• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bayangan Kekuasaan: Membaca Jejak Yakuza di Jepang sebagai Cermin Ormas di Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
May 18, 2025
in Crime, Feature
0
Bayangan Kekuasaan: Membaca Jejak Yakuza di Jepang sebagai Cermin Ormas di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam bayang-bayang sistem demokrasi dan supremasi hukum yang dijunjung tinggi, Jepang menyimpan cerita lain tentang aktor non-negara yang tetap memainkan peran dalam konstelasi kekuasaan: Yakuza. Kelompok ini bukan sekadar organisasi kriminal, tetapi juga produk sejarah, politik, dan ekonomi yang kompleks. Meski kerap diasosiasikan dengan kekerasan dan bisnis ilegal, Yakuza pernah menjadi alat kekuasaan, mitra strategis, sekaligus penjaga stabilitas sosial pada masa-masa krisis. Fenomena ini memberi kita cermin reflektif tentang bagaimana ormas-ormas di Indonesia juga kadang memainkan peran serupa—melampaui garis legalitas dan moralitas demi melayani kepentingan politik.

Yakuza: Organisasi Kriminal dengan Agenda Politik

Tidak seperti banyak organisasi kriminal lain di dunia, Yakuza di Jepang pernah menikmati status “setengah legal”. Mereka memiliki kantor resmi, struktur organisasi yang jelas, bahkan menjalankan kegiatan “sosial” di tengah masyarakat. Tapi kekuatan sejatinya terletak pada kemampuannya menjelma sebagai kekuatan tak resmi yang bisa dipinjam oleh kekuasaan—terutama oleh elite politik konservatif.

Pada era pascaperang, ketika Jepang berada dalam kekacauan, Yakuza menjadi alat ampuh untuk mengendalikan kerusuhan, membungkam kelompok kiri, dan melindungi kepentingan modal. Mereka tidak masuk ke parlemen, tetapi mereka ada di belakang panggung kekuasaan. Sebuah model pengaruh yang bersifat negosiasi diam-diam, bukan hegemoni terbuka.

Indonesia: Ormas dalam Lanskap Kuasa

Kini mari kita menengok ke Indonesia, di mana ormas—baik berbasis agama, budaya, hingga nasionalisme sempit—kadang berfungsi mirip seperti Yakuza: menjadi alat tekanan, pelindung kepentingan elite, bahkan pengontrol opini publik.

Kita melihat bagaimana beberapa ormas dilibatkan dalam politik elektoral, menjaga “keamanan” kampanye, mendemonstrasikan kekuatan jalanan, bahkan menekan oposisi atas nama moralitas atau nasionalisme. Mereka tidak selalu melanggar hukum secara langsung, tetapi seringkali melanggar etika demokrasi dan semangat keberadaban.

Dalam banyak kasus, ormas bukanlah representasi murni aspirasi rakyat, melainkan alat kompromi kuasa yang dipelihara untuk fungsi tertentu: menjaga stabilitas kekuasaan, menciptakan ketakutan sosial, atau menjadi pelindung proyek-proyek yang penuh konflik kepentingan.

Kemiripan dan Perbedaan

Apa yang membuat Yakuza dan ormas tertentu di Indonesia mirip adalah peran mereka sebagai aktor non-negara yang kadang diinstitusikan secara tidak resmi dalam sistem kekuasaan. Mereka bisa menjadi “perpanjangan tangan kotor” dari kekuasaan yang ingin tetap bersih secara formal.

Namun ada perbedaan mencolok:
Yakuza di Jepang kini ditekan habis oleh sistem hukum dan budaya malu masyarakat Jepang. Ada usaha serius dari pemerintah dan swasta untuk memutus hubungan dengan mereka, dan publik Jepang mendukungnya. Sementara di Indonesia, beberapa ormas justru diinstitusionalisasi oleh negara, diberi ruang, bahkan dana, untuk beroperasi. Mereka kerap tampil di panggung publik, bukan dalam bayang-bayang.

Menutup Panggung Bayangan

Kehadiran Yakuza dalam politik Jepang menjadi pelajaran berharga tentang betapa kekuasaan selalu membutuhkan “tangan bayangan” yang bisa bekerja di luar batas hukum dan moral. Tapi pelajaran paling penting adalah bagaimana masyarakat Jepang akhirnya menolak model tersebut, membiarkan hukum dan akal sehat mengambil alih.

Indonesia perlu bercermin. Ormas tidak boleh menjelma menjadi Yakuza versi lokal—bertopeng sosial dan agama, tetapi menjadi alat tekan yang membungkam rakyat, melindungi elite, dan menebar ketakutan.

Demokrasi yang sehat hanya tumbuh ketika kekuasaan tidak dikelilingi oleh para preman berjubah. Baik di Jepang maupun Indonesia, kekuasaan seharusnya berdiri di atas hukum, bukan di atas kesepakatan gelap dengan kekuatan jalanan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Crystal Palace Cetak Sejarah, Juara Piala FA untuk Kali Pertama Dalam 100 Tahun

Next Post

UGM di Gugat Rp1.069 Triliun untuk Sebuah Skripsi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Export Manusia – Apa Untungnya?
Feature

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi
Economy

Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

May 2, 2026
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Next Post
UGM di Gugat Rp1.069 Triliun untuk Sebuah Skripsi

UGM di Gugat Rp1.069 Triliun untuk Sebuah Skripsi

Keminfo Peringatkan Meta, Segera Bersihkan Platform Mereka Dari Aktifitas Judi Slot

Disebut dalam Surat Dakwaan Kasus Judi Online, Projo Minta Framing Jahat Terhadap Budi Arie Dihentikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

May 2, 2026
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist