Oleh: Chris Komari
Ekonomi Indonesia dan penerimaan APBN Indonesia setiap tahun, mayoritas dari sektor industry atau disebut “industrial base economic”, dan bukan “employment base economic” seperti di Amerika Serikat (AS).
Karena itu, meski angka pengangguran dan kemiskinan dan PHK di Indonesia itu sangat tinggi, pemerintah pusat masih tidak terlalu peduli…!!!
Do you know why…????
Karena penerimaan APBN setiap tahun dari sektor industry masih besar, ditambah pemasukan dari domestic consumption dalam negeri juga masih cukup besar.
Dari 2 pemasukan APBN itu; sektor industry dan domestic consumptions, ditambah kebiasan Menkeu Sri Mulyani yang jualan BONDS tiap tahun dengan yield yg sangat tinggi, Sri Mulyani masih bisa manage dan navigate kebutuhan dana APBN selama 7 tahun terakhir.
Tetapi bagaimana bila terjadi krisis ekonomi di RRC CHINA….????
….
..
A). Kelemahan negara yg memiliki “economic industrial base” (Indonesia) dibanding negara yg memiliki “employment economic base”, seperti Amerika Serikat (AS).
Konsentrasi kekayaan di Indonesia mayoritas dikuasai oleh segelintir oligarchs ekonomi yg menguasai sektor industry, dimana sektor industry di Indonesia mayoritas dikuasai oleh para TAIPAN 9 NAGA… !!!
Hampir tidak ada “middle class” di negara yg memiliki economic industrial base, seperti Indonesia.
Kedua, rate of employment dan banyaknya pengangguran (unemployment) bukan menjadi perhatian utama pejabat pemerintah pusat, karena rate of employment bukan menjadi faktor dominant bagi penerimaan APBN.
Karena itulah mengapa, pejabat pemerintah pusat tidak terlalu peduli dengan besarnya jumlah pengangguran dan PHK di Indonesia.
Mereka pura-pura saja perhatian…!!!
Tetapi ketika sektor industry “nyungsep”, daya beli masyarakat semakin lemah dan domestic consumption sangat rendah, maka APBN Jokowi bisa jebol…!
Industrial base economic sangat tergantung dan sensitive terhadap perubahan regional dan global ekonomi, interest rate dan perubahan nilai currency.
Beda sekali dengan negara yg memiliki employment economic base, atau kombinasi antara economic employment base dan industrial economic base.
Ketika terjadi krisis ekonomi regional di ASIA misalnya, atau kenaikan suku bunga bank oleh U.S Federal Reserve yg cukup tinggi, akan sangat mempengaruhi sektor industry di Indonesia.
Apalagi bila terjadi perubahan nilai currency yg sangat tajam, atau “sangsi ekonomi” terhadap satu negara importer terbesar didunia, hal itu akan membawa dampak ekonomi yg sangat besar terhadap negara-negara industrial base economic.
Di Indonesia, krisis sektor industry bisa saja terjadi karena:
1). Krisis ekonomi regional, seperti jatuhnya ekonomi RRC CHINA yg menyeret banyak negara di ASIA.
2). Labor strike dimana semua “BURUH” disektor industry mogok kerja secara masal.
3). Ada massive long term demo robust yg berkepanjangan berbulan-bulan, yg membuat operational sektor industry berhenti total.
Ketika salah satu hal diatas terjadi, penerimaan APBN bisa jeblok….!!!
Ketika penerimaan APBN jeblok dan kondisi ekonomi dunia sedang krisis, Sri Mulyani akan kesulitan untuk bisa menjual BONDS, meskipun dengan yield tertinggi di planet Bumi.
Ketika penerimaan APBN dari sektor industry rendah, domestic consumption menurun dan Indonesia tidak laku jualan BONDS karena dunia sedang dalam krisis ekonomi, maka disitulah APBN Jokowi bisa bangkrut…!!!
….
…
Beda dengan negara-negara maju lainya yg memiliki kombinasi antara industrial economic base dan employment economic base, seperti negara Amerika Serikat (AS).
Meski terjadi krisis ekonomi di ASIA misalnya, seperti yang terjadi pada bulan Juli 1997 hingga Desember 1998, krisis ekonomi di ASIA itu tidak banyak berpengaruh terhadap negara-negara yg memiliki kombinasi industrial and employment economic base.
Bahkan tingginya inflasi di dunia saat ini dan naiknya harga minyak (BBM), pengaruhnya tidaklah terlalu significant terhadap negara maju yg memiliki kombinasi antara industrial economic base dan employment economic base.
1). Economic growth USA on the 3rd quarter naik 2,6% dibanding 0.6% on the 2nd quarter.
2). Hundreds of thousands new employment di USA terjadi setiap bulan during Biden’s administration according to department’s payroll survey.
3). Unemployment di USA is all time low at 3,5% under Biden’s administration, artinya ekonomi, perekonomian dan businesses di USA are doing fine, meski di hantam high inflation.
Penerimaan terbesar negara tingkat Federal government dan di 50 negara bagian (STATE) adalah dari “Individual Income Taxes” & “Payroll Taxes” (employment), kedua dari Social Security contributions dan ketiga, baru dari Corporate taxes (industrial taxes).
Export Indonesia saat ini jumlah sangat besar, fantastic dan mayoritas penerimaan APBN Indonesia tergantung pada sektor industry ini (corporate and industrial taxes).
Tapi bagaimana bila sektor industry di Indonesia nyungsep…???
60% export Indonesia dari sektor industry, ada dibawah ini:
1). Palm oil $26,7 billion
2). Coal Briquettes $11,99 billion
3). Petroleum Gas $6.2 billion
4). Copper Ore $3.48 billion
5). Gold $3.37 billion
6). Rubber $3.33 billion
7). Jewelry $3.17 billion
8). Coconut oil $2.73 billion
9). Cars $2.55 billion
10). Plywood $2.08 billion
……
…
Export palm oil Indonesia yg dipakai sebagai bahan baku margarin hingga shampoo itu mencapai 60% Dari seluruh kebutuhan palm oil di dunia.
Sementara itu, refinery crude oil Indonesia di lakukan dinegara lain, seperti:
Singapore $375 million
Malaysia $304 million
Australia $223 million
South Korea $137 million
United States $93.9 million
Indonesia menjual dan export coal briquettes keberapa negara dibawah ini:
1). India $3,8 billion
2). China $2,67 billion
3). Japan $1,85 billion
4). Malaysia $1.34 billion
5). Philippine $1,27 billion.
….
Total export Indonesia tahun 2020 sebesar $178.9 billion dollar.
Total export Indonesia tahun 2021 sebesar $231,54 billion dollar, yg paling besar dalam sejarah Indonesia.
Sekarang bagaimana bila terjadi krisis ekonomi di RRC CHINA dan export Indonesia bila China, India dan Australia sangat berkurang secara drastis….???
Dengan RUSSIA jualan murah OIL and GAS kepada India dengan discount 20%, saya tidak yakin India akan beli crude oil dari Indonesia.
Bagaimana dengan penerimaan dana non-budgeter dari judi online konsorsium 303 and illegal drugs yang nilainya juga sangat besar ratusan trilliun rupiah…???
Belum lagi export rondo ucul diseluruh dunia dari Sabang narcis di San Francisco, dari Bandung dan Bali narcis di Boston, dan dari Malang dan Madura narcis di Manhattan, berapa tuh nilainya…???
Chris Komari | Activist Democracy | Activist Forum Tanah Air (FTA) USA & Global






















