• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Peringatan 212 YAD: Saat Keadilan Menagih Janjinya — “Adili Jokowi”

Ali Syarief by Ali Syarief
November 25, 2025
in Feature, Komunitas
0
Panitia Reuni 212 Akan Undang Heru Budi, Kapolda Metro Jaya Hingga Menlu Retno Marsudi

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di republik yang katanya gemah ripah loh jinawi ini, hukum sering kali mirip karet gelang di saku celana: lentur, bisa ditarik ke mana pun, tergantung siapa yang memegangnya. Dan setiap kali kita bicara soal keadilan, selalu ada suara lirih dari pojok hati rakyat yang bertanya: “Kapan hukum berpihak pada kami, bukan pada penguasa?”

Maka ketika 212 kembali diperingati—sebuah ingatan kolektif tentang suara rakyat yang pernah menggema lebih keras daripada toa masjid—tema “Keadilan Hukum: Adili Jokowi” bukanlah sekadar slogan. Ia adalah seruan moral, jeritan nurani, dan sekaligus pengingat bahwa republik ini pernah hampir kehilangan wajahnya.

Jokowi dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Sepuluh tahun negeri ini bergulir di bawah bayang-bayang kekuasaan Jokowi. Kata orang, beliau merakyat, merangkul, sederhana. Namun realitas politik sering lebih lihai daripada pencitraan. Di balik senyum yang dipoles kamera, terlalu banyak cacat hukum yang ditinggalkan: nepotisme yang merekah seperti bunga plastik—menyala tapi tak berjiwa; penyempitan ruang demokrasi; hukum yang mencolok mata karena tumpul ke atas tapi tajamnya melebihi sembilu saat menyentuh rakyat biasa.

Tak heran rakyat bertanya, dengan nada getir, “Mengapa semua ini seakan dibiarkan mengalir seolah tak ada yang salah?”

Pertanyaan itu bukan kebencian—itu tanda cinta pada republik. Karena hanya yang mencintai yang berani menegur.

Kenapa “Adili Jokowi”?

“Adili Jokowi” bukanlah ajakan balas dendam. Ini bukan dendam masa lalu yang tak tuntas atau nostalgia konflik politik. Ini sebuah tuntutan akal sehat.

Jika hukum benar-benar pilar negara, maka pejabat tertinggi sekalipun tidak boleh kebal. Jika ada penyimpangan, maka proses hukum adalah jalan etis dan konstitusional untuk mengoreksinya. Itu saja. Tidak kurang, tidak lebih.

Dalam gaya Mahbub Junaedi:
Republik ini tak boleh dibiarkan menjadi panggung sirkus di mana para badut tertawa, sementara penonton dipaksa pura-pura senang.

Seruan “Adili Jokowi” adalah cara rakyat berkata: “Cukuplah sandiwaranya, mari buka lembaran kebenaran.”

212, Ruang Moral Rakyat

Gerakan 212 pernah membuktikan satu hal: rakyat bisa bersatu ketika merasa keadilan diinjak-injak. Kini, di momen peringatannya, semangat itu tak boleh redup hanya karena kekuasaan bergeser atau aktor politik berubah posisi.

212 YAD harus menjadi ruang moral, bukan hanya kerumunan. Tempat di mana rakyat mengingat bahwa hukum tidak boleh tergadaikan oleh ambisi siapa pun.

Tema “Keadilan Hukum – Adili Jokowi” justru menempatkan gerakan ini kembali ke relnya: memperjuangkan keadilan, melawan ketidakadilan, dan menolak negara berubah menjadi milik keluarga atau kroni segelintir orang.

Tuntutan Ini untuk Republik, Bukan untuk Dendam

Dalam politik Indonesia yang penuh asap dan kaca benggala, mudah sekali menyalahartikan kritik sebagai permusuhan. Padahal kritik adalah oksigen demokrasi. Dan tuntutan penegakan hukum terhadap seorang mantan presiden bukanlah tindakan subversif—justru itulah yang menjaga republik tetap demokratis.

Karena negara yang sehat adalah negara yang berani membuka pintu ruang sidang, bukan menutupinya dengan karpet merah kekuasaan.

Akhir Kata: Republik Harus Diselamatkan dari Ketakutan

Dalam humor khas Mahbub Junaedi:
Negeri ini terlalu besar untuk dipasrahkan pada para politisi yang sibuk menghitung suara, dan terlalu berharga untuk diserahkan pada mereka yang sibuk menghitung harta.

Peringatan 212 YAD harus menjadi momentum rakyat untuk menyatakan:
Negeri ini masih punya nurani. Hukum masih punya martabat. Dan rakyat masih punya keberanian.

Jika ada kesalahan masa lalu, siapapun pelakunya—even seorang presiden sekalipun—harus siap mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.

Itulah makna sejati dari tema “Keadilan Hukum – Adili Jokowi.”
Bukan seruan kebencian, tapi seruan keberanian.

Agar republik tetap republik.
Agar hukum tetap hukum.
Agar rakyat tetap rakyat—bukan objek permainan kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Para Tokoh PDIP Turun Gunung Serang Balik Ahmad Ali PSI soal Sindiran “Nenek-Nenek”, Ganjar Ikut Angkat Suara

Next Post

Ketika Negara Menghilang dan Korporasi Asing Mengisi Kekosongan – China Punya Bandara Privat di Morowali

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Ketika Negara Menghilang dan Korporasi Asing Mengisi Kekosongan – China Punya Bandara Privat di Morowali

Ketika Negara Menghilang dan Korporasi Asing Mengisi Kekosongan - China Punya Bandara Privat di Morowali

Ketika Waktu Menjadi Guru: Renungan di Ulang Tahun ke-80 Sahabat Mulia

Ketika Waktu Menjadi Guru: Renungan di Ulang Tahun ke-80 Sahabat Mulia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist