FusilatNews- Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan jadi capres pada Senin (3/10/2022) menimbulkan dinamika internal. Diduga sejumlah kader Partai NasDem mundur karena pencapresan Anies Baswedan.
Inilah daftar kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mundur setelah deklarasikan nama Gubernur DKI Anies Baswedan jadi calon presiden (capres) 2024.
Niluh Djelantik
Tokoh masyarakat dari Bali Nilu Djelantik Salah satu kader yang pamit adalah Ketua Departemen Bidang UMKM DPP Partai NasDem. Desainer busana ternama itu mengumumkan pengunduran diri melalui Twitter. Niluh menyatakan tidak sejalan dengan Anies meski tidak punya masalah pribadi dengan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Anies Baswedan berada di seberang kami, kami tidak ada masalah dengan beliau pribadi, karena pada saat beliau jadi jubir capres Pak Jokowi itu kami menyambut dengan sangat baik. Kami percaya beliau membawa pesan yang baik untuk negara ini, hingga dilantik jadi menteri, siapa pun pilihan Pak Jokowi kami support,” kata Niluh, dikutip dari detikcom, Selasa (4/10).
Fredriek Lumalente
Langkah Niluh diikuti oleh eks Ketua DPW Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (Garpu) NasDem Sulawesi Utara (Sulut) Fredriek ‘Didi Roa’ Lumalente. Fredriek mengaku tak cocok dengan Anies. Dia juga telah mengobrol dengan Niluh sebelum mengumumkan keputusan itu.
“Saya dengan Niluh di Bali, kami bercerita. Saya kan tidak terlalu suka ke Anies, jadi keluar saja. Sebagai kader saya mundur,” ucap Fredriek dilansir detikcom, Kamis (6/10).
Panji Astika
Hal serupa dilakukan Kader lainnya yang juga mengundurkan diri adalah Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika. Panji mengaku tidak cocok. Ia menilai lebih baik keluar daripada terus tidak cocok dengan keputusan NasDem.
Andreas Acui Simanjaya
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya juga memilih mundur dari kepengurusan di DPD Partai NasDem Kalbar. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali. Ali menyebut keputusan mundur para kader NasDem tersebut tidak bisa dihalangi dan merupakan seleksi alam. Karena, keputusan NasDem untuk mengusung Anies Baswedan menjadi Capres ini juga akan menyeleksi loyalitas kader kepada partai.
“Kata Ketua Umum, keputusan kemarin ini juga akan menyeleksi loyalitas kader terhadap partai. Jadi, ini akan terjadi seleksi alam,” kata Ali, Selasa (4/10/2022), dilansir Kompas.com.
Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan partai tak kehilangan kader setelah deklarasi Anies. Menurut Hermawi, keputusan NasDem mengusung Anies justru menambah kekuatan partai. Ia menyebut kader NasDem bertambah sekitar 3.601 orang setelah deklarasi Anies capres.
“Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah. Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang,” ucap Hermawi dalam keterangan tertulis, Selasa.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























