• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketika Negara Menghilang dan Korporasi Asing Mengisi Kekosongan – China Punya Bandara Privat di Morowali

Ali Syarief by Ali Syarief
November 25, 2025
in Crime, Feature
0
Ketika Negara Menghilang dan Korporasi Asing Mengisi Kekosongan – China Punya Bandara Privat di Morowali
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews –Isu “China punya bandara sendiri di Morowali” kembali meledak di ruang publik. Bukan karena sensasi, tetapi karena sebuah kenyataan yang jauh lebih mengkhawatirkan: di jantung kawasan industri nikel terbesar Indonesia itu berdiri sebuah bandara yang diduga beroperasi tanpa bea cukai, tanpa imigrasi, bahkan tanpa akses penuh aparat keamanan negara. Di balik landasan pacu yang memanjang dan pesawat yang keluar-masuk tanpa sorotan publik, terhampar pertanyaan paling mendasar tentang kedaulatan: apakah negara masih berkuasa atas wilayahnya sendiri ketika sebuah korporasi bisa mengatur pintu gerbang udaranya tanpa kehadiran negara?


Di pusat kontroversi itu berdiri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)—kawasan industri nikel seluas hampir 4.000 hektare yang kini menjadi salah satu simpul ekonomi paling strategis di Indonesia. Namun di dalam wilayah raksasa itulah muncul klaim yang menggetarkan: bahwa ada bandara yang beroperasi tanpa kontrol bea cukai, tanpa imigrasi, bahkan tanpa akses penuh aparat keamanan Indonesia.


“Tidak Ada Otoritas Indonesia di Sana”

Dalam wawancara di kanal Forum Keadilan TV, Senin, 24 November 2025, Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies (ISDS), Edna Caroline, melemparkan kritik yang langsung menyambar pusat masalah:

“Di dalam kawasan IMIP terdapat bandara yang tidak ada otoritas Indonesia. Pergerakan orang dan barang berlangsung tanpa bea cukai, tanpa imigrasi. Aparat pun sulit masuk ke sana.”

Edna tidak menyajikan isu ini sebagai rumor baru. Ia menempatkannya sebagai bagian dari kebocoran tambang yang selama ini diduga berlangsung, khususnya sejak periode awal politik energi dan mineral di era Pilpres 2014. Bila dulu yang ilegal itu tambang, kini, menurutnya, infrastrukturnya ikut “menghilang” dari pengawasan negara.

Klausanya tajam: bandara itu berada di wilayah RI, tapi tidak berada dalam kendali RI.


Konfirmasi dari Menhan: “Tidak Boleh Ada Negara di Dalam Negara”

Puncak kekhawatiran muncul ketika Edna menyebut bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pernah menyampaikan pengakuan serupa.

Saat Menhan meninjau latihan TNI di kawasan Morowali, ia dikabarkan menyoroti langsung absennya aparat bea cukai dan imigrasi di bandara yang berada dalam kompleks IMIP.

Kutipan yang dibawa Edna dari ucapannya sangat jelas dan nyaris simbolik:

“Tidak boleh ada negara di dalam negara.”

Kalimat yang biasanya menjadi retorika kini terasa seperti diagnosis pilu: bahwa ada wilayah dalam negeri yang dikelola dengan mekanisme sendiri, aturan sendiri, dan akses sendiri—seolah di luar struktur kedaulatan formal Republik Indonesia.


Pertanyaan Besar: Di Mana Negara?

Masalah ini bukan semata soal bandara, bukan pula tentang pesawat yang mungkin membawa teknisi, barang, atau material industri. Persoalan utamanya adalah absennya kontrol negara dalam sebuah titik mobilisasi strategis—di tengah industri bernilai triliunan rupiah yang penuh risiko penyelundupan, pencucian nikel, hingga perpindahan tenaga kerja asing tanpa verifikasi.

Bila benar bandara itu:

  • tidak memiliki pos imigrasi,

  • tidak melibatkan bea cukai,

  • tak bisa dimasuki aparat tanpa izin korporasi,

maka masalahnya bukan “heboh China punya bandara.”
Masalahnya adalah Indonesia kehilangan pos penjaganya sendiri.

Dan ketika negara kehilangan pintu gerbangnya,
kedaulatan bukan sekadar retak—tapi tembus.


Kedaulatan Infrastruktur: Ketika Modal Lebih Berdaulat dari Negara

IMIP selama ini berdiri sebagai ikon industrialisasi nikel Indonesia. Namun, di sana pula terkonsentrasi jaringan kepentingan global—termasuk modal besar dari perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Di titik inilah muncul persoalan paling fundamental:
apakah negara masih mengendalikan wilayahnya ketika sebuah kawasan industri mempunyai sistem transportasi udara yang beroperasi tanpa prosedur negara?

Isu ini tidak boleh dipandang sebagai drama anti-Tiongkok.
Ini mutlak tentang:

  • keamanan nasional,

  • kedaulatan teritorial,

  • arus pekerja asing,

  • potensi penyelundupan mineral,

  • hilangnya kontrol atas pergerakan strategis di wilayah industri kritis.

Seluruhnya berkaitan langsung dengan hak negara untuk mengetahui siapa masuk, siapa keluar, serta apa yang dibawa melalui langitnya.


Negara Wajib Hadir—Bukan Hanya Secara Retorik

Kisah bandara Morowali ini menyentakkan publik bukan karena isu asing. Yang membuat geger adalah kenyataan bahwa di sebuah wilayah kaya sumber daya—yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi nasional—kontrol negara justru melemah.

Dan ketika seorang Menhan sampai perlu mengingatkan,
“tidak boleh ada negara dalam negara,”
itu berarti masalahnya telah melampaui batas toleransi birokrasi.

Ini bukan alarm dini.
Ini sudah sirene merah.

Negara tak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.
Bandara—bagaimanapun bentuknya—adalah pintu kedaulatan.
Dan sebuah pintu yang tak dijaga negara bukan lagi pintu,
melainkan celah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peringatan 212 YAD: Saat Keadilan Menagih Janjinya — “Adili Jokowi”

Next Post

Ketika Waktu Menjadi Guru: Renungan di Ulang Tahun ke-80 Sahabat Mulia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Ketika Waktu Menjadi Guru: Renungan di Ulang Tahun ke-80 Sahabat Mulia

Ketika Waktu Menjadi Guru: Renungan di Ulang Tahun ke-80 Sahabat Mulia

MENYELAMI “MENS REA” POLISI

MENYELAMI “MENS REA” POLISI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist