Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Jakarta, Fusilatnews – Koalisi Masyarakat Sipil mengecam keras arogansi dan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, atas peristiwa teror kepala babi di kantor redaksi Tempo, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
“Pernyataan Hasan Nasbi yang seolah menyuruh ‘memasak kepala babi’ yang tergeletak di jalan itu, selain tidak berempati, juga melanggar prinsip kebebasan pers,” kata Al Araf dari Centra Initiative yang merupakan bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil di Jakarta, Jumat (21/3/2024).
Pernyataan tersebut, kata Al Araf, cenderung merendahkan, tidak patut disampaikan oleh seorang Kepala Kantor Komunikasi Presiden.
“Untuk itu, kami mengingatkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pernyataan ini sama sekali tidak seharusnya didiamkan, karena mengandung unsur kebencian terhadap kelompok jurnalis atau media yang kritis,” cetusnya.
Terlepas dari sikap dan posisi media untuk kritis terhadap situasi yang ada, kata Al Araf, ungkapan yang menyepelekan teror ini mengusik hak rasa aman seseorang, terutama jurnalis dalam kerja-kerja jurnalistiknya.
“Ungkapan yang disampaikan Hasan Nasbi menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah, yang diwakili Kantor Komunikasi Kepresidenan terhadap demokrasi dan kebebasan sipil. Bukannya menyampaikan, setidaknya sikap keperihatinan terhadap teror tersebut, justru seakan mendukung tindakan teror dimaksud,” sesalnya.
Ia kemudian mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau kembali posisi Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Kalau perlu dicopot.
“Dengan sikap tersebut di atas, nampak ia tidak cukup patut secara etika untuk menyampaikan pesan kepresidenan kepada masyarakat. Apalagi, peristiwa penghapusan cuitannya sendiri di akun X tentang RUU TNI sudah lebih dari cukup untuk mengevaluasi kinerja Hasan Nasbi sebagai ujung tombak komunikasi Presiden,” paparnya.
“Kami juga prihatin dan bersolidaritas atas teror kepala babi yang dialami Tempo. Cara-cara teror ini ternyata masih terus digunakan untuk mengintimidasi kebebasan dan demokrasi. Praktik purba yang seharusnya sudah ditinggalkan, justru masih terjadi hari ini. Dengan demikian, penting pengungkapan kasus teror ini dilakukan, hingga pelaku dapat diketahui,” tandasnya.
Selain Centra Initiative,
Koalisi Masyarakat Sipil terdiri atas Imparsial, PBHI, ELSAM, Walhi, HRWG, DeJuRe, dan Setara Institute.






















