• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Berkaca kepada SBY: Melihat Keresahan Jokowi atas Dirinya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
January 28, 2025
in Feature, Politik
0
Istana Bantah Ada Pertemuan Jokowi dan SBY di GBK Senayan
Share on FacebookShare on Twitter

Michel Foucault pernah berkata bahwa kekuasaan itu adalah penderitaan. Kutipan ini terasa relevan jika kita melihat apa yang dilakukan oleh Joko Widodo (Jokowi) hari-hari ini. Meskipun ia telah meninggalkan kursi presiden, langkah-langkahnya masih seperti seorang kepala negara aktif. Aktivitasnya yang blusukan ke berbagai segmen masyarakat, menemui tokoh politik, dan menghadiri acara-acara strategis mencerminkan kegelisahan yang tak kunjung usai. Ini adalah bentuk “penderitaan” yang dimaksud Foucault—beban kekuasaan yang tidak pernah benar-benar lepas, bahkan setelah mandat berakhir.

Dalam dunia psikologi, fenomena ini bisa dikaitkan dengan istilah ephosteis, sebuah kondisi kegelisahan sosial yang membuat seseorang terus-menerus merasa cemas dan tertekan dalam upaya menjaga citra atau mencari penerimaan publik. Pada Jokowi, kegelisahan ini tampak menyatu dengan usahanya melindungi warisan politik dan, lebih khusus lagi, masa depan anaknya, Gibran Rakabuming Raka.

Kontrasnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan gambaran yang berbeda tentang bagaimana seorang mantan presiden menjalani masa pensiunnya. Ia memilih menulis, melukis, dan sesekali berjalan-jalan untuk melepas penat. SBY terlihat tenang dengan dirinya sendiri, seolah telah berdamai dengan masa lalunya sebagai pemimpin. Namun, ketenangan ini bukan datang begitu saja; ia adalah hasil dari kepercayaan diri yang tumbuh dari persiapan matang untuk generasi penerus, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

SBY telah menyiapkan AHY untuk menjadi aktor politik yang matang. Dengan pengalaman di dunia militer, pendidikan yang teruji, dan pendewasaan di Partai Demokrat, AHY bukan hanya sekadar pewaris, melainkan pemimpin yang disiapkan untuk menghadapi dinamika politik nasional. Ketika SBY memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto, banyak pihak menilai ini sebagai langkah untuk melapangkan jalan bagi AHY. Namun, ini lebih tepat dilihat sebagai strategi politik yang memperhitungkan kepentingan bangsa, bukan sekadar ambisi keluarga.

Sebaliknya, Jokowi tampaknya belum memiliki keyakinan yang sama terhadap Gibran. Dengan latar belakang yang jauh lebih singkat di politik, Gibran melompat dari wali kota Solo ke kursi Wakil Presiden terpilih dalam waktu yang sangat singkat. Ketidakmatangan ini membuat Jokowi bergerak aktif, menemui berbagai tokoh politik, termasuk Prabowo Subianto, untuk memastikan anaknya mendapat perlindungan politik yang memadai.

Ketika kita membandingkan kedua mantan presiden ini, terlihat jelas dua pendekatan yang berbeda terhadap kekuasaan dan warisan. SBY, dengan segala kontroversinya, memilih jalur yang lebih tenang dan terukur, sementara Jokowi tampak masih terjebak dalam bayang-bayang kekuasaannya sendiri.

Masa pasca-kepemimpinan SBY mencerminkan pemimpin yang percaya diri dengan keputusan dan persiapannya, sedangkan Jokowi terlihat mencerminkan seseorang yang masih dibebani oleh ephosteis—kegelisahan sosial yang memaksanya untuk terus bergerak dan mencari validasi. Dalam satu dekade kekuasaannya, Jokowi membawa banyak perubahan, tetapi juga meninggalkan jejak kontroversi, mulai dari nepotisme hingga berbagai pelanggaran hukum yang kerap disorot publik.

Pada akhirnya, kita bisa melihat bahwa kekuasaan tidak pernah benar-benar meninggalkan seorang pemimpin. Jika SBY menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk membangun generasi penerus, maka Jokowi seolah masih bertarung dengan bayang-bayang masa lalunya sendiri. Kedua mantan presiden ini memberikan kita pelajaran penting: kekuasaan, seperti kata Foucault, adalah penderitaan—tetapi bagaimana penderitaan itu dihadapi adalah pilihan masing-masing individu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Jokowi Masih Tetap Melakukan Aktivitas Seperti Presiden?

Next Post

Dinamika Kekuasaan: Dari Jokowi ke Gibran, Apa yang Dipertaruhkan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Mendukung RIKA Meraih Jakarta 1: Mempermudah Target Jokowi-Kaesang-Gibran

Dinamika Kekuasaan: Dari Jokowi ke Gibran, Apa yang Dipertaruhkan?

MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

GERAKAN PENYELAMATAN PANEN RAYA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...