• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

fusilat by fusilat
July 17, 2026
in Feature, Sejarah
0
Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Novita Sari Yahya

Mempelajari sejarah bangsa-bangsa di dunia bukan sekadar mengenal masa lalu, melainkan memahami identitas, jati diri, serta proses lahir dan berkembangnya sebuah peradaban. Sejarah mengajarkan bagaimana suatu bangsa meraih kejayaan, menghadapi krisis, bangkit dari kemunduran, dan membangun masa depannya. Dari perjalanan sejarah pula kita memahami bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibangun melalui ilmu pengetahuan, organisasi yang kuat, kepemimpinan yang visioner, persatuan masyarakat, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Bangsa Anglo-Saxon dan Viking merupakan dua contoh peradaban yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan dunia. Bangsa Anglo-Saxon meletakkan fondasi penting bagi sistem hukum, pemerintahan, dan perkembangan bahasa Inggris yang kemudian menjadi salah satu bahasa internasional. Di sisi lain, bangsa Viking tidak hanya dikenal sebagai pelaut dan prajurit tangguh, tetapi juga sebagai penjelajah, pedagang, serta pembangun jaringan perdagangan yang menghubungkan Eropa, Asia, hingga kawasan Atlantik Utara. Keberhasilan mereka bukan semata-mata ditentukan oleh kekuatan militer, melainkan juga oleh kemampuan membangun sistem sosial, hukum, budaya, teknologi pelayaran, dan organisasi yang efektif.

Indonesia juga memiliki warisan sejarah yang tidak kalah membanggakan. Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara sekaligus pusat pembelajaran agama Buddha yang disegani oleh para cendekiawan dari berbagai kawasan Asia. Sementara itu, Majapahit berhasil membangun jaringan politik, diplomasi, dan perdagangan yang menjangkau sebagian besar Nusantara. Kejayaan kedua kerajaan tersebut menunjukkan bahwa bangsa di kepulauan Indonesia pernah memainkan peran penting dalam percaturan ekonomi dan politik regional.

Namun, sejarah juga memberikan pelajaran bahwa tidak ada kejayaan yang berlangsung selamanya. Kemunduran kerajaan-kerajaan besar umumnya dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, seperti konflik internal, perebutan kekuasaan, melemahnya kepemimpinan, perubahan jalur perdagangan internasional, hingga pudarnya persatuan politik. Pelajaran ini tetap relevan bagi bangsa mana pun, termasuk Indonesia pada masa kini.

Keberhasilan VOC dan kemudian pemerintah kolonial Belanda menguasai sebagian besar Nusantara selama berabad-abad bukan semata-mata disebabkan oleh jumlah penduduk atau kekuatan militernya. Dominasi tersebut lahir dari keunggulan dalam organisasi, teknologi pelayaran, sistem administrasi, kekuatan ekonomi, jaringan perdagangan global, serta strategi politik yang cermat, termasuk memanfaatkan persaingan antarkerajaan melalui politik divide et impera (politik pecah belah). Pengalaman sejarah tersebut menunjukkan bahwa perpecahan internal sering kali menjadi pintu masuk bagi dominasi kekuatan asing.

Dalam konteks itu, Sumpah Palapa yang diikrarkan Mahapatih Gajah Mada memiliki makna historis yang sangat penting. Terlepas dari berbagai penafsiran mengenai cakupan dan realisasinya, sumpah tersebut dipandang sebagai simbol tekad untuk mewujudkan persatuan politik di Nusantara. Dalam perjalanan sejarah Indonesia modern, semangat Sumpah Palapa kemudian banyak dipahami sebagai salah satu inspirasi yang memperkuat kesadaran akan pentingnya persatuan nasional dalam menjaga kedaulatan negara.

Apabila Indonesia ingin menjadi bangsa yang semakin maju, bermartabat, dan dihormati dalam pergaulan dunia, maka investasi terbesar yang harus dibangun adalah kualitas sumber daya manusianya. Membaca, menulis, mempelajari sejarah, mengembangkan ilmu pengetahuan, melahirkan inovasi, serta menghasilkan karya-karya yang bermanfaat merupakan fondasi utama pembangunan peradaban. Semua itu memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar mengejar popularitas sesaat atau kepentingan jangka pendek.

Bangsa yang besar tidak dibangun oleh masyarakat yang mengabaikan ilmu pengetahuan atau kehilangan rasa hormat terhadap sejarahnya sendiri. Sebaliknya, bangsa yang maju lahir dari warga negara yang berkarakter, berbudaya, disiplin, berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsanya. Dengan memahami sejarah dunia dan sejarah bangsanya sendiri secara jujur dan objektif, masyarakat Indonesia dapat membangun identitas nasional yang semakin kokoh, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepercayaan diri sebagai bangsa yang memiliki kapasitas untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya.

Sejarah pada akhirnya bukan sekadar catatan tentang masa lalu. Sejarah adalah cermin untuk memahami masa kini, sekaligus kompas yang menuntun arah perjalanan menuju Indonesia yang lebih maju, bermartabat, dan terhormat.

Daftar Referensi

Boxer, C. R. (1965). The Dutch Seaborne Empire 1600–1800. Hutchinson.

Brandes, J. L. A. (1897). Pararaton (Ken Arok) of het Boek der Koningen van Tumapel en van Majapahit. Albrecht & Co.

Brink, S., & Price, N. (Eds.). (2008). The Viking World. Routledge.

Coedès, G. (1968). The Indianized States of Southeast Asia. University of Hawai’i Press.

Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200 (4th ed.). Palgrave Macmillan.

Soekmono, R. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Kanisius.

Stenton, F. M. (1971). Anglo-Saxon England (3rd ed.). Oxford University Press.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

fusilat

fusilat

Related Posts

Kepo Jokowi di Pilkada 2024
Feature

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

July 17, 2026
Feature

Air Makhluk Allah yang Taat untuk Rahmat dan Azab

July 17, 2026
Feature

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

July 17, 2026
Kepo Jokowi di Pilkada 2024

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

July 17, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Naga Raksasa Vs 9 Naga Kecil: Febrie Adriansyah Lolos?

July 17, 2026

Air Makhluk Allah yang Taat untuk Rahmat dan Azab

July 17, 2026
Pengadilan Singapura Hukum Bloomberg Bayar Ganti Rugi, IFJ Nilai Putusan Ancam Kebebasan Pers

Pengadilan Singapura Hukum Bloomberg Bayar Ganti Rugi, IFJ Nilai Putusan Ancam Kebebasan Pers

July 17, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

July 17, 2026
Kepo Jokowi di Pilkada 2024

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

July 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist