Fusilatnews – Sindiran Ahmad Ali soal “nenek-nenek” ternyata tidak lewat begitu saja. Sejumlah tokoh PDIP langsung bereaksi, dan kini Ganjar Pranowo ikut turun gelanggang—bukan untuk membalas, melainkan mengingatkan bahwa politisi seharusnya sibuk mengurus rakyat, bukan menghina usia seseorang.
Gelombang respons dari internal PDIP terus menguat setelah Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyampaikan pernyataan yang diduga menyindir ketua umum partai yang “sudah berusia lanjut atau nenek-nenek”. Sejumlah tokoh PDIP langsung menanggapi, mulai dari kader muda hingga petinggi partai.
Kini, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo ikut buka suara. Meski tidak terpancing, Ganjar menegaskan bahwa persoalan rakyat jauh lebih penting untuk diurus ketimbang saling sindir antarpetinggi partai.
“Ada lebih banyak problem rakyat yang membutuhkan bantuan kita semua termasuk Parpol,”
ujar Ganjar kepada Tribunnews.com, Senin (24/11/2025).
Berbeda dengan pendekatan Ganjar yang memilih meredam suasana, sejumlah tokoh PDIP lain mengambil posisi lebih keras.
Tokoh-tokoh PDIP yang Menyerang Balik Ahmad Ali
Mohamad Guntur Romli
Menilai pernyataan Ahmad Ali sebagai bentuk politics of insult. Ia menyebut sindiran bernada “nenek-nenek” bukan hanya menyinggung PDIP, tetapi juga melecehkan perempuan dan lansia.Ferdinand Hutahaean
Melontarkan kritik pedas dan menyindir kondisi mental Ahmad Ali. Dalam komentarnya, ia menyebut Ahmad Ali sebaiknya “minum obat cacing” agar pikirannya lebih sehat.Yulian Gunhar
Meminta PSI menjaga etika berpolitik dan mempertanyakan maksud sesungguhnya dari sindiran Ahmad Ali. Ia menilai PSI seharusnya fokus berkarya, bukan menyerang partai lain dengan cara merendahkan.Ganjar Pranowo
Tidak menyerang balik, tetapi memberikan sentilan halus bahwa pejabat partai semestinya berkonsentrasi pada persoalan rakyat, bukan sibuk menyindir ketua partai lain.
Dalam Rakorwil PSI di Batam (22 November 2025), Ahmad Ali mengucapkan:
“Sialnya Pak Jokowi ini. … ada nenek-nenek yang sudah puluhan tahun jadi ketua partai.”
Dia juga mengatakan: “Ada Bapak Presiden yang sekarang sudah 20 tahun juga tidak disuruh berhenti.”




















