• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Belajar dari Pilkada Jakarta 2024: Antara Pramono Anung dan Ridwan Kamil – Potret Terbalik Jokowi vs Prabowo

Ali Syarief by Ali Syarief
December 15, 2024
in Feature, Politik
0
Ridwan Kamil Terima Hasil Pilkada Jakarta, Ucapkan Selamat kepada Pramono Anung-Rano Karno
Share on FacebookShare on Twitter

Pilkada Jakarta 2024 mempertemukan dua figur kuat, Pramono Anung dan Ridwan Kamil, yang keduanya memiliki latar belakang pendidikan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu kampus paling bergengsi di Indonesia. Fakta ini menggugah refleksi penting: apakah masyarakat Jakarta bisa merasa tenang bahwa siapapun yang terpilih, tidak akan menjadi risiko bagi keberlanjutan kota?

Salah satu aspek yang ingin kita kupas adalah, misalnya, latar belakang pendidikan. Latar belakang pendidikan dari institusi yang sama memberi keyakinan bahwa keduanya memiliki dasar intelektual yang kokoh dan kemampuan analitis yang tajam. Sebagai alumni ITB, Pramono Anung dan Ridwan Kamil telah melalui sistem pendidikan yang menuntut logika, kreativitas, serta solusi berbasis data. ITB juga dikenal melahirkan pemimpin-pemimpin dengan pemahaman yang baik dalam bidang infrastruktur dan pembangunan, dua aspek vital bagi kemajuan Jakarta.

Jadi siapa-pun, yang menang diantara kedua figure itu, adalah yang terbaik bagi Jakarta.

Mari menengok ke belakang, pada Pilpres Jokowi versus Prabowo. Kala itu, Jokowi dipilih oleh mayoritas rakyat selama dua periode berturut-turut. Harapan besar disematkan kepadanya sebagai figur “rakyat biasa” yang dianggap membawa semangat perubahan. Namun, apa hasilnya? Narasi yang dibangun ternyata jauh dari kenyataan. Di bawah pemerintahannya, Indonesia menghadapi berbagai tantangan berat—mulai dari tata kelola ekonomi yang rapuh, sistem hukum yang carut-marut, hingga isu nepotisme yang kian terang benderang. Pilihan pemimpin yang dianggap penuh harapan itu justru membawa risiko besar bagi masa depan bangsa.

Dari sinilah pelajaran penting muncul: memilih pemimpin bukan hanya soal personalitas atau asal-usul pendidikan, tetapi soal memastikan mereka adalah “the best among the best.”

Pramono Anung dan Ridwan Kamil adalah contoh kasus yang menarik. Pramono, dengan pengalaman panjang di dunia politik, memahami dinamika birokrasi dan strategi pemerintahan. Sementara itu, Ridwan Kamil, dengan rekam jejak suksesnya sebagai Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kreatif dan inovatif. Namun, apa yang membedakan mereka adalah visi mereka untuk Jakarta dan kemampuan nyata untuk mewujudkan visi tersebut.

Sistem yang baik seharusnya memastikan bahwa pilihan yang disuguhkan kepada rakyat adalah kandidat terbaik, bukan sekadar pilihan yang “aman.” Di tengah iklim politik Indonesia yang sering kali penuh intrik dan manipulasi, sistem seleksi kandidat harus berfokus pada kompetensi dan rekam jejak, bukan hanya kepopuleran atau afiliasi politik.

Belajar dari pengalaman Jokowi, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menilai kandidat. Tidak semua figur yang terlihat sederhana atau berpendidikan tinggi otomatis menjadi solusi terbaik. Masyarakat harus bertanya: apa visi mereka? Bagaimana mereka akan mewujudkan visi itu? Dan yang paling penting, apa risiko yang mereka bawa?

Pilkada Jakarta 2024 seharusnya menjadi momentum untuk membangun tradisi demokrasi yang lebih sehat. Dengan kandidat seperti Pramono Anung dan Ridwan Kamil, Jakarta memiliki peluang untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas. Namun, tanggung jawab ada di tangan rakyat untuk memastikan bahwa pilihan yang diambil benar-benar didasarkan pada kapasitas dan visi, bukan sekadar janji manis atau pencitraan semata.

Jakarta tidak membutuhkan pemimpin yang hanya “cukup baik,” melainkan seseorang yang dapat menjadi lokomotif perubahan—pemimpin yang tidak membawa risiko, tetapi membawa harapan yang nyata. Semoga pengalaman pahit dari masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Korea Selatan di Tengah Gejolak Pasca Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol

Next Post

Problematika Pilkada dalam Konstitusi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Next Post

Problematika Pilkada dalam Konstitusi

Apa Kata Fadli Zon Tentang Peluang Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Menteri Kebudayaan Silaturahmi dengan Majelis Musyawarah Sunda

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist