Bandung-FusilatNews – Blora, Jawa Tengah & Bandung, Jawa Barat – Konflik antara organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dan Pemuda Pancasila (PP) terus memanas. Setelah bentrokan di Blora pada Selasa (14/1/2025) yang menyebabkan 12 orang terluka, insiden serupa terjadi di Jalan BKR, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu sore (15/1/2025).
Bentrokan di Bandung viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sekelompok orang beratribut GRIB Jaya terlihat menyerang markas PP di kawasan tersebut. Akibat insiden ini, enam orang dilaporkan terluka, sementara dua mobil dan satu motor, yang diduga milik anggota PP, rusak parah.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Raharjo, menyebutkan bahwa bentrokan di Bandung kemungkinan besar terkait dengan insiden serupa di Blora. “Ini adalah buntut dari ketegangan sebelumnya di Blora. Kami sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Kronologi Insiden di Blora dan Bandung
Bentrokan pertama terjadi di dua lokasi di Blora, yaitu di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, dan Jalan Ngawen-Kunduran, Kecamatan Kunduran. Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menyatakan bahwa dari total 12 korban, delapan orang terluka di Karangjati dan empat lainnya di Kunduran.
Sementara itu, di Bandung, bentrokan pecah setelah kelompok yang diduga berasal dari GRIB Jaya mendatangi markas PP di Jalan BKR. Situasi memanas hingga menimbulkan kericuhan yang melibatkan puluhan orang.
“Kerusakan berupa kendaraan roda empat dan roda dua milik anggota PP menjadi salah satu fokus investigasi kami. Kami juga telah meminta kedua ormas untuk menahan diri agar situasi tidak semakin parah,” ujar Kombes Pol Budi Raharjo.
Mediasi di Blora dan Langkah Pencegahan di Bandung
Menanggapi konflik ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengambil langkah cepat. Di Blora, mediasi antara kedua ormas telah dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Rabu (15/1/2025). Deklarasi damai disepakati oleh kedua pihak untuk mengakhiri perselisihan.
Sementara itu, di Bandung, langkah pengamanan diperketat di sejumlah titik strategis yang berpotensi menjadi lokasi konflik. “Kami telah mengerahkan personel tambahan untuk menjaga kondusivitas, khususnya di sekitar markas ormas yang terlibat,” tambah Kombes Pol Budi.
Motif dan Penyebab Konflik
GRIB Jaya, ormas yang didirikan oleh Rosario de Marshal atau Hercules, memiliki basis anggota yang luas di Indonesia. Ormas ini sebelumnya juga menjadi pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.
Adapun Pemuda Pancasila adalah salah satu ormas besar dengan pengaruh signifikan di berbagai daerah. Konflik ini diduga dipicu oleh persaingan pengaruh di tingkat lokal, meskipun motif spesifik di setiap lokasi masih dalam proses penyelidikan.
Respons Publik dan Viralnya Konflik
Viralnya bentrokan di Bandung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak pihak mengecam kekerasan yang terjadi dan meminta pemerintah bertindak tegas.
“Tidak seharusnya konflik antarormas diselesaikan dengan cara anarkis. Ini hanya mencoreng nama baik mereka dan meresahkan masyarakat,” ujar seorang warga Bandung yang enggan disebutkan namanya.
Kesimpulan dan Harapan
Baik di Blora maupun Bandung, konflik antara GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila menunjukkan pentingnya koordinasi dan pengendalian antarormas. Dengan mediasi yang telah dilakukan di Blora dan langkah antisipasi di Bandung, diharapkan kejadian serupa tidak terulang.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan segera melapor jika ada indikasi konflik di wilayah mereka. “Kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga persatuan dan kondusivitas di tengah masyarakat,” pungkas AKBP Wawan Andi Susanto.


























