Seorang pasien suspek cacar monyet ditemukan di Jawa Tengah. Saat ini pasien tersebut tengah menjalani isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut di RS Dr Kariadi, Semarang.
Gejala-gelaja apa saja, yang patut dicurigai, sebagai indikasi terpapar Cara Monyet, silahkan simak ini; Kriteria suspected artinya, pasien mengalami ruam akut dengan penyebab tidak umum. Selain itu, pasien tersebut juga mengalami satu atau lebih gejala, seperti: Sakit kepala. Demam lebih dari 38,5 celcius. Limfadenopati. Myalgia. Sakit punggung. Kelemahan tubuh. Gejala-gejala ruam yang tidak menampakkan penyakit kulit lainnya
Adapun pasien suspect tersebut bukanlah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan bukan termasuk kelompok gay atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Hal ini dilaporkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Moh. Syahril.
“Itu baru suspek dan saat ini dirawat isolasi untuk perawatan,” katanya saat dihubungi “Bukan PPLN dan tidak termasuk kelompok gay,” demikian penegasan Syahril.
Siapa mereka yang masuk dalam kriteria suspek? dan memiliki satu atau lebih kriteria di bawah ini:
Riwayat kontak erat. Riwayat perjalanan ke negara endemik 21 hari sebelum gejala. Melakukan hubungan seksual 21 hari sebelum gejala. Hasil serologi positif orthopoxvirus dan tidak punya riwayat vaksin smallpox atau infeksi orthopoxvirus. Dirawat di RS terkait penyakit
Pasien suspek cacar monyet di wilayah Jawa Tengah (Jateng) ternyata merupakan warga Kabupaten Pati. Pasien tersebut saat ini pun telah menjalani perawatan secara intensif di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Pati, Jateng.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Trianti Venusia, membenarkan jika ada warga Pati yang menjadi suspek cacar monyet. Meski demikian, kondisi pasien itu saat ini telah berangsur membaik.
“Sudah ada perbaikan pemulihan. Namun, belum diizinkan pulang karena masih menunggu hasil laboratorium di Jakarta yang dikirim awal Agustus kemarin. Sampel darahnya diperiksa apa benar ada virus cacar monyet. Tapi, sampai saat ini kami belum mendapat hasilnya,” ujar Aviani
Aviani mengatakan gejala awal yang dialami pasien suspek cacar monyet di Pati, Jateng, itu adalah demam. Setelah itu, pasien itu mengalami nyeri kepala, diare, sariawan, dan pembengkakan getah bening.
“Awalnya demam, kemudian dibawa ke rumah sakit. Selebihnya khas [pembengkakan kelenjar getah bening] seperti cacar monyet, ada cairan, bisa pecah dan kering. tapi ada lesi [luka],” lanjut dia.
Aviani mengatakan warga Pati yang berstatus suspek cacar monyet di Jateng ini tidak memiliki riwayat perjalanan keluar negeri. Meski demikian, warga Pati itu berprofesi sebagai sopir atau driver dan kerap keluar kota.
“Profesinya driver, tidak bersentuhan dengan hewan. Memang keluar kota, tapi sudah kami lacak semua, termasuk keluarganya. Sudah kami lakukan tindakan, keluarga juga tidak kemana-mana. Isoman [isolasi mandiri] saja,” terang Kepala Dinkes Pati itu.
Terkait penanganan saat ini, DKK Pati menangani sesuai keluhan yang ada. Ditambah memberikan asupan vitamin secukupnya.


























