• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BERAS MURAH DI ATAS KERTAS, LANGKA DI PASAR – Mengapa Penyaluran SPHP Bulog Terus Gagal Target?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 20, 2026
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan adalah instrumen negara untuk menghadirkan beras murah bagi rakyat. Melalui Perum Bulog, pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar masyarakat memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Secara konsep, SPHP adalah kebijakan populis yang tepat sasaran. Namun dalam praktik, kebijakan ini justru kerap tersendat di lapangan. Target besar ditetapkan, tetapi realisasi selalu tertinggal jauh. Data menunjukkan, target penyaluran SPHP tahun 2025 sebesar 1,5 juta ton, namun realisasi hanya mencapai 802.939 ton. Artinya, hampir separuh target gagal diwujudkan. Dalam bahasa sederhana, penyaluran SPHP belum optimal.

Pertanyaan krusialnya adalah: mengapa Bulog gagal memenuhi target penyaluran beras murah yang justru sangat dibutuhkan rakyat?

Pertama, prosedur distribusi yang terlalu ketat dan berlapis. Ketentuan kemasan 5 kilogram untuk sebagian besar wilayah dan 50 kilogram khusus Maluku dan Papua, ditambah kewajiban penyaluran melalui enam jalur distribusi, menciptakan rantai birokrasi panjang. Empat di antaranya bahkan harus disertai rekomendasi dari dinas ketahanan pangan daerah. Proses yang rumit dan menjelimet ini membuat distribusi melambat, tidak lincah, dan kehilangan momentum pasar.

Kedua, persoalan insentif bagi pengecer. Ketika harga gabah dan beras di pasar naik, pengecer terikat larangan menjual SPHP di atas HET. Konsekuensinya, menjual SPHP menjadi kurang menarik secara ekonomi. Tanpa insentif memadai, wajar bila pengecer enggan menyerap dan mendistribusikan SPHP secara agresif.

Ketiga, dampak lanjutan dari distribusi yang seret adalah menipisnya stok beras murah di pasar. Ketika SPHP tidak hadir secara cukup, harga beras komersial bergerak naik. Pada titik inilah konsumen dirugikan, sementara tujuan stabilisasi harga justru gagal tercapai.

Dengan catatan tersebut, tantangan 2026 jelas tidak ringan. Pemerintah kembali menetapkan target penyaluran SPHP sebesar 1,5 juta ton. Namun pengalaman tahun sebelumnya, yang hanya mencapai sekitar 53 persen, menjadi peringatan bahwa target ambisius tanpa reformasi distribusi hanya akan mengulang kegagalan yang sama.

Bulog memang telah menyiapkan sejumlah strategi baru. Di antaranya penyesuaian volume penyaluran pada puncak musim panen, pengurangan distribusi di daerah sentra produksi, fokus penyaluran langsung ke kios pengecer, serta kolaborasi dengan BUMN, TNI-Polri, dan jaringan ritel modern. Langkah ini patut diapresiasi, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada keberanian memotong jalur birokrasi yang selama ini menghambat.

Ke depan, keberhasilan SPHP tidak hanya ditentukan oleh angka target, melainkan oleh keberanian mereformasi mekanisme distribusi agar lebih sederhana, cepat, dan adaptif terhadap dinamika pasar. Tanpa itu, SPHP akan terus menjadi program baik di atas kertas, namun minim daya guna di lapangan.

Semoga tahun 2026 menjadi momentum pembuktian. Rakyat tidak membutuhkan janji stabilisasi harga, tetapi kehadiran beras murah yang nyata di pasar.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rasim Harokah Bakomubin Banten Sambut Rakerda HBI DKI di Serang

Next Post

Noval Bamumin Laporkan Komedian Panji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Novel Bamumin Bela Ketua KORLABI DHL dan Ketua TPUA Prof. Dr. Eggi Sudjana – Spirit 212 Tidak Baper

Noval Bamumin Laporkan Komedian Panji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya

Korupsi dan Partai Gerindra: Ujian Nyata Kekuasaan

Korupsi dan Partai Gerindra: Ujian Nyata Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...