Penyebutan rampasan lantaran benda-benda tersebut dibawa secara tidak sah, baik dengan paksaan maupun penjarahan.
Berdasarkan website Pemerintah Belanda, pemerintah Belandbeberniat akqn mengembalikan ratusan artefak berharga yang dirampas dari kerajaan – kerajaan di Nusantara selama berabad – abad era kolonial. Keputusan ini sendiri diambil oleh Sekretaris Negara Bidang Kebudayaan dan Media, Kementerian Kebudayaan Belanda, Gunay Uslu.
“Ini pertama kalinya kami mengikuti rekomendasi Komite untuk mengembalikan benda-benda yang seharusnya tidak pernah dibawa ke Belanda,” ujar Uslu.
Rekomendasi tersebut tercantum dalam laporan pada 2020 oleh Komite Belanda yang menyelidiki barang seni yang diambil selama era kolonial.
Koleksi benda yang akan dikembalikan Belanda
Sekretaris Tim Repatriasi Koleksi Asal Nusantara ( Indonesia,) Bonnie Triyana, membenarkan bahwa Belanda akan mengembalikan sejumlah harta Indonesia. Bonnie, acara serah terima akan diselenggarakan pada 10 Juli 2023 di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid akan mewakili Indonesia menerima benda tersebut,” kata Bonnie , Sabtu (8/7/2023).
Bonnie bersama Ketua Tim Repatriasi Koleksi Asal Indonesia di Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja. akan berangkat ke Belanda
Namun, dia menegaskan, tidak semua benda yang akan diserahkan ke Indonesia merupakan hasil rampasan.
“Harus diperjelas di sini. Benda yang dikembalikan itu terdiri dari empat koleksi dari delapan koleksi yang sudah kita minta resmi tahun lalu,” terangnya.
Adapun empat koleksi tersebut, yaitu:
1. Karya seni Bali Pita Maha Pita Maha adalah perkumpulan pelukis Bali yang berdiri pada 29 Januari 1936.
Berakar dari seni lukis klasik tradisional Pulau Dewata, karya seni Pita Maha kemudian mendapat sentuhan seni lukis Barat, sehingga memiliki corak dan gaya tersendiri.
sejumlah 132 karya seni Pita Maha rencananya akan dikembalikan dari Belanda ke Tanah Air. 2. Keris Puputan Klungkung Pemerintah Belanda juga akan menyerahkan satu buah keris asal Klungkung, Bali, kembali ke Indonesia. 3. Patung Singasari Selain benda berharga dari Bali, Belanda juga akan mengembalikan total empat arca dari era Singasari.
Arca-arca tersebut berasal dari kompleks candi Hindu-Buddha dari Singasari, dekat Malang, Jawa Timur.
Berasal dari akhir abad ke-13, empat arca tersebut sempat menjadi koleksi nasional yang dikelola Museum Nasional Kebudayaan Dunia di Belanda.
Harta karun Kerajaan Lombok Koleksi
selanjutnya yang akan dikembalikan, yakni sejumlah 335 “harta karun Lombok” atau benda berupa batu permata, batu mulia, emas, dan perak dari Kerajaan Lombok.
Merujuk pada catatan sejarah, ratusan kilogram emas, perak, dan permata itu dijarah oleh tentara kolonial Belanda dari Istana Tjakranegara dan desa sekitarnya usai berakhirnya Perang Lombok pada 1894.
Sementara itu, Bonnie mengungkapkan, empat koleksi lain yang diminta Indonesia masih dalam proses penelitian.
“Sedang proses penelitian. Karena pemulangan ini sejatinya hasil dari penelitian berdasarkan keilmuan yang melibatkan para ahli dari kedua negara,” tuturnya.
Penyebutan rampasan lantaran benda-benda tersebut dibawa secara tidak sah, baik dengan paksaan maupun penjarahan.





















