• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Dibungkam ke Diundang: Politik Dua Wajah 212 di Era Prabowo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 25, 2025
in Feature, Komunitas
0
Waketum MUI: Meminta Jaga Persatuan, Jangan Rerpecah Belah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Ada yang berubah dalam lanskap politik Indonesia ketika gerakan 212 kembali menggelar reuni akbarnya pada 2 Desember 2025. Perubahan itu tidak terletak pada massa yang hadir, seruan moral yang digaungkan, ataupun figur-figur sentral yang mengisi panggung. Pergeseran terbesar justru tampak pada relasi politik gerakan ini dengan puncak kekuasaan. Bila pada periode 2014–2024 gerakan 212 berjalan dalam suasana penuh curiga dan ketegangan—kala Joko Widodo berada di tampuk kekuasaan—kini suasana itu mencair. Hubungan dengan pemerintah bergeser dari resistensi menjadi kedekatan politis yang tak dapat diabaikan.

Indikatornya sederhana namun sarat makna: panitia Reuni Akbar Mujahid 212 secara terbuka mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir di Monas. Tak ada gelombang kecaman, tak ada sindiran pejabat publik, tak ada tekanan halus maupun terang-terangan sebagaimana yang jamak terjadi di era Jokowi. Keheningan ini memantulkan realitas baru: konfigurasi politik 212 telah berubah, dan begitu pula cara negara memperlakukannya.


Dalam siaran persnya, panitia Reuni 212 menyebut acara tahun ini mengusung tema besar “Revolusi Akhlak untuk Melindungi Indonesia dari Para Penjahat dan Mendukung Palestina Merdeka dari Penjajahan.” Formulasi itu seolah menegaskan bahwa 212 tidak sekadar menatap ke dalam—melakukan muhasabah, sholawat, dan munajat kubro—tetapi juga menegaskan posisi politiknya dalam isu global, terutama Palestina. Solidaritas kemanusiaan, penggalangan dana, serta tekanan moral kepada pemerintah untuk lebih lantang bersikap terhadap Israel menjadi rangkaian misi yang mereka dorong.

Rangkaian acara yang disusun panitia memperlihatkan perpaduan antara spiritualitas dan aktivisme. Ada muhasabah untuk mengoreksi diri, sholat berjamaah, sholawat, serta pidato oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Meski familiar, momentum tahun ini terasa berbeda: ia ingin menjadi persembahan moral sekaligus tekanan politik agar negara menegakkan keadilan dan membangun ekonomi secara lebih beradab.


Pertanyaannya: mengapa kini 212 lebih dekat dengan kekuasaan?

Prabowo, berbeda dengan pendahulunya, sejak awal membangun relasi sosial yang lebih lentur. Ia tidak meletakkan 212 sebagai oposisi moral, sebagaimana sering diasosiasikan pada masa Jokowi, melainkan sebagai bagian dari ekosistem masyarakat yang punya suara dan pengaruh. Undangan ke Presiden Prabowo—dan keyakinan bahwa ia akan hadir atau setidaknya mengirim wakil resmi—adalah penanda dari hubungan yang lebih cair. Dan, sebagaimana diyakini banyak pihak, bila pun Prabowo berhalangan, panitia tidak membayangkan sosok bernama Gibran sebagai representasi politik yang pas untuk podium 212.

Relasi ini bukan semata simbolis. Ia adalah tanda bahwa peta politik Islam pasca-2024 tengah memasuki fase konsolidasi baru. Di satu sisi, pemerintah ingin merangkul arus besar umat; di sisi lain, 212 melihat peluang untuk menagih janji perubahan, khususnya dalam penegakan hukum dan politik keadilan yang selama ini banyak dikritisi.


Reuni 212 tahun ini bukan sekadar ritual tahunan. Ia sedang menguji dua hal sekaligus: kematangan pemerintah dalam merawat keragaman politik serta kesiapan 212 memosisikan diri bukan hanya sebagai gerakan moral, tetapi juga sebagai mitra kritis negara. Perubahan suasana dari era Jokowi ke era Prabowo menandai perjalanan panjang hubungan kuasa yang tak pernah sepenuhnya selesai.

Namun satu hal tampak jelas: 212 tidak lagi berada di pinggir. Ia kembali ke ruang politik nasional, dan untuk pertama kalinya dalam satu dekade, negara tidak bersikap defensif atas kehadirannya. Di titik inilah, kontradiksi dengan era Jokowi menjadi terang-benderang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gugatan Sunyi dari Sawah: Mengapa Petani Kian Terperosok?

Next Post

Tanggapan Hukum terhadap Narasi Video Edy Mulyadi Sang Aktivis Pejuang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Wajar Edy Mulyadi Sumpahi Jokowi?

Tanggapan Hukum terhadap Narasi Video Edy Mulyadi Sang Aktivis Pejuang

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Para Tokoh PDIP Turun Gunung Serang Balik Ahmad Ali PSI soal Sindiran “Nenek-Nenek”, Ganjar Ikut Angkat Suara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...