JAL menyampaikan, kru pada penerbangan 516 itu, berangkat dari Sapporo, kota di utara Jepang ke Bandara Haneda, Tokyo, menjalankan prosedur yang digariskan. Pihak Japan Airlines memuji penumpang yang mengikuti proses evakuasi dengan baik, termasuk delapan anak prasekolah.
Tokyo – Fusilatnews – Ketika pesawat JAL516 dan pesawat Japan Coast Guard bertabrakan yang mengakibatkan kebakaran hebat di pesawat JAL berpenumpang ratusan orang, awak pesawat JAL 516 butuh 18 menit untuk mengevakuasi 367 penumpang dari pesawat yang terbakar di landasan Bandara Haneda, Tokyo, pada Selasa (2/1/2024). Semua penumpang selamat.
Berkat awak pesawat yang terlatih dalam menangani situasi darurat berhasil menyelamatkan ratusan penumpang di tengah kobaran api yang besar itu
Para pejabat di maskapai terbesar kedua Jepang tersebut, merekonstruksi keterangan dari para awak yang berjibaku pada hari itu. menjadi sebuah cerita.
Para awak pesawat itu mengikuti buku panduan perusahaan saat menghadapi peristiwa darurat. ‘’Mulai dengan aturan pertama, mengendalikan rasa panik,’’ demikian pernyataan para pejabat maskapai
Segera setelah pesawat Airbus A350 milik JAL berhenti, kru kabin menyerukan kepada penumpang tetap tenang. Ini disampaikan di tengah nyala api berwarna oranye terang membakar sebagian besar badan pesawat dan asap dengan cepat menyelimuti kabin.
Kru pesawat dengan cepat menimbang situasi yang mereka hadapi. Mereka memperhatikan situasi di luar pesawat dan memutuskan mana dari delapan pintu darurat yang aman digunakan untuk mengeluarkan penumpang dari pesawat.
‘’Lalu mereka menggunakan kata perintah pendek dan langsung seperti yang biasa dilakukan dalam pelatihan, seperti ‘tinggalkan barang bawaan’ dan ‘buka pintu ini’,’’ ujar para pejabat JAL menjelaskan proses evakuasi penumpang oleh para kru.
Beberapa penumpang, yang diwawancarai di bandara pada Selasa tengah malam, memuji proses evakuasi yang cepat menyelamatkan hidup penumpag. Tsubasa Sawada (28 tahun), seorang penumpang menuturkan pengalamannya.
‘’Saya mendengar ledakan, sekitar 10 menit setelahnya setiap penumpang dan saya berhasil keluar dari pesawat. Saya hanya bisa mengatakan ini sebuah keajaiban. Kami semua bisa saja mati kalau evakuasi berjalan lamban,’’ kata Tsubasa.
Protokol darurat menyebutkan, kru mesti memperoleh izin dari kokpit untuk membuka pintu keluar darurat. Kapten pesawat berdiri dekat dua pintu keluar darurat dan memberikan lampu hijau proses evakuasi penumpang dari kabin pesawat.
Sayangnya, pintu darurat ketiga di bagian belakang pesawat tak dapat digunakan sebab sistem informasi dan interkom tak lagi berfungsi. Kru kabin mengambil keputusan tepat dengan membuka pintu utama pesawat, mempersilakan penumpang keluar dengan alat luncur.
Pihak JAL menceriakan, setelah meyakinkan semua penumpang telah keluar dengan aman dari pesawat melalui tiga alat luncur, kru serta pilot menyudahi proses evakuasi itu pada pukul 18.05 waktu setempat atau 18 menit setelah pesawat mendarat.
Tabrakan yang melibatkan Airbus A350 ini merupakan kecelakaan signifikan pertama sejak 2015. Ini juga pertama kalinya pesawat penumpang yang diproduksi dengan menggunakan komposit karbon ringan terbakar secara keseluruhan.
Belum jelas bagaimana operasi 18 menit secara fisik, yang kemudian mengarahkan penumpang untuk keluar pesawat melalui alat seluncuran. Namun, para pakar keselamatan mengatakan, hasil wawancara dengan penumpang bisa dikaji oleh seluruh dunia.
Tujuannya, membantu dalam merumuskan prosedur-prosedur evakuasi untuk masa depan saat menghadapi situasi yang sama. ’’Kru kabin JAL patut mendapat pujian terkait buku teks evakuasi yang mereka miliki,’’ ujar seorang juru bicara Airbus.
JAL menyampaikan, kru pada penerbangan 516 itu, berangkat dari Sapporo, kota di utara Jepang ke Bandara Haneda, Tokyo, menjalankan prosedur yang digariskan. Pihak Japan Airlines memuji penumpang yang mengikuti proses evakuasi dengan baik, termasuk delapan anak prasekolah.
Sumber : Reuters.

























