• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dari Solo ke Istana: Sebuah Perjalanan Penuh Tipu Daya

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 29, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Dari Solo ke Istana: Sebuah Perjalanan Penuh Tipu Daya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis

Barangkali sejarah akan mencatat Jokowi sebagai sosok yang penuh paradoks. Ia disebut sederhana tapi dikelilingi kemewahan kekuasaan. Disebut jujur, namun jejak langkahnya dibayang-bayangi tanya tak terjawab. Ia dielu-elukan rakyat kecil, tapi langkah-langkahnya menjulang di atas pundak aparat yang justru kerap membungkam suara kecil itu sendiri.

Andai, ya andai. Sebab sejarah di negeri ini kerap ditulis dengan tinta spekulasi. Bila saja saat mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Solo pada 2005, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) benar-benar menjalankan fungsi verifikasi ijazah Jokowi dengan penuh kehati-hatian, mendatangi UGM dan SMA-nya, memeriksa legalitas dokumen yang ia sodorkan—bukan hanya salinannya yang dilegalisir—bisa jadi cerita kita hari ini bukan tentang Presiden dua periode, melainkan perkara pidana pemalsuan dokumen.

Pasal demi pasal bisa membelitnya: Pasal 68 UU Pendidikan Nasional, disusul pasal-pasal dalam KUHP—263, 264, 266. Sebab jika dua gelar sekaligus—Drs dan Ir—ia sandang dari UGM dalam waktu yang sama, ini bukan cuma tak lazim, tapi mendekati mustahil. Kecuali kita percaya, UGM adalah Hogwarts dan Jokowi adalah penyihirnya.

Tapi siapa yang sudi memeriksa terlalu dalam, jika gelombang kekuasaan mengangkat seseorang lebih tinggi dari keraguan?

Jokowi bukan cerdas. Ia hanya nekad. Dan dalam dunia yang dikuasai oleh ketakutan dan loyalitas murah para aparat, kenekadan seringkali lebih berharga ketimbang kecerdasan. Ia memulai dari dukungan partai, dari relasi yang penuh kepentingan. Ia dibesarkan oleh jejaring kekuasaan yang tak segan menyodorkan peran kepada siapa pun yang siap bersekutu. Maka yang lahir bukan seorang negarawan, tapi manajer kekuasaan.

Sejak Solo, Jakarta, hingga ke Istana, yang Jokowi gunakan bukan alat pemikir, melainkan alat pengaman. Ia memanen para aparat yang bisa dibeli loyalitasnya, didisiplinkan diamnya, dijinakkan sumpahnya. Simbiosis mutualisme: ia naik, mereka kenyang. Dan rakyat? Tinggal menghitung sisa remah.

Seandainya aparat bersih dan tegak lurus, barangkali Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) tidak perlu bersuara lantang ke Dumas. Laporan mereka tentang dugaan pemalsuan dokumen cukup disambut aparat yang bekerja atas dasar hukum, bukan pesanan politik. Karena delik semacam itu bukan delik aduan, cukup bukti dan nyali.

Namun kenyataannya, tak hanya laporan mereka yang tak digubris, bahkan mereka justru berbalik dibidik. Roy dan Rismon Sianipar—dua ilmuwan IT yang bicara berdasar riset—dituding macam-macam. Mereka dianggap pembuat gaduh, bukan pembawa terang. Padahal yang mereka sampaikan bukan retorika politik, tapi hasil riset ilmiah. Tapi siapa peduli pada ilmu jika kuasa bisa membungkam logika?

Sejak Jokowi pertama kali menginjakkan kaki di KPUD Surakarta, andai hukum berjalan sebagai hukum, bukan alat kekuasaan, barangkali kita tidak menyebut namanya hari ini. Tapi negeri ini kerap membiarkan mitos menjadi fakta, fakta menjadi dongeng.

Maka jangan heran bila muncul pertanyaan-pertanyaan yang absurd tapi menggugah: apakah di balik kenekadan Jokowi, ada kekuatan tak kasat mata? Apakah semua ini bagian dari misi “alien” yang ingin menguji daya tahan demokrasi Indonesia? Atau ini hanya skenario gelap dari sebuah guci bernama Pandora—yang ketika dibuka, seluruh bencana dunia keluar kecuali satu: harapan?

Namun sampai kapan harapan itu bisa bertahan, bila aparat terus menjadi bagian dari guci gelap itu sendiri? Bila hukum hanya berlaku untuk yang lemah dan para penanya dibungkam oleh pasal-pasal karet?

Di titik ini, kita tak sedang bicara tentang Jokowi semata. Kita sedang menguliti sistem yang membuat seseorang seperti Jokowi bisa memanfaatkan aparat, dan aparat pun menikmati dimanfaatkan. Sebuah sistem yang melahirkan para pemimpin bukan karena keutamaan, tapi karena keberanian bermain api. Dan api ini, kini mulai membakar wibawa negeri.

Apakah kita akan terus membiarkannya? Atau justru mulai menyibak guci itu, agar yang tersisa benar-benar hanya satu: harapan. Sebab tanpa harapan, kita semua hanya akan menjadi barisan saksi dari republik yang dikhianati oleh keberaniannya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pelajaran dari Jokowi: Bagaimana Mendzalimi Anak dan Menantu

Next Post

Nadiem di Cegah Ke Luar Negeri – Isyarat Bersalah

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Sebut Kolusi, Muhammadiyah Desak BPK Audit Tim Bayangan Nadiem

Nadiem di Cegah Ke Luar Negeri - Isyarat Bersalah

21 Tahun Kekuasaan Tanpa Jejak: Beathor Desak Jokowi Minta Maaf dan Gibran Mundur

21 Tahun Kekuasaan Tanpa Jejak: Beathor Desak Jokowi Minta Maaf dan Gibran Mundur

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...