• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

UGM di Gugat Rp1.069 Triliun untuk Sebuah Skripsi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 18, 2025
in Feature, Law
0
UGM di Gugat Rp1.069 Triliun untuk Sebuah Skripsi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Dalam jagat pendidikan tinggi Indonesia yang sarat prestise dan integritas akademik, Universitas Gadjah Mada (UGM) ibarat mercusuar ilmu yang tak tergoyahkan. Namun kini, institusi kebanggaan republik itu sedang diguncang gelombang gugatan hukum senilai Rp1.069 triliun oleh seorang advokat asal Makassar, Komardin, terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak main-main, gugatan ini menyentuh jantung kredibilitas universitas dan, lebih luas lagi, kredibilitas kepemimpinan nasional.

Komardin, yang sebelumnya juga melayangkan gugatan serupa senilai Rp69 triliun, kini melipatgandakan tekanannya. Ia tidak hanya menyoal legalitas ijazah Jokowi, namun juga menggugat transparansi UGM dalam menyampaikan klarifikasi publik. Gugatan bernomor 106/Pdt.G/2025/PN Smn yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sleman itu mengklasifikasikan UGM telah melakukan perbuatan melawan hukum (PMH), lantaran tidak terbuka dalam mengungkap dokumen-dokumen akademik seperti skripsi, daftar mahasiswa SIPENMARU, dan bukti program KKN sang mantan presiden.

Komardin mengklaim bahwa ketidaktransparanan ini telah menyebabkan kegaduhan sosial, ketegangan politik, dan bahkan berdampak terhadap nilai tukar rupiah. Sebuah klaim yang ambisius—dan bisa dibilang hiperbolik—namun cukup untuk menyalakan api kontroversi baru di tengah masyarakat yang jengah terhadap simbolisme elite.

Pihak UGM, lewat Kepala Biro Hukum dan Organisasi Veri Antoni, menyampaikan sikap hati-hati namun tegas. Veri menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni sah Fakultas Kehutanan angkatan 1980, yang lulus tahun 1985, dan seluruh dokumennya telah diverifikasi. Universitas, katanya, menghormati proses hukum, tetapi juga mengingatkan bahwa beban pembuktian ada di tangan Komardin, baik soal angka kerugian fantastis maupun soal legal standing-nya.

Namun, tak bisa disangkal, gugatan ini membuka kembali luka lama: tudingan konspirasi seputar keabsahan dokumen akademik Jokowi. Salah satu episode yang cukup mencolok adalah klaim Rismon Hasiholan Sianipar, yang mempertanyakan penggunaan font Times New Roman dalam skripsi Jokowi—font yang konon belum populer di era 1980-an. UGM, dengan nada datar namun mantap, membantah tuduhan ini. Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta serta sahabat seangkatan Jokowi, Frono Jiwo, telah menyatakan bahwa skripsi dan ijazah Jokowi asli dan sah secara akademik.

Meski demikian, publik tetap terbelah. Di satu sisi, ada yang melihat gugatan ini sebagai lelucon hukum yang mempermalukan sistem peradilan kita. Namun di sisi lain, tak sedikit pula yang menilai gugatan ini sebagai refleksi frustrasi publik terhadap praktik elite yang kerap dianggap kebal terhadap transparansi dan akuntabilitas. Apalagi di tengah era politik dinasti yang membubung tinggi, segala sesuatu yang menyangkut legitimasi Jokowi selalu mengundang kecurigaan.

Pertanyaan besarnya: Apakah UGM akan tergugah oleh gugatan ini dan membuka ruang klarifikasi lebih luas demi menjawab keraguan publik? Ataukah UGM akan tetap bertahan pada kebanggaannya sebagai institusi yang tak perlu tunduk pada tekanan publik?

Apapun hasil dari sidang perdana yang dijadwalkan pada 22 Mei 2025, satu hal jelas: kita sedang berada di persimpangan antara menegakkan martabat ilmu pengetahuan, atau menyaksikan bagaimana institusi pendidikan digunakan sebagai alat pembenaran kekuasaan. Bila kampus tak mampu menjaga marwahnya dari badai keraguan, maka bukan hanya ijazah yang dipertaruhkan—tapi juga nama baik bangsa yang selama ini dibangun di atas fondasi kepercayaan dan integritas akademik.

Ketika seorang pengacara dengan gugatan triliunan bisa mengguncang ikon pendidikan nasional, kita perlu bertanya: sedalam apa luka kepercayaan publik terhadap negara ini, hingga yang semestinya pasti malah menjadi teka-teki?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bayangan Kekuasaan: Membaca Jejak Yakuza di Jepang sebagai Cermin Ormas di Indonesia

Next Post

Disebut dalam Surat Dakwaan Kasus Judi Online, Projo Minta Framing Jahat Terhadap Budi Arie Dihentikan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Keminfo Peringatkan Meta, Segera Bersihkan Platform Mereka Dari Aktifitas Judi Slot

Disebut dalam Surat Dakwaan Kasus Judi Online, Projo Minta Framing Jahat Terhadap Budi Arie Dihentikan

KFC: Raja yang Terlena di Takhta Ayam Goreng

KFC: Raja yang Terlena di Takhta Ayam Goreng

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist