• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Lingkungan Hidup

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Ali Syarief by Ali Syarief
April 24, 2026
in Lingkungan Hidup, Tokoh/Figur
0
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Birutė Galdikas dikenal luas sebagai ilmuwan yang mengabdikan hidupnya untuk orangutan di hutan Kalimantan. Ia adalah bagian dari lingkaran kecil ilmuwan yang mengubah cara dunia memandang primata. Namun, bagi saya, Galdikas bukan hanya sosok ilmuwan besar. Ia pernah menjadi teman diskusi—dan dari interaksi sederhana dengannya, saya justru melihat sisi lain yang lebih manusiawi: cara ia membaca perilaku orang Indonesia.

Saya masih mengingat pertemuan itu dengan cukup jelas. Tidak hanya percakapannya yang membekas, tetapi juga gestur kecil yang penuh makna. Dalam kesempatan tersebut, ia menghadiahkan kepada saya sebuah buku tentang dirinya—sebuah kisah hidup yang mencerminkan dedikasinya yang panjang di hutan Kalimantan. Bersamaan dengan itu, ia juga memberikan sebuah patung kayu orangutan, terbuat dari kayu ulin yang keras dan tahan lama—sejenis kayu khas Kalimantan yang seolah merepresentasikan keteguhan dan ketahanan, seperti juga karakter dirinya.

Hadiah itu bukan sekadar benda. Ia seperti simbol dari dunia yang ia hidupi: hutan, penelitian, dan kedekatannya dengan orangutan. Ada kesan bahwa ia tidak hanya berbagi cerita, tetapi juga membagikan sebagian dari hidupnya.

Suatu hari, dalam percakapan yang santai, ia bercerita:

“Petugas perbaikan telepon itu, saat ditanya mengapa tidak kemarin datangnya, jawabnya karena kemarin hujan.”

Ia berhenti sejenak, seolah memastikan saya menangkap maksudnya. Lalu ia menambahkan bahwa jawaban semacam itu adalah sesuatu yang tidak lazim di negara-negara maju.

Bagi saya, itu bukan sekadar cerita tentang teknisi yang menunda pekerjaan. Itu adalah cara Galdikas menjelaskan sebuah pola pikir. Sebagai ilmuwan yang terbiasa mengamati perilaku—bahkan hingga ke detail paling kecil—ia melihat manusia dengan ketelitian yang sama seperti saat ia mengamati orangutan.

Yang menarik, ia tidak mengatakannya dengan nada menghakimi. Tidak ada kesan merendahkan. Yang ada justru keheranan yang jujur, seperti seorang peneliti yang menemukan fenomena sosial yang berbeda dari kerangka referensinya.

Dalam pandangannya, di banyak negara maju, hujan bukan alasan untuk menunda pekerjaan. Sistem kerja sudah dibangun untuk mengantisipasi kondisi semacam itu. Tetapi di Indonesia, realitas sering kali lebih lentur. Alam, keadaan, bahkan kenyamanan pribadi bisa ikut menentukan ritme kerja.

Percakapan singkat itu meninggalkan kesan yang cukup dalam bagi saya. Ia menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah lama hidup di Indonesia, memahami negeri ini sepenuhnya bukanlah perkara sederhana. Selalu ada jarak—jarak cara berpikir, jarak ekspektasi, dan jarak budaya.

Namun justru dari jarak itulah muncul pengamatan yang tajam.

Dan mungkin, hadiah yang ia berikan—buku tentang dirinya dan patung orangutan dari kayu ulin—menjadi metafora yang paling jujur tentang dirinya: seorang ilmuwan yang berakar kuat pada alam, tetapi tetap mencoba memahami manusia dengan segala kompleksitasnya.

Galdikas, dalam cara yang sangat khas, tidak memberi penilaian akhir. Ia hanya memperlihatkan sebuah gejala—dan membiarkan kita sendiri yang merenungkannya.

Bagi saya, di situlah letak kekuatan interaksi dengannya:
ia tidak menggurui, tetapi membuat kita melihat diri sendiri dari sudut pandang yang berbeda.

Dan mungkin, itu adalah pelajaran paling berharga dari seorang ilmuwan yang terbiasa membaca perilaku—baik di hutan, maupun di tengah kehidupan manusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

Next Post

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial
Feature

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026

AMBIGUITAS ASAS DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...