Jakarta – Fusilatnews – Menjelang Hari Raya Iduladha—yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji—yang diperkirakan jatuh pada 6 Juni 2025 (10 Zulhijah 1446 H), umat Islam yang hendak berkurban diimbau untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih hewan kurban. Selain untuk memenuhi syarat sah ibadah menurut syariat Islam, pemilihan hewan yang tepat juga penting guna mencegah penyebaran penyakit yang bisa membahayakan kesehatan manusia.
Menurut drh. Mochamad Aji Purbayu, M.Sc., anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), pemilihan hewan kurban yang sehat dan layak dapat membantu mencegah penularan zoonosis—penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Hal ini ia sampaikan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin, 26 Mei 2025.
Panduan Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sesuai Syariat
1. Perhatikan Ciri-Ciri Kesehatan Fisik
Hewan yang sehat umumnya menunjukkan perilaku aktif, lincah, serta memiliki nafsu makan yang baik. Tanda-tanda fisik hewan yang sehat meliputi:
- Bulu bersih dan mengilap
- Mata jernih, tanpa cairan berlebihan
- Lubang tubuh (mata, mulut, hidung, telinga, anus) bersih
- Cuping hidung basah (tidak kering)
- Tidak menunjukkan gejala diare
- Gelambir di leher tidak bengkak atau berisi cairan
- Tubuh berisi, tidak tampak lesu, dan gerak normal
Suhu tubuh hewan juga dapat dicek menggunakan termometer. Untuk hasil akurat, disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan agar dapat memastikan kondisi fisiologis sesuai standar jenis ternak.
2. Pastikan Hewan Tidak Cacat
Secara syariat, hewan kurban harus dalam kondisi fisik sempurna. Hewan yang mengalami cacat tidak dianggap sah sebagai hewan kurban.
Ciri hewan yang layak antara lain:
- Berjalan normal, tidak pincang
- Kedua mata berfungsi baik dan tidak buta
- Telinga utuh, meski terdapat eartag
- Alat gerak lengkap termasuk kuku
- Testis jantan lengkap dua dan simetris
- Ekor utuh, tidak terpotong
3. Cek Usia Hewan
Usia hewan juga menjadi syarat sah kurban. Umur dapat dikenali melalui pertumbuhan gigi tetap:
- Domba atau kambing: minimal 1 tahun (ditandai dengan tumbuhnya dua gigi tetap)
- Sapi atau kerbau: minimal 22 bulan (sekitar 2 tahun)
Usia yang memadai tidak hanya penting secara syariat, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas daging. Hewan yang terlalu muda biasanya memiliki kualitas daging yang belum optimal dan risiko kesehatan yang lebih besar.
4. Perhatikan Gizi dan Kondisi Lingkungan
Pilih hewan dengan kondisi gizi baik—tidak terlalu kurus, dan dibeli dari lokasi yang bersih dan higienis. Hindari membeli dari tempat kumuh atau dekat tempat pembuangan sampah. Idealnya, hewan berasal dari peternak atau penjual resmi yang bisa menunjukkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Pentingnya Pemilihan Hewan yang Sehat
Menurut drh. Aji, hewan yang terinfeksi penyakit bisa menularkan patogen melalui daging maupun cairan tubuhnya, terutama jika penyembelihan dilakukan tanpa standar kebersihan. Dengan memilih hewan yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat, masyarakat bukan hanya melaksanakan ibadah kurban secara sah, tetapi juga membantu menjaga ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan sekitar.
























