• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berebut Kursi Pimpinan DPR – Berebut Kue Kekuasaan di Senayan

fusilat by fusilat
July 9, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Berebut Kursi Pimpinan DPR – Berebut Kue Kekuasaan di Senayan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Mantan Tenaga Ahli DPR RI

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Berebut kue kekuasaan. Itulah yang terjadi dengan partai politik-partai politik di Senayan. Mereka kini mulai memperebutkan lagi kursi Pimpinan DPR, setelah kursi Pimpinan MPR habis dibagi antar-semua unsur.

Adalah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu yang mengusulkan agar seluruh fraksi memiliki keterwakilan sebagai pimpinan di DPR RI. Tujuannya: mempermudah komunikasi antar-parpol di Senayan.

Artinya, di Pimpinan DPR akan ada 9 orang yang mewakili seluruh fraksi di DPR. Saat ini jumlah Pimpinan DPR “hanya” 5 orang.

Usulan itu dikemukakan Ahmad Syaikhu saat bertemu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Kantor PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2024).

Gayung bersambut. Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo menyetujui usulan tersebut. Ia mengakui komunikasi antar-fraksi/parpol dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Senayan lebih lancar setelah semua unsur punya perwakilan di kursi Pimpinan MPR.

Mekanisme pemilihan Pimpinan MPR diatur dalam Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang No 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 yang menyatakan, Pimpinan MPR terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi dan kelompok anggota yang dipilih dari dan oleh anggota MPR.

Saat ini jumlah Pimpinan MPR ada 10 orang dari sebelumnya 8 orang. Yakni 1 orang Ketua dan 9 Wakil Ketua.

Mereka adalah Bambang Soesatyo (Ketua/Partai Golkar), Ahmad Basarah (PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (Partai Gerindra) dan Lestari Moerdijat (Partai Nasdem).

Lalu, Jazilul Fawaid (Partai Kebangkitan Bangsa/PKB), Syarief Hasan (Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Yandri Susanto (Partai Amanat Nasional/PAN), Amir Uskara (Partai Persatuan Pembangunan/PPP), dan Fadel Muhammad (DPD).

Adapun Pimpinan DPR saat ini berjumlah 5 orang, terdiri atas 1 orang Ketua dan 4 orang Wakil Ketua. Mereka adalah Puan Maharani (Ketua/PDIP), Loedwijk Freidrich Paulus (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Rachmat Gobel (Nasdem) dan Muhaimin Iskandar (PKB).

Adapun mekanisme pemilihan Pimpinan DPR diatur dalam Pasal 427D UU MD3 yang didasarkan atas sistem proporsional atau jumlah kursi terbanyak.

Jika usulan Presiden PKS itu terealisasi, maka Pimpinan DPR akan terdiri atas 9 orang yang mewakili seluruh fraksi di DPR. Artinya, Pimpinan DPR akan ditambah dengan perwakilan dari 4 fraksi lainnya, yakni Demokrat, PKS, PAN dan PPP.

Untuk menambah jumlah Pimpinan DPR maka Pasal 427D harus diamandemen. Nah, amandemen ini bisa liar. Bisa merembet ke soal lain, misalnya Pimpinan DPR dipilih dengan sistem paket, bukan dengan sistem proporsional.

Dus, PDIP yang saat ini berseberangan dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Presiden-Wakil Presiden terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, bisa ditelikung seperti pada 2014. Yang paling berpotensi menelikung adalah Golkar dan Gerindra, parpol peraih kursi dengan jumlah di bawah PDIP sebagai ranking 2 dan 3.

Alhasil, usulan Presiden PKS Ahmad Syaikhu untuk menambah jumlah Pimpinan DPR bisa menjadi bola liar. PDIP sebagai pemenang Pemilu 2024 bisa terjegal seperti pada 2014 yang gagal merebut kursi Ketua DPR karena pemilihan dilakukan dengan sistem paket.

Tidak itu saja. Usulan tersebut jika terealisasi juga akan kian membebani anggaran negara. Jika jumlah pimpinan DPR bertambah, maka anggaran pun akan bertambah, baik untuk tunjangan, rumah dinas, mobil dinas, maupun ajudan dan sebagainya.

Padahal, kinerja DPR dari tahun ke tahun terus merosot. Pada masa sidang IV tahun sidang 2023-2024, misalnya, DPR hanya mampu mengesahkan 2 undang-undang dari 47 Rancangan UU Prioritas 2024.

Itu di bidang legislasi. Kinerja DPR di bidang anggaran dan pengawasan juga tidak optimal.

Apakah usulan Presiden PKS itu memang dimaksudkan untuk keadilan dan kesejahteraan, seperti visi-misi dan nama partainya, paling tidak keadilan dan kesejahteraan bagi elite parpol?

Kita tunggu saja tanggal mainnya!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

UEFA Euro 2024: Pratinjau Semifinal Belanda vs Inggris,

Next Post

Akibat Jor-joran Bangun Infrastruktur, Setelah HK Minta PMN Rp1T, Kini Adhi Karya Minta PMN Rp 2T.

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Akibat Jor-joran Bangun Infrastruktur, Setelah HK Minta PMN Rp1T, Kini Adhi Karya Minta PMN Rp 2T.

Akibat Jor-joran Bangun Infrastruktur, Setelah HK Minta PMN Rp1T, Kini Adhi Karya Minta PMN Rp 2T.

Hadirkan 3 Saksi ke Polresta, LBH Padang Paparkan Luka di Tubuh Afif Maulana

Hadirkan 3 Saksi ke Polresta, LBH Padang Paparkan Luka di Tubuh Afif Maulana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...