• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Cara Mewaspadai Cacar Monyet; Suspect Pasien sudah ditemukan di Jateng

fusilat by fusilat
August 5, 2022
in News
0
Covid-19 Belum Pergi Virus Cacar Monyet Muncul di Inggris

Virus langka yang berhubungan dengan cacar ini menyebabkan gejala seperti flu dan ruam yang parah, dan bisa mematikan. - Hak Cipta Atas Perkenan WHO/Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang pasien suspek cacar monyet ditemukan di Jawa Tengah. Saat ini pasien tersebut tengah menjalani isolasi dan pemeriksaan lebih lanjut di RS Dr Kariadi, Semarang.

Gejala-gelaja apa saja, yang patut dicurigai, sebagai indikasi terpapar Cara Monyet, silahkan simak ini; Kriteria suspected artinya, pasien mengalami ruam akut dengan penyebab tidak umum. Selain itu, pasien tersebut juga mengalami satu atau lebih gejala, seperti: Sakit kepala. Demam lebih dari 38,5 celcius. Limfadenopati. Myalgia. Sakit punggung. Kelemahan tubuh. Gejala-gejala ruam yang tidak menampakkan penyakit kulit lainnya

Adapun pasien suspect tersebut bukanlah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan bukan termasuk kelompok gay atau pria yang berhubungan seks dengan pria. Hal ini dilaporkan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Moh. Syahril.

“Itu baru suspek dan saat ini dirawat isolasi untuk perawatan,” katanya saat dihubungi  “Bukan PPLN dan tidak termasuk kelompok gay,” demikian penegasan Syahril.

Siapa mereka yang masuk dalam kriteria suspek? dan memiliki satu atau lebih kriteria di bawah ini:
Riwayat kontak erat. Riwayat perjalanan ke negara endemik 21 hari sebelum gejala. Melakukan hubungan seksual 21 hari sebelum gejala. Hasil serologi positif orthopoxvirus dan tidak punya riwayat vaksin smallpox atau infeksi orthopoxvirus. Dirawat di RS terkait penyakit

Pasien suspek cacar monyet di wilayah Jawa Tengah (Jateng) ternyata merupakan warga Kabupaten Pati. Pasien tersebut saat ini pun telah menjalani perawatan secara intensif di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Pati, Jateng.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Trianti Venusia, membenarkan jika ada warga Pati yang menjadi suspek cacar monyet. Meski demikian, kondisi pasien itu saat ini telah berangsur membaik.

“Sudah ada perbaikan pemulihan. Namun, belum diizinkan pulang karena masih menunggu hasil laboratorium di Jakarta yang dikirim awal Agustus kemarin. Sampel darahnya diperiksa apa benar ada virus cacar monyet. Tapi, sampai saat ini kami belum mendapat hasilnya,” ujar Aviani

Aviani mengatakan gejala awal yang dialami pasien suspek cacar monyet di Pati, Jateng, itu adalah demam. Setelah itu, pasien itu mengalami nyeri kepala, diare, sariawan, dan pembengkakan getah bening.

“Awalnya demam, kemudian dibawa ke rumah sakit. Selebihnya khas [pembengkakan kelenjar getah bening] seperti cacar monyet, ada cairan, bisa pecah dan kering. tapi ada lesi [luka],” lanjut dia.

Aviani mengatakan warga Pati yang berstatus suspek cacar monyet di Jateng ini tidak memiliki riwayat perjalanan keluar negeri. Meski demikian, warga Pati itu berprofesi sebagai sopir atau driver dan kerap keluar kota.

“Profesinya driver, tidak bersentuhan dengan hewan. Memang keluar kota, tapi sudah kami lacak semua, termasuk keluarganya. Sudah kami lakukan tindakan, keluarga juga tidak kemana-mana. Isoman [isolasi mandiri] saja,” terang Kepala Dinkes Pati itu.

Terkait penanganan saat ini, DKK Pati menangani sesuai keluhan yang ada. Ditambah memberikan asupan vitamin secukupnya.


Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

China: Tembakan Rudal balistik ke ZEE Jepang – Mengiringi Kunjungan Pelosi

Next Post

Adzan untuk Bayi dan Mayit – Ustadz Dr. Aam Amiruddin, M.Si 

fusilat

fusilat

Related Posts

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran
Crime

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar
daerah

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Next Post
Memahami Cara Meraih Lailatul Qadr – Hikmah Ramadhan 1443 H

Adzan untuk Bayi dan Mayit - Ustadz Dr. Aam Amiruddin, M.Si 

Resmi!!! Kapolri Copot 3 Jenderal, Tumbal Kematian Brigadir J, Siapa Saja???

Resmi!!! Kapolri Copot 3 Jenderal, Tumbal Kematian Brigadir J, Siapa Saja???

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist