• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 17, 2026
in Feature, Politik
0
Kepo Jokowi di Pilkada 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Target Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadi tiga besar pada Pemilu 2029 bukanlah sekadar slogan politik. Dalam dunia politik, setiap pernyataan mengenai target kemenangan sesungguhnya adalah deklarasi perang elektoral. Ketika sebuah partai menyatakan ingin menjadi tiga besar, makna yang tersirat adalah sederhana: ada partai-partai besar yang harus disingkirkan dari posisinya.

Karena itu, secara logika politik, pernyataan tersebut seharusnya dibaca sebagai ancaman langsung bagi seluruh partai yang selama ini menikmati posisi dominan. Tidak mungkin sebuah partai masuk tiga besar tanpa menggeser partai lain. Kursi di puncak bukan bertambah, melainkan diperebutkan.

Lalu muncul pertanyaan menarik: mengapa respons partai-partai lain justru relatif tenang? Mengapa hampir tidak terdengar bantahan, kritik, atau bahkan sindiran terhadap ambisi PSI tersebut?

Ada beberapa kemungkinan.

Pertama, mereka menganggap target itu belum realistis. Dalam perspektif ini, PSI masih dinilai belum memiliki infrastruktur politik yang cukup kuat. Basis kader, jaringan hingga tingkat desa, pengalaman mengelola mesin pemilu, dan perolehan suara nasional masih jauh dibandingkan dengan partai-partai mapan. Karena itu, target tiga besar dianggap lebih sebagai penyemangat internal daripada ancaman nyata.

Namun, justru sikap seperti itu bisa menjadi kesalahan strategis.

Dalam sejarah politik, banyak kekuatan baru yang pada awalnya diremehkan. Ketika lawan menganggap sebuah partai kecil tidak berbahaya, partai tersebut memiliki ruang untuk bekerja tanpa banyak gangguan. Politik bukan hanya soal siapa yang paling besar hari ini, tetapi siapa yang paling cepat berkembang menjelang hari pemungutan suara.

Kemungkinan kedua lebih menarik. Bisa jadi partai-partai lain menyadari bahwa PSI bukan sekadar partai biasa. Di belakangnya terdapat figur-figur yang memiliki pengaruh politik nasional dan kemampuan membentuk opini publik. Dukungan tokoh-tokoh berpengaruh dapat menjadi modal yang tidak dimiliki semua partai baru. Dalam kondisi demikian, memilih diam bisa menjadi strategi untuk menghindari konflik politik yang tidak perlu pada tahap awal.

Kemungkinan ketiga adalah karena seluruh partai saat ini masih berada dalam konfigurasi koalisi pemerintahan. Mereka belum melihat manfaat politik dari saling menyerang terlalu dini. Kontestasi sesungguhnya masih beberapa tahun lagi. Membuka perang politik sekarang justru dapat merusak keseimbangan koalisi yang sedang dibangun.

Tetapi bagaimanapun juga, deklarasi ingin menjadi tiga besar bukanlah pernyataan yang netral. Ia mengandung konsekuensi politik yang besar.

Jika target itu sungguh-sungguh diperjuangkan, maka PSI harus merebut jutaan suara yang selama ini dimiliki partai-partai besar. Itu berarti setiap suara yang berpindah ke PSI adalah suara yang hilang dari partai lain. Dalam sistem politik yang kompetitif, tidak ada kemenangan tanpa mengurangi kekuatan kompetitor.

Karena itu, diamnya partai-partai besar bisa ditafsirkan dengan dua cara. Pertama, mereka benar-benar tidak menganggap PSI sebagai ancaman. Kedua, mereka sedang mengamati sambil menunggu apakah ambisi itu benar-benar diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata.

Pada akhirnya, politik selalu menguji pernyataan dengan hasil. Target sebesar apa pun akan kehilangan makna jika tidak diikuti oleh organisasi yang kuat, kader yang militan, strategi yang matang, dan kemampuan meyakinkan pemilih. Sebaliknya, target yang semula dianggap mustahil dapat berubah menjadi kenyataan apabila dikerjakan secara konsisten.

Mungkin karena itulah, untuk sementara ini, para pesaing memilih diam. Mereka belum melihat alasan untuk bereaksi.

Namun, apabila dalam beberapa tahun ke depan PSI benar-benar menunjukkan lonjakan elektoral, memperluas jaringan nasional, dan mulai menggerus basis suara partai-partai mapan, dapat dipastikan suasana akan berubah. Saat itulah deklarasi “ingin menjadi tiga besar” tidak lagi dipandang sebagai slogan, melainkan sebagai ancaman politik yang nyata.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah PSI berhak bermimpi menjadi tiga besar. Setiap partai berhak memiliki ambisi setinggi apa pun. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah partai-partai yang kini berada di papan atas benar-benar siap menghadapi kemungkinan bahwa mimpi itu suatu hari akan menjadi kenyataan?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Naga Raksasa Vs 9 Naga Kecil: Febrie Adriansyah Lolos?

Next Post

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa
Feature

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

July 17, 2026
Feature

Air Makhluk Allah yang Taat untuk Rahmat dan Azab

July 17, 2026
Feature

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Next Post
Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

July 17, 2026
Kepo Jokowi di Pilkada 2024

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

July 17, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Naga Raksasa Vs 9 Naga Kecil: Febrie Adriansyah Lolos?

July 17, 2026

Air Makhluk Allah yang Taat untuk Rahmat dan Azab

July 17, 2026
Pengadilan Singapura Hukum Bloomberg Bayar Ganti Rugi, IFJ Nilai Putusan Ancam Kebebasan Pers

Pengadilan Singapura Hukum Bloomberg Bayar Ganti Rugi, IFJ Nilai Putusan Ancam Kebebasan Pers

July 17, 2026
Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

Belajar Sejarah Dunia, Membangun Identitas dan Kehormatan Bangsa

July 17, 2026
Kepo Jokowi di Pilkada 2024

PSI Ingin Masuk Tiga Besar 2029. Mengapa Partai-Partai Lain Terlihat Diam?

July 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...