Oleh Yuddy Cahya Budiman
Kebakaran SPBU Indonesia, di Jakarta
JAKARTA, 3 Maret (Reuters) – Sedikitnya 17 orang tewas ketika kebakaran terjadi pada hari Jumat di stasiun penyimpanan bahan bakar yang dioperasikan oleh Perusahaan Energi Negara Indonesia Pertamina (PERTM.UL) di ibu kota Jakarta, seorang pejabat di pemadam kebakaran utama kota tersebut, yang dimulai setelah jam 8 malam, waktu setempat (1300 GMT), membakar beberapa rumah dan membuat penduduk sekitar di daerah padat penduduk panik, beberapa diantaranya melarikan diri dengan membawa barang-barang mereka.
Seorang juru bicara Pertamina mengatakan pada Jumat malam bahwa api telah padam sekitar pukul 22.30.
Api masih terlihat di sekitar rumah warga setelah itu, kata seorang petugas pemadam kebakaran di akun Instagram unit tersebut.
Dua dari korban tewas adalah anak-anak, sementara 50 orang terluka termasuk satu anak, menurut Rahmat Kristanto, seorang petugas di unit pemadam kebakaran.
Sebagian besar orang yang terluka menderita luka bakar dan pemerintah akan membiayai perawatan medis mereka, kata penjabat gubernur Jakarta Heru Budi Hartono kepada wartawan.
Di dekat posko, warga memadati area sementara petugas pemadam kebakaran membawa kantong jenazah berwarna oranye dari api. Badan mitigasi bencana Jakarta mengatakan warga telah dievakuasi ke masjid terdekat.
Siswandi, seorang warga berusia 21 tahun, mengatakan bahwa pemandangan itu “kacau, saat kami melarikan diri bersama para korban yang terluka yang setengah terbakar, dan itu menyebabkan kepanikan di antara orang-orang,” menambahkan bahwa dia mengambil semua dokumen berharganya dari tangannya. rumah.
Pusat panggilan pos pemadam kebakaran utama Jakarta mengatakan telah mengirimkan 51 unit ke daerah Plumpang di Jakarta Utara, menambahkan bahwa apinya sangat besar.
Pertamina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyebab insiden tersebut masih diselidiki dan upaya evakuasi sedang dilakukan.
Perusahaan mengatakan pasokan BBM untuk wilayah Jakarta tetap aman karena direncanakan mengalihkan pasokan dari terminal lain.
Kepala eksekutif Pertamina Nicke Widyawati meminta maaf atas kebakaran tersebut dan mengatakan akan “merefleksikan secara internal untuk menghindari insiden serupa terjadi lagi”.
Stasiun bahan bakar memiliki kapasitas lebih dari 300.000 kilo liter, menurut kementerian energi negara itu.
Reuters.






















