• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Deflasi hingga Deindustrialisasi Deretan Tantangan Sedang Dihadapi Pemerintahan Baru 

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
October 23, 2024
in Economy, News
0
Sekelompok Raja Kecil di Ditjen Pajak Jadi Penghalang Rencana Pembentukan Badan Penerimaan Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta ‐ Fusilatnews – Memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tantangan deflasi dan deindustrialisasi yang memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menjadi persoalan mendesak yang harus segera diatasi.

Meski pada awalnya deflasi dianggap sebagai sinyal positif bagi stabilitas harga dan daya beli masyarakat, deflasi berkepanjangan justru menjadi alarm bagi kesehatan ekonomi. Saat harga terus menurun, konsumen cenderung menunda pembelian dengan harapan harga akan lebih rendah, yang akhirnya memicu penurunan permintaan, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan menekan margin keuntungan perusahaan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) turun 0,5 persen dalam lima bulan terakhir. Meskipun penurunan ini dipengaruhi faktor eksternal, seperti harga komoditas global, perlambatan permintaan domestik menimbulkan kekhawatiran serius. Konsumsi rumah tangga—penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB)—mengalami stagnasi.

Kebijakan moneter Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga sebagai upaya mendorong konsumsi dan investasi juga belum memberikan dampak signifikan. Di sektor perbankan, tingkat kredit macet (NPL) mulai meningkat, menunjukkan kesulitan pelaku usaha dalam membayar pinjaman. Jika tak ada intervensi tepat, hal ini bisa berdampak pada krisis likuiditas serta menurunnya kepercayaan investor.

Langkah pemerintah meningkatkan belanja fiskal melalui proyek infrastruktur strategis dinilai penting. Namun, ketidakmampuan birokrasi dalam mengeksekusi kebijakan fiskal dengan cepat dan efisien menjadi masalah utama. Apakah belanja publik ini akan efektif meredam dampak deflasi, atau justru berakhir dengan proyek-proyek mangkrak?

Di sisi lain, inefisiensi pemerintahan juga menjadi tantangan besar. Birokrasi yang lamban, kurangnya transparansi, dan tumpang tindih regulasi menghambat iklim investasi. Dalam laporan “Ease of Doing Business,” Indonesia memang mencatat kemajuan, tetapi masih tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia.

Salah satu indikator ketidakmampuan ekonomi Indonesia adalah rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Data terbaru Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencatat ICOR Indonesia berada di angka 6,7—jauh lebih tinggi dibandingkan Vietnam (4,5) dan Malaysia (3,8). Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap unit output, Indonesia membutuhkan investasi yang lebih besar dibanding negara-negara lain.

Penyebab utama ICOR tinggi adalah koordinasi antarkementerian yang tidak optimal. Investasi kerap kali terhambat oleh perubahan regulasi, lamanya proses perizinan, serta inefisiensi dalam pelaksanaan proyek. Proyek infrastruktur sering kali terjebak dalam perdebatan administratif yang menunda manfaat ekonomi yang semestinya bisa dirasakan lebih cepat.

Selain itu, investor asing dan domestik ragu menanamkan modal dalam proyek jangka panjang akibat ketidakpastian regulasi dan risiko politik yang meningkat. Jika masalah ini tidak segera diatasi, Indonesia akan kehilangan kesempatan besar dalam memanfaatkan momentum global yang mengarah ke Asia Tenggara sebagai pusat manufaktur baru.

Ancaman deindustrialisasi juga menjadi kekhawatiran utama. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun, dari 24 persen pada awal 2000-an menjadi hanya 19 persen pada 2023. Ketergantungan besar pada ekspor komoditas mentah dan minimnya investasi di sektor manufaktur bernilai tambah menjadi faktor penyebab utama kemunduran ini.

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi deindustrialisasi dan deflasi, masa depan ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan yang semakin berat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri LH Berencana Hentikan Impor Sampah

Next Post

Pansel KPK Penuhi Kehendak Putusan MK, Prabowo Bisa Lanjutkan Proses Seleksi

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Next Post
KPK Didesak Buka Parpol Penerima Dana Asing Secara Transparan

Pansel KPK Penuhi Kehendak Putusan MK, Prabowo Bisa Lanjutkan Proses Seleksi

Yusril Klaim Prabowo Bisa Selesaikan Masalah di Papua

Ketika Yusril Asbun Demi Tuan Barunya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026
Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

Ibrah dari Runtuhnya Moral Para “Penjaga Moral”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist