• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Bye Bye PPP Kandas – Nasib Tragis Partai Legendaris

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
May 25, 2024
in News, Politik
0
Bye Bye PPP Kandas – Nasib Tragis Partai Legendaris
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.– – Peluang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menembus parlemen DPR periode 2024-2029 dipastikan kandas. Sebagian besar dari total 24 gugatan permohonan PPP terkait hasil sengketa Pileg 2024 ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Pada sidang dengan agenda pembacaan putusan dismissal pada 21-22 Mei 2024, lebih dari 16 gugatan PPP tidak diterima oleh MK. MK menyatakan mayoritas permohonan PPP tidak memenuhi syarat formil karena dinilai tidak jelas dan kabur. Beberapa gugatan yang dilanjutkan ke sidang pembuktian tidak memberikan harapan bagi PPP.

Dengan banyaknya gugatan yang kandas di MK, peluang PPP untuk lolos ke DPR periode lima tahun ke depan dipastikan sangat kecil. Perjuangan di MK merupakan jalan terakhir yang bisa ditempuh PPP. Hal ini membuat PPP untuk pertama kalinya gagal lolos ke DPR.

Mengutip buku ‘Meliput Pemilu, Panduan untuk Jurnalis’ (2004, 28), PPP telah menjadi partai kontestan pemilu sejak 1977. Pada masa itu, pemerintah Orde Baru era Soeharto bersama DPR membuat UU No. 15 Tahun 1975 tentang partai politik dan Golkar. UU tersebut menyederhanakan jumlah partai di Pemilu 1977 dibandingkan Pemilu 1971.

“Pakar politik dari Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, menyebut kegagalan PPP lolos ke DPR sebagai pil pahit yang harus ditelan oleh partai besutan Mardiono tersebut. “Cukup prihatin karena partai legendaris, partai Islam tertua di bawah kepemimpinan Mardiono tapi gak lolos,” ujar Ujang kepada VIVA pada Rabu malam, 22 Mei 2024.

Menurut Ujang, sebagai pucuk pimpinan partai, Mardiono harus bertanggung jawab atas kegagalan PPP. Ia mengidentifikasi beberapa penyebab utama kemunduran PPP pada 2024, termasuk konflik internal yang sering terjadi dan keputusan yang salah dalam menentukan dukungan politik di Pilpres 2024. Ujang menilai bahwa akar rumput PPP menginginkan dukungan kepada Anies Baswedan atau Prabowo Subianto, namun partai malah mendukung Ganjar-Mahfud bersama PDIP, yang dianggap tidak sinkron dengan keinginan konstituen.

Selain itu, Ujang menyebutkan bahwa fenomena politik uang yang semakin brutal di Pileg 2024 membuat PPP kesulitan bersaing dengan partai-partai yang memiliki banyak dana.

Menanggapi situasi ini, Plt Ketua Umum PPP Mardiono menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas pencapaian minus partai yang dipimpinnya. Dia berjanji untuk terus berjuang melalui jalur konstitusi hukum dan politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pemilih yang telah mempercayai PPP. “Upaya ini juga kami lakukan, karena kami tidak ingin rakyat nanti menyalurkan aspirasinya di jalanan atau di luar konstitusi,” kata Mardiono di kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2024.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek menyatakan bahwa pihaknya menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat, meskipun kecewa karena banyak gugatan PPP ditolak. “Padahal pada persidangan awal sudah kami tambahkan alat-alat bukti untuk PPP dan majelis hakim mengesahkan alat-alat bukti tersebut,” kata Awiek.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari meragukan upaya PPP untuk lolos ke DPR melalui MK. Hasyim menyatakan bahwa PPP kesulitan menembus ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar empat persen karena banyak gugatan yang tidak diterima MK. Berdasarkan hasil final rekapitulasi Pileg 2024 yang diumumkan KPU, PPP meraih 5.878.777 suara atau sekitar 3,87 persen suara sah nasional, masih di bawah ambang batas DPR yang minimal 4 persen suara sah nasional.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa PPP Tak Masuk Senayan?

Next Post

Ka’bah Kiblat Umat Islam: Berbondong-bondong Mengunjungi, Tetapi Mengapa PPP Ditanggalkan?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng
daerah

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Next Post
PPP : Demokrat Boleh Bergabung, Syaratnya Harus Dukung Ganjar

Ka'bah Kiblat Umat Islam: Berbondong-bondong Mengunjungi, Tetapi Mengapa PPP Ditanggalkan?

Presiden RI Dituduh Gunakan Ijasah Palsu Negara Mengalami Degradasi Moralitas Dan Minus Intelektualitas

Presiden RI Dituduh Gunakan Ijasah Palsu Negara Mengalami Degradasi Moralitas Dan Minus Intelektualitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist