• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Dari Lumbung ke Pasar Dunia: Saatnya Indonesia Ekspor Beras, Bukan Lagi Impor!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 4, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

“Kalau tidak impor beras, ya sebaiknya ekspor.”

Pernyataan sederhana ini menyiratkan satu hal penting: Indonesia seharusnya sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan beras. Bahkan lebih dari itu, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam pasar beras dunia. Artinya, jika kita sudah tidak perlu bergantung pada beras luar negeri, maka kelebihan produksi sepatutnya dimanfaatkan sebagai peluang ekspor—bukan malah teronggok di lumbung tanpa arah.

Pernyataan tersebut bukan sekadar harapan kosong. Dengan catatan produksi yang terus meningkat dan cadangan beras nasional yang mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir—lebih dari 4 juta ton—Indonesia kini berdiri di ambang pintu swasembada yang sejati.

Namun, di tengah geliat kabar baik ini, muncul suara-suara kehati-hatian. Ada yang mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru mengekspor. Kekhawatiran ini sah-sah saja, bahkan perlu disikapi secara bijak. Karena ekspor tanpa perhitungan matang bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Maka sebelum memutuskan membuka keran ekspor, ada sejumlah prasyarat yang harus dipastikan:

  1. Ketersediaan dalam negeri harus aman. Jangan sampai ekspor justru mengorbankan kebutuhan rakyat sendiri.
  2. Harga beras harus stabil. Jangan biarkan ekspor menekan rakyat dengan lonjakan harga.
  3. Cadangan pemerintah harus cukup. Untuk kebutuhan bansos, bencana, dan stabilisasi pasar.

Jika semua itu terpenuhi, maka ekspor bukan hanya memungkinkan, tapi juga ideal. Apalagi jika benar kabar bahwa negara sahabat, salah satunya Malaysia, tertarik mengimpor beras dari kita. Tentu ini bisa jadi momentum penting untuk mengangkat martabat petani dan mempertebal devisa negara.

Lampu hijau dari Presiden Prabowo pun tampaknya mulai berkedip. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan berhenti mengimpor beras konsumsi mulai 2025. Pernyataan ini diperkuat dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin 2 Juni 2025.

Ada sejumlah alasan kuat mendasari optimisme itu:

  • Stok beras nasional tembus lebih dari 4 juta ton.
  • Penyerapan gabah oleh Bulog diperkirakan mencapai 400-500 ribu ton bulan ini, melebihi kebutuhan bansos 360 ribu ton.
  • Nilai Tukar Petani (NTP) juga menunjukkan tren positif, dengan angka 121 pada Mei 2025, tertinggi dibanding tahun lalu.

Tak pelak, pengumuman penghentian impor beras konsumsi itu membuat beberapa negara produsen beras seperti Thailand dan Vietnam gusar. Pasar besar mereka kini mengecil. Tapi bagi kita, ini adalah momen kebangkitan.

Tentu saja, menghentikan impor bukan perkara sehari jadi. Ada risiko yang harus diantisipasi. Salah satunya adalah memastikan agar produksi dalam negeri tidak menurun secara drastis dalam waktu dekat. Untuk itu, swasembada harus dijaga agar berkelanjutan.

Berikut langkah-langkah konkret menuju swasembada beras yang berkelanjutan:

  1. Meningkatkan produksi. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
  2. Penguatan infrastruktur pertanian. Seperti irigasi, jalan tani, dan gudang penyimpanan.
  3. Penerapan teknologi dan benih unggul. Untuk peningkatan produktivitas.
  4. Perbaikan sistem distribusi dan penyimpanan. Agar kehilangan hasil panen dapat ditekan.
  5. Peningkatan kapasitas petani. Melalui pelatihan dan pendampingan.
  6. Kebijakan pertanian yang tepat. Pro-petani dan berorientasi jangka panjang.
  7. Pengawasan harga pasar. Agar harga tetap adil bagi petani dan konsumen.

Dengan strategi ini, Indonesia tidak hanya bisa berhenti mengimpor, tapi juga mampu mengekspor secara konsisten. Swasembada bukan lagi impian, melainkan keniscayaan yang tinggal diwujudkan.

Dan saat itu terjadi, dunia tidak lagi mengenal Indonesia sebagai negara pengimpor beras terbesar, melainkan sebagai pengekspor pangan yang mandiri dan berdaulat.

Mari kita cermati dan kawal langkah besar ini—demi petani, demi bangsa.

Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perkembangan Proses Hukum Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Next Post

Presiden RI Tumbang Oleh Yang Tak Tertulis dalam UUD

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Presiden RI Tumbang Oleh Yang Tak Tertulis dalam UUD

Presiden RI Tumbang Oleh Yang Tak Tertulis dalam UUD

Disebut Tim Penyidik Kejagung Kembalikan Uang Korupsi BTS4G Rp 27 Miliar, Siapa Sosok S?

Bagaimana Jadinya Indonesia Tanpa Korupsi? - Proyek Besar Peradaban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...