• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

BULOG SEBAGAI PELINDUNG PETANI

by
December 28, 2024
in Economy, Feature
0
Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Ketika Presiden Prabowo berharap agar Perum Bulog, segera “dibebaskan” statusnya dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebetulnya banyak kaum tani yang berharap agar “Bulog Baru” nantinya mampu menjalin persahabatan yang lebih nyata dengan para petani. Jargon Bulog sahabat sejati Petani, betul-betul perlu dibuktikan dan bukan hanya sebuah omon-omon belaka.

Selama 21 tahun jadi BUMN, Perum Bulog ternyata tidak mampu mempertontonkan diri sebagai lembaga bisnis yang handal dan profesional. Boro-boro tercatat sebagai “raksasa bisnis pangan”, sekedar menggarap usaha baru diluar perberasan, Perum Bulog seperti yang kesulitan. Selama jadi BUMN, Perum Bulog terbukti tidak mampu menampilkan diri sebagai lembaga bisnis yang menjanjikan.

Justru yang terjadi selama kurun waktu tersebut, kembali Perum Bulog menunjukkan kepiawaiannya sebagai operator pangan yang melaksanakan tugas tanggungjawab sosialnya. Tentu kita ingat dengan Program Beras untuk rakyat miskin (RASKIN) di awal tahun 2000an. Atau kita juga mengenal dengan baik Program Bantuan Langsung Beras kepada 22 juta rumah tangga penerima manfaat selama 12 bulan.
Yang lebih teruji lagi adalah penugasan Pemerintah kepada Perum Bulog untuk menyelenggarakan impor beras dari berbagai negara sahabat. Kebijakan impor beras yang selama ini dituding banyak nelahirkan perkeliruan, ternyata mampu dilaksanakan dengan baik, sekalipun di sana-sini masih ada masalah yang perlu ditangani lebih baik. Contoh konkritnya kasus “demurrage” impor beras, yang hingga kini masih belum ada pemecahannya.

BULOG (Badan Urusan Logistik) memiliki hubungan yang erat dengan petani dalam beberapa aspek, diantaranya pembelian gabah dan beras dari petani. Dalam hal ini, BULOG membeli beras langsung dari petani untuk memasok kebutuhan pangan nasional. Kemudian, penyediaan benih dan pupuk. Dalam hal ini BULOG menyediakan benih dan pupuk berkualitas untuk petani. Dan pengembangan teknologi pertanian, dimana BULOG bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan teknologi pertanian yang lebih efesien.

Saat Bulog terbebas dari status “perusahaan plat merah”, praktis Bulog menjadi lembaga otonom Pemerintah yang memiliki kehormatan dan tanggungjawab melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap kaum tani. Itu sebabnya, kita berkeyakinan, jika Bulog ingin mewujudkan “swasembada pangan yang mensejahterakan petani”, maka Bulog perlu menampilkan peran nyata dalam mendongkrak pendapatan para petani.

Salah satu peran strategis yang dapat digarap Bulog untuk meningkatkan penghasilan petani adalah dengan menjadikan Bulog sebagai “offtaker” yang membeli gabah, beras dan bahan pangan lain yang dihasilkan petani. Bulog tentu memiliki kemampuan untuk membeli gabah/beras petani dengan harga wajar. Artinya, kelemahan tawar menawar petani dalam penetapan harga jual, akan dapat diintervensi oleh harga wajar yang ditetapkan Bulog.

Selain itu harga yang ditetapkan Bulog, biasanya akan dijadikan acuan para bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha dalam mematok harga pembelian mereka dari petani. Sebagai lembaga otonom Pemerintah, Bulog pasti tahu persis berapa harga gabah/beras di tingkat petani yang dapat mensejahterakan dan memakmurkan para petani.

Selanjutnya, Bulog dapat juga berperan secara aktif dalam penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras. Bulog dapat memberi usulan konkrit terkait kepantasan harga gabah dan beras yang selama ini dirasakan petani. HPP Gabah dan Beras sendiri ingin mengakomodir kepentingan petani selaku produsen dan kepentingan masyarakat selaku konsumen.

Kalau kita tengok kondisi obyektif dunia pergabahan dan perberasan ysng tengah terjadi, ternyata ada perbedaan “kepemilikan” antara gabah dan beras. Sebagian besar petani padi, khususnya petani berlahan sempit atau sama sekali tidak memiliki lahan pertanian (petani gurem dan petani buruh, dalam mengelola usahatani padinya, mereka akan berujung di gabah kering panen (GKP).

Selebihnya, urusan merubah GKP menjadi Gabah Kering Giling (GKG) atau Beras, sudah bukan urusan petani lagi. Langkah merubah gabah menjadi beras, umumnya akan dilakukan oleh bandar/tengkulak/pedagang/pengusaha penggilingan. Dengan bahasa lain dapat disampaikan secara umum “gabah miliknya petani sedangkan beras miliknya pedagang”.

Dihadapkan pada suasana demikian, Bulog sesungguhnya mampu memfasilitasi petani agar jangan menjual hasil panennya dalam bentuk gabah tapi dalam bentuk beras. Pertanyaannya apakah Bulog memiliki kerelaan untuk mewujudkan langkah yang cukup mulia ini ? Sebab, jika petani dapat menjual hasil akhirnya dalam bentuk beras, maka nilai tambah ekonomi yang diperoleh petani tentu bakal semakin tinggi.

Teknis pelaksanaannya, petani yang tergabung dalam Gapoktan, diharapkan mampu membuat kesepakatan dengan Bulog untuk memproses perubahan gabah menjadi beras. Dalam kesepakatan tersebut, sebaiknya ditegaskan Bulog akan membeli beras petani dengan harga yang wajar dan memberi keuntungan optimal bagi petani.

Akhirnya penting untuk disampaikan, menjadikan Bulog sebagai pelindung dan pembela kaum tani, khususnya dalam memperoleh harga jual yang wajar, memang membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Sebagai sahabat sejati petani, Bulog perlu habis-habisan menunjukkan kecintaannya kepada petani. Kita optimis “Bulog Baru” akan mampu newujudkannya. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradox Antara Tax Eaters dan Tax Payers: Menghitung Harga Seorang Wakil Presiden

Next Post

Ubah Stigma Disabilitas, Mahasiswa MBKM PKh FIP UNM Gelar Workshop Pembuatan Tas dari Limbah Plastik

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Ubah Stigma Disabilitas, Mahasiswa MBKM PKh FIP UNM Gelar Workshop Pembuatan Tas dari Limbah Plastik

Ubah Stigma Disabilitas, Mahasiswa MBKM PKh FIP UNM Gelar Workshop Pembuatan Tas dari Limbah Plastik

Kisah Hantu di Kediaman Resmi PM Jepang

Kisah Hantu di Kediaman Resmi PM Jepang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...