Jakarta – Fusilatnews – Seperti kejadian sebelumnya, saat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengumumkan Capres untuk Pemilu Presiden tahun 2019 lalu secara mengejutkan dan tiba-tiba.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak kita semua untuk mengingat deklarasi pencalonan Joko Widodo sebagai presiden pada Pemilu 2019 lalu. Saat itu pencalonan presiden Jokowi diumumkan secara tiba-tiba oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
PDI-P berencana menggelar acara HUT ke-50 pada Selasa 10/1/2023. Acara rencananya digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Ulang tahun PDI-P kali ini mengangkat tema “Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan yang Tak Kunjung Padam”
Banyak pihak berspekulasi, HUT PDI-P tersebut akan sekaligus mengumumkan nama capres partai banteng untuk Pemilu 2024.
Apakah momentum ulang tahun PDIP ke 50 dijadikan momen untuk mengumumkan calon Presiden dari PDI-P? mengingat PDI-P satu-satunya partai yang tidak membutuhkan koalisi untuk mencalonkan Presiden untuk pemilu Presiden tahun depan.
“Ketika mengumumkan Pak Jokowi pada periode kedua saat itu pun di luar dugaan sehingga rekamannya hanya melalui handphone, melalui sosial media saat itu secara tiba-tiba Ibu (Megawati) menyampaikan hal itu,” kata Hasto di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat,Ahad 8/1 kemarin sore.
Menurut Hasto saat itu deklarasi pencapresan Jokowi mendadak diumumkan oleh Megawati dalam momen Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI-P, 23 Februari 2018.
Selanjutnya Hasto memberitahukan kalau Megawati akan memberikan kejutan pada acara HUT PDI-P besok. tapi Hasto enggan membocorkan apakah kejutan itu terkait pengumuman capres PDI-P atau lainnya.
“Setiap HUT memang kita merancang dengan baik ada element of surprise yang selalu ditampilkan, apalagi Ibu Megawati Soekarnoputri kan beliau juga sering menampilkan berbagai kejutan-kejutan di dalam peringatan HUT partai, di dalam Rakernas,” kata Hasto.
Hasto menegaskan langka PDIP selanjutnya mengenai Pemilu presiden tahun depan masih menanti keputusan Megawati. Sebab, kewenangan terkait pencapresan PDI-P sepenuhnya ada di tangan presiden kelima RI itu. “Beliaulah yang oleh mandat kongres mendapat kewenangan untuk mengumumkan siapa yang akan menjadi capres dan cawapres dari PDI Perjuangan,” kata Hasto.























