• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Bagaimana Jadinya Indonesia Tanpa Korupsi? – Proyek Besar Peradaban

Jika Setiap Rupiah Sampai ke Tujuannya

Ali Syarief by Ali Syarief
June 4, 2025
in Crime, Feature
0
Disebut Tim Penyidik Kejagung Kembalikan Uang Korupsi BTS4G Rp 27 Miliar, Siapa Sosok S?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada sebuah pagi di Lanny Jaya, Papua, seorang guru berdiri di depan ruang kelas berdinding papan yang bolong dan berlantaikan tanah. Ia mengajar tanpa gaji tetap, tanpa buku pelajaran cukup, dan tanpa listrik. Di sisi lain negeri ini, di ruang dingin berpendingin udara di Ibu Kota, seorang pejabat negara duduk di ruang tahanan KPK karena ditangkap tangan menerima suap miliaran rupiah dari proyek fiktif.

Dua potret itu saling terhubung. Uang yang seharusnya membiayai pendidikan anak-anak di ujung timur Indonesia, raib entah ke mana. Itulah wajah korupsi di Indonesia: bukan sekadar kejahatan administratif, tapi tragedi sosial.

Lalu muncul pertanyaan yang menggugah imajinasi dan menggugat nurani: Bagaimana jadinya Indonesia jika korupsi tidak pernah ada?

Harga Sebuah Impian

Menurut laporan Transparency International tahun 2024, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di angka 34 dari 100, turun dari 38 pada tahun 2019. Skor ini menempatkan Indonesia di posisi ke-115 dari 180 negara, setara dengan negara-negara yang sedang berjuang dengan ketidakstabilan politik dan krisis institusi.

Bukan hanya soal peringkat. Laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut bahwa sepanjang 2023, kerugian negara akibat korupsi mencapai lebih dari Rp 51 triliun. Uang sebesar itu bisa membiayai pembangunan lebih dari 100.000 ruang kelas baru, 1.700 rumah sakit tipe D, atau menyediakan kuota internet gratis untuk 30 juta pelajar selama satu tahun.

“Korupsi di Indonesia itu sistemik dan massif. Bukan soal oknum, tapi soal sistem yang dirancang untuk bocor,” kata Emerson Yuntho, aktivis antikorupsi dari ICW.

Bayangkan Dunia Tanpa Bocor

Apa jadinya jika uang yang hilang itu tidak pernah dicuri?

Maka tak akan ada RSUD yang mangkrak karena kontraktor kabur. Tak ada kasus dana bansos disunat di tengah pandemi. Tidak akan ada kepala daerah yang memperjualbelikan izin tambang, menyebabkan banjir bandang karena hutan dibabat seenaknya.

Tanpa korupsi, proyek-proyek infrastruktur bukan sekadar seremonial peletakan batu pertama. Jalan desa akan sampai ke ladang petani, bukan berhenti di tengah sawah karena aspal habis dijual gelap. Program pupuk subsidi akan tepat sasaran, bukan dikendalikan oleh kartel pupuk di balik meja dinas pertanian.

Tanpa korupsi, pendidikan bukan slogan kampanye, melainkan kenyataan. Dana BOS akan benar-benar sampai ke sekolah. Guru tidak perlu menggadaikan SK hanya untuk menyambung hidup. Mahasiswa miskin tak perlu putus kuliah karena beasiswa tersendat.

Politik Tanpa Mahar, Hukum Tanpa Tebang Pilih

Lebih jauh lagi, Indonesia tanpa korupsi akan melahirkan politik yang bersih dan pemilu yang adil. Tidak akan ada mahar politik. Tidak perlu bagi calon kepala daerah menjual proyek APBD demi mengamankan dukungan parpol. Tak ada lagi pembelian suara, amplop putih, atau sogokan caleg ke konstituen.

Hukum pun akan tegak di atas prinsip keadilan. Tidak akan ada jaksa yang main mata dengan tersangka. Polisi tidak lagi sibuk mengatur perkara atau jual-beli jabatan. Di pengadilan, kebenaran tak tunduk pada tebalnya dompet.

Tantangan: Melawan Kenormalan Baru

Namun, semua itu masih jauh dari kenyataan. Yang lebih menakutkan dari korupsi adalah ketika ia dianggap normal. Seorang kepala desa bisa bilang, “Semua juga ambil, masa saya nggak?” Seorang ASN menyebut potongan proyek sebagai “uang lelah.” Bahkan di kalangan muda, culture “asal dapat bagian” merasuk ke organisasi kampus.

Lebih tragis lagi, pemberantasan korupsi justru melemah. Revisi UU KPK tahun 2019 yang menjadikan lembaga antirasuah sebagai lembaga negara biasa, bukan lagi independen, telah melumpuhkan daya gigitnya. Indeks Kepercayaan Publik terhadap KPK pun merosot dari 85% pada 2015 menjadi 59% pada 2024 (LSI Denny JA).

“Pemberantasan korupsi makin mirip pertunjukan. Operasi tangkap tangan ada, tapi sistem tak pernah disentuh,” ujar Zainal Arifin Mochtar, pakar hukum tata negara UGM.

Utopia? Atau Sebuah Tanggung Jawab Sejarah?

Indonesia tanpa korupsi mungkin terdengar utopis. Namun sejarah membuktikan bahwa perubahan besar kerap dimulai dari mimpi yang dianggap mustahil. Korea Selatan pernah mengalami era korupsi berat, hingga akhirnya membangun sistem pengawasan publik dan digitalisasi birokrasi yang ketat. Rwanda, negeri kecil di Afrika yang porak poranda oleh perang, kini menjadi salah satu negara dengan pemerintahan paling bersih di benua itu.

Indonesia pun bisa. Tapi hanya jika rakyatnya berani menolak kompromi. Jika sistem pendidikan membentuk warga yang jujur. Jika para pemimpin berhenti memelihara politik transaksional. Jika rakyat bersatu mengawal anggaran dan menolak sogokan.

Karena sesungguhnya, pertanyaan “Bagaimana jadinya Indonesia tanpa korupsi?” adalah pertanyaan untuk setiap warga negara. Apakah kita cukup peduli untuk memperjuangkannya?

Kalau jawabannya “ya”, maka Indonesia bersih bukanlah mimpi. Ia adalah cita-cita yang layak untuk diperjuangkan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden RI Tumbang Oleh Yang Tak Tertulis dalam UUD

Next Post

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Bandara Ben Gurion

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Yaman, Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Bandara Ben Gurion

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Bandara Ben Gurion

ASET NEGARA DIJUAL SENYAP          

ASET NEGARA DIJUAL SENYAP          

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist