• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Candu Stoik: Antara Cita dan Problematika

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 4, 2023
in Feature
0
Candu Stoik: Antara Cita dan Problematika

Ilustrasi: thinkstock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ilyas Syatori

Jakarta – Di umur dunia yang semakin senja dengan beragam problematika dan krisis yang kian hari kian tak terprediksi, tersebutlah generasi yang gamang akan dirinya sendiri baik secara individual maupun sosio-kultural. Mereka terhimpit beragam cita-cita kemapanan (pasar) yang meniscayakan munculnya residu yang tak sederhana. Generasi muda hari ini yang memang sedang dihimpit krisis, namun penuh romantisasi (optimis?) dibanding pendahulunya yang telah kehabisan akal dengan cita-citanya sendiri.

Himpitan-himpitan inilah yang dalam waktu belakangan ini memunculkan narasi besar kerinduan anak muda kepada sesuatu yang esensial dan lebih kekal yang sebelumnya dipenuhi dengan pilihan-pilihan artifisial dan temporer belaka. Sebut saja kerinduan mereka terhadap sesuatu yang esensial dengan ramainya perbincangan mengenai filsafat Stoikisme.

Kajian filsafat Stoik menjadi populer di kalangan anak muda; buku-buku dengan tema ini menjadi best-seller, dan perbincangan-perbincangan di warung kopi tak ketinggalan pula dengan tema ini. Bahkan muncul istilah populer dan unik di kalangan anak muda bahwa tanda menjadi anak hype adalah ketika ke warung kopi sambil menenteng salah satu buku paling populer tentang Stoik (baca: Filosofi Teras).

Secara teori memang sebenarnya filsafat Stoik tak menuntut penalaran yang berat seperti filsafat pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh filsafatnya lebih mengarah kepada sisi praksis daripada penalaran yang ketat. Dalam konteks tertentu, filsafat Stoik mirip dengan filsafat Sufisme Timur.

Secara sederhana filsafat Stoik mengajarkan manusia untuk lebih objektif memandang segala hal yang terjadi dalam hidup. Objektifikasi ini mengarahkan pada pola penalaran sederhana bahwa segala hal yang terjadi adalah netral untuk selanjutnya dipilah berdasar variabelnya apakah berada dalam kuasa atau sebaliknya. Siklus penalaran ini diyakini oleh filsafat Stoik sebagai cara memperoleh kebahagiaan dalam kondisi apa pun.

Lantas, tren di kalangan anak muda semacam ini layakkah untuk diapresiasi atau bahkan dirayakan? Mengingat Indonesia sangat jarang sekali terjadi sebuah tren berbasis literasi kecuali dulu kala ketika para founding father kita masih muda.

Bukan Sekadar Problem Individual

Zizek dan Chekhov sangat keras mengkritik kembali munculnya sikap ignorant anak muda yang diromantisasi dengan embel-embel “kembali ke spiritualitas, kembali ke diri” (Stoik) yang kini menggejala di Indonesia terlebih di kalangan menengah kota.

Stoik menurut Chekhov adalah ajaran yang tidak praktis dan tidak wajar sebab hanya mengajarkan kita untuk mengabaikan realitas dinamika hidup yang niscaya seperti kaya-miskin, sakit-sehat, susah-bahagia, dan sebagainya. Menuju suatu idealisme khas kelas mapan. Masa bodoh ketika kita sehat ternyata ongkosnya begitu mahal, atau ketika bahagia harus masuk sirkuit pasar kapitalisme yang selain tak murah juga destruktif.

Dengan sinis Zizek dalam On Believe mengatakan bahwa kecenderungan orang untuk kontemplasi-introspeksi diri tak akan mengubah dominasi kapitalisme atas dunia ini. Artinya, dominasi hegemoni kuasa-pasar tetap berlanjut bahkan sampai dunia hancur lebur sebab ulah kapitalisme. Justru akan menjadi celah kapitalisme untuk semakin menghegemoni.

Absurditas ini terletak pada sisi internal seorang muda yang merindukan ketenangan dengan mengabaikan sisi kritikal dalam hidup yang kompleks. Bagaimana mungkin ia menjadi tenang hanya dengan memilah mana yang perlu ia perhatikan dan ia abaikan di dalam pikirannya – seperti ajakan Stoik?

Dalam ajaran Stoik kita juga diajak menerima segala hal yang berada di luar batas kendali kita. Di sini memang tidaklah masalah, bukan? Menjadi masalah jika implementasi pemilihan skala prioritas dikembalikan lagi kepada para individu yang sudah kadung dihegemoni kuasa pasar, persaingan artifisial, dan burn out oleh kerja yang tak manusiawi. Dan, kaum muda jelas mengalami ini.

Kita sangat mudah menemui anak muda yang, sekali lagi dengan dalih agar menjadi tenang sebab menjadi Stoik, tutup kuping dan mulut terhadap problematika aktual yang bahkan mereka sendiri hadapi.

Dengan dalih ini pula ia menjadi seperti yang diharapkan oleh agenda kapital agar tetap bugar ketika bekerja untuk kemudian pada akhir pekan meluangkan waktunya berkeliling pusat perbelanjaan atau staycation ke hotel, jelas dengan bujet yang pas-pasan sebab gaji hanya mentok UMR walau kerja setengah mati.

Baiklah, jika contoh terlalu jauh dari sirkel kita, bagaimana dengan anak muda yang hanya bermain game, nonton anime, dan kegiatan menyenangkan lainnya sebagai upaya meredakan tekanan hidup? Keadaan ini akan diulang terus-menerus oleh mereka.

Lebih lanjut tentang ide Stoik yang mengajak kita untuk “menerima hal yang berada di luar kendali kita” memang terlihat dramatis dan moralis sekali sebab kecenderungan manusia memang fatalis-nihilis. Namun lagi-lagi rusak implementasinya jika hanya dilihat dalam kerangka pribadi yang berubah menjadi “ignorant bastard” terhadap problematika sekelilingnya.

Kita mudah sekali mendapati jawaban “itu bukan atas kendaliku, biarkan ‘atasan’ saja yang menyelesaikan” ketika kaum muda ditanya perihal konservasi alam atau pendidikan yang tak mencerdaskan, misal.

Memang secara historis ide tentang Stoik ini muncul dari kalangan priyayi-feodal Eropa kala itu yang hidup sudah kadung enak dan banyak dipraktikkan oleh raja-raja. Artinya, secara historis ide Stoik ini memang problematis sebab muncul dari arogansi individualitas kebangsawanan terhadap problematika dunia. Oleh karenanya dalam fenomena hari ini model pemikiran Stoik lebih kompatibel dengan kelas menengah urban.

Tentu esensi dari ajaran ini sedikit-banyak mengeliminasi upaya menuju kesadaran kolektif (solidaritas) atau struktural menjadi seolah-olah setiap problematika yang ada adalah beban individu semata. Sebagai penutup, saya mengutip motivasi sebagai jawab atas keruwetan hari ini. “Tidak akan berubah nasib suatu kaum (muda) kecuali kapitalisme memberinya modal untuk membuat start up.” Sudah, itu saja! Dan, mustahil!

Dikutip dari detik.com, Jumat 3 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jika Tak Temukan Dugaan Korupsi, KPK Tak Bisa Usut Alun Dengan Sangkaan TPPU

Next Post

Dardanella

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Dardanella

Kebakaran di stasiun penyimpanan bahan bakar Pertamina  Menewaskan 17 orang

Kebakaran di stasiun penyimpanan bahan bakar Pertamina  Menewaskan 17 orang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist