• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BERAS “SPHP”

by
January 16, 2025
in Economy, Feature
0
Di Tengah Klaim Pemerintah Terkait Kecukupan Stok, Harga Beras Terus Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Rendahnya penyerapan masyarakat terhadap beras stabilisasi pasokan dan harga pangan menggambarkan berbagai macam alasan. Apakah disebabkan masyarakat sedang mengetatkan ikat pinggang, karena daya beli yang semakin merosot atau ada sebab lain, yang masih butuh penganalisaan lebih jauh lagi.

Yang pasti berdasar data yang disampaikan Perum Bulog, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog hingga 11 Januari 2025 baru mencapai 9.367 ton atau sekitar 6,24% dari target bulanan sebesar 150.000 ton. Masih rendahnya realisasi penyaluran beras SPHP, salah satunya merupakan indikasi dari belum sehatnya ekonomi masyarakat.

Seperti yang dipahami bersama, SPHP merupakan beras yang digelontorkan Perum Bulog dalam kemasan 5 kilogram. SPHP adalah produk intervensi pemerintah, bertujuan untuk melindungi daya beli dan keterjangkauan harga pangan bagi konsumen. SPHP merupakan jawaban terhadap melesatnya harga beras di pasar, ketika bangsa ini terjebak dalam “darurat beras” beberapa waktu lalu.

Beras SPHP ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, bukan untuk diperjualbelikan secara komersial. Meskipun dapat dijual bebas dengan harga eceran tertinggi (HET), Pemerintah menekankan bahwa beras SPHP tidak bisa serta-merta disalurkan ke pengecer. Perlu ada permintaan dari pihak pengecer agar beras SPHP bisa disalurkan oleh Bulog.

Latar belakang digelindingkan beras SPHP oleh Pemerintah lebih ditujukan untuk membantu masyarakat kelas menengah yang cukup kerepotan karena melejitnya harga beras medium di pasar. Keinginan Pemerintah untuk menurunkan harga beras agar kembali ke harga wajar, terekam sulit untuk diwujudkan. Padahal, Presiden sendiri, saat itu telah turun tangan.
Presiden telah menugaskan para pembantunya untuk segera mengembalikan harga beras di pasar ke tingkat harga wajar. Maksudnya, wajar bagi petani selaku produsen. Wajar bagi pedagang dan wajar bagi masyarakat selaku konsumen. Sayang, harapan itu tidak terwujud. Harga beras tetap tinggi, bahkan terkesan enggan untuk turun ke harga yang wajar.

Jika dicari apa yang menjadi penyebab utama melesatnya harga beras di pasar, maka jawabannya jelas, karena beras di dalam negeri memang tidak ada. Produksi beras yang menurun, apakah itu disebabkan oleh adanya sergapan El Nino atau karena tata kelola perberasan yang masih amburadul, yang pasti harga beras tetap naik. Banyak pihak menyebut, kenaikan nya sangat ugal-ugalan.

Lebih mencengangkan lagi, ternyata dalam waktu yang bersamaan, cadangan beras Pemerintah pun belum mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Hasrat untuk memiliki cadangsn beras sekitar 1,5 – 2 juta ton, kelihatannya, masih sulit diwujudkan. Rendahnya cadangan beras Pemerintah, membuat kesulitan untuk melakukan intervensi pasar.

Masalahnya menjadi semakin “pabaliut” (runyam), ketika Pemerintah membutuhkan beras untuk Program Bantuan Beras Langsung bagi 22 juta rumah tangga sebesar 10 kg per bulan, yang harus dilakukan selama 12 kali. Program ini sepertinya tidak mungkin ditunda-tunda pelaksanaannya. Akibatnya, Pemerintah terpaksa membuka lagi kran impor beras yang selama ini tertutup rapat.

Namun begitu, kalau kita ikuti data yang dirilis Badan Pusat Statistik, jumlah produksi beras yang dihasilkan dibandingkan dengan konsumsi masyarakat, sebetulnya kita masih surplus. Yang perlu jadi catatan, jumlah surplusnya semakin menyusut. Bila tidak ada langkah cerdas menggenjot produksi setinggi-tingginya, bisa jadi kita akan defisit.

Apa yang kita alami sekitar dua tahun lalu, sepertinya tidak ingin kita ulangi lagi di tahun 2025. Jalan keluar mengandalkan impor beras, jangan dijadikan kebiasaan dalam menjawab kisruh perberasan. Impor beras, sebaiknya tetap dijadikan pilihan terakhir. Prioritasnya tetap kepada hasil produksi petani dalam negeri dan kekuatan cadangab beras Pemerintah.

Terlepas dari apa yang menjadi alasannya, Menko bidang Pangan Bung Zulkufli Hasan telah mengumumkan untuk tahun 2025, Pemerintah akan menyetop impor beras, impor jagung untuk kebutuhan pakan ternaik, impor gula konsumsi dan impor garam. Khusus untuk menyetop impor beras, tentu saja menarik untuk dibincangkan, karena produksi beras nasional 2024, ternyata anjlok dan lebih rendah dari produksi beras nasional tahun 2023.
Salah satu faktor penting agar semangat menyetop impor beras 2025 menjadi kenyataan adalah terkait dengan kondisi iklim dan cuaca. Selama iklim dan cuaca berpihak ke pertanian, kita boleh optimis, kehendak menyetop impor beras bakal menjadi kenyataan. Tapi, kalau iklim dan cuaca tidak berpihak, sebaiknya kita perlu siap-siap mencari pilihan untuk memperoleh beras.

Demikian sekilas tentang latar belakang, mengapa Pemerintah melalui Perum Bulog menggelindingkan Beras SPHP. Pemerintah ingin agar masyarakat golongan menengah tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok karbohidrat, untuk menyambung nyawa kehidupannya. Sedangkan untuk golongan masyarakat yang kurang diuntungkan dengan adanya pembangunan, telah dikucurksn program bantuan langsung beras.

Jika mencermati data penyaluran beras SPHP yang baru mencapai 6,24 %, tentu saja dapat mengundang banyak tafsir, sekiranya ada pertanyaan, mengapa penyaluran beras SPHP relatif rendah. Beberapa catatan yang disampaikan diatas, diharapkan mampu membuka wacana baru tentang Beras SPHP ini. Sepertinya, Beras SPHP masih diperlukan untuk terus disalurkan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Muncul Ancaman Dan Intimidasi Terhadap Nelayan ‘Kalau Kamu Gak Sayang Anak Istri Boleh!’

Next Post

Jokowi Mirip Dorna, Pasti Punya Kepentingan

Related Posts

Feature

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya
Feature

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras
Feature

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Next Post

Jokowi Mirip Dorna, Pasti Punya Kepentingan

Maria Lestari Kembali Mangkir, KPK Telusuri Alasan Ketidakhadiran

Maria Lestari Kembali Mangkir, KPK Telusuri Alasan Ketidakhadiran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

March 5, 2026
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

March 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...