• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Bintang Mahaputera di Negeri yang Kehilangan Rasa Malu

Ali Syarief by Ali Syarief
August 28, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Bintang Mahaputera di Negeri yang Kehilangan Rasa Malu
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di banyak negara, penghargaan negara adalah simbol tertinggi untuk mereka yang memberi teladan: negarawan, pejuang kemanusiaan, atau sosok dengan integritas tanpa cela. Namun di Indonesia, justru sebaliknya: tanda jasa negara kerap mendarat di dada orang-orang yang seharusnya duduk di kursi terdakwa, bukan di podium kehormatan.

Lihatlah nama Bahlil Lahadalia. Polemik soal gelar akademik S3-nya yang penuh tanda tanya masih segar di ingatan publik. Ketika rakyat dipaksa jungkir balik mencari biaya kuliah dengan jujur, seorang pejabat malah melenggang dengan gelar yang dianggap “kilat”. Alih-alih menjadi preseden buruk bagi generasi muda, ia malah menerima Bintang Mahaputera. Pesan yang tersampaikan jelas: di negeri ini, kepalsuan bisa dipoles menjadi kehormatan, asal dekat dengan pusat kuasa.

Tak cukup sampai di situ, mari tengok Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia. Ia pernah divonis penjara karena korupsi. Korupsi adalah kejahatan paling keji terhadap rakyat, sebab merampok uang yang mestinya untuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Tetapi, ironisnya, justru ia pun berhak atas tanda jasa yang sama. Seakan-akan catatan kelam bisa dihapus begitu saja hanya dengan tinta politik.

Apa arti semua ini? Artinya, Bintang Mahaputera sudah kehilangan maknanya. Ia bukan lagi lambang keteladanan, melainkan simbol dagang sapi politik. Ia bukan lagi tanda jasa, melainkan tanda kuasa. Ia bukan lagi penghargaan, melainkan penghinaan terhadap akal sehat publik.

Lebih dari sekadar ironi, ini adalah potret rusaknya tatanan bernegara. Negara yang mestinya menjunjung tinggi moral, justru merayakan kemunafikan. Negara yang mestinya menegakkan hukum, malah memberi karpet merah pada mereka yang pernah merusaknya. Negara yang mestinya menjaga martabat, malah memeluk erat orang-orang yang kehilangan rasa malu.

Jika teladan bangsa adalah mereka yang dipertanyakan integritasnya atau pernah terbukti korup, maka apa lagi yang bisa diharapkan dari masa depan republik ini? Rakyat disuguhi tontonan absurd: penghargaan negara jatuh ke tangan orang yang mestinya jadi cermin retak, bukan cermin teladan.

Maka, jangan heran bila kelak generasi muda bertanya sinis: untuk apa jujur, kalau korup pun bisa dapat bintang? Untuk apa belajar sungguh-sungguh, kalau gelar kilat lebih cepat mengantar ke panggung kehormatan?

Selamat datang di Indonesia, negeri di mana bintang bukan lagi simbol kejayaan, melainkan hiasan palsu di dada mereka yang merusak tatanan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setnov Kembali Ke Golkar dan Krisis Kader Berintegritas

Next Post

Jakarta Bersiap Lumpuh: Ribuan Buruh Kepung DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Jakarta Bersiap Lumpuh: Ribuan Buruh Kepung DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jakarta Bersiap Lumpuh: Ribuan Buruh Kepung DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Soal Eksekusi Silvester Matutina, Kejagung Ambigu: Ada Apa?

Kelimpungannya Jaksa Eksekutor Silfester Matutina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist