang Mengguncang Iran

Next Post

Menyingkap Tradisi Poliandri di Nepal: Harmoni di Tengah Himalaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Next Post
Menyingkap Tradisi Poliandri di Nepal: Harmoni di Tengah Himalaya

Menyingkap Tradisi Poliandri di Nepal: Harmoni di Tengah Himalaya

Akibat Hutan Dijadikan Kebon, Terjadi Banjir Bandang di Pekalongan

Akibat Hutan Dijadikan Kebon, Terjadi Banjir Bandang di Pekalongan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih
News

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 30, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Rasa penasaran publik itu terjawab sudah. Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang juga sahabat Prabowo Subianto,...

Read more
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

June 24, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

June 30, 2026

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist