• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ketika Yusril Asbun Demi Tuan Barunya

fusilat by fusilat
October 23, 2024
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Yusril Klaim Prabowo Bisa Selesaikan Masalah di Papua
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta, Fusilatnews – Entah apa yang berkecamuk dalam benak Yusril Ihza Mahendra, sehingga dalam debutnya usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Senin (21/10/2024), ia menyatakan: Tragedi 1998 bukan pelanggaran HAM berat. Pasalnya, tak ada genosida (pembunuhan massal) dan “ethnic cleansing” (pembersihan etnis).

Mungkin Yusril menyuarakan kepentingan tuan barunya, Prabowo Subianto. Mungkin pula ia menyuarakan kepentingan Wiranto yang juga baru dilantik Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan.

Kedua nama itu, menurut mantan Jaksa Agung Marzuki Darusman, harus bertanggung jawab atas kasus Penculikan 1997/1998 dan Tragedi 1998.

Wiranto selaku Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI saat peristiwa terjadi, kata Marzuki, seperti dilansir detik.com, 12 Maret 2009, harus bertanggung jawab karena tidak melaksanakan perintah Presiden Soeharto untuk memulihkan keamanan.

Sedangkan Prabowo, kata Marzuki, harus bertanggung jawab karena saat kasus penculikan 1997/1998 terjadi, ia menjabat Komandan Jenderal Kopassus, dan saat Tragedi 1998 terjadi, Prabowo menjabat Panglima Kostrad.

Disinyalir, kasus penculikan aktivis demokrasi 1997/1998 melibatkan Tim Mawar, sebuah unit kecil di Grup IV Kopassus, bagian dari TNI Angkatan Darat (AD).

Pernyataan Yusril yang kontroversial itu pun menuai kecaman berbagai pihak. Yusril dianggap asbun (asal bunyi). Pasalnya, Komnas HAM sudah menetapkan Tragedi 1998 sebagai pelanggaran HAM berat.

Hal tersebut berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan oleh Komnas HAM pada 2003. Hasil penyelidikan Komnas HAM, terjadi pelanggaran HAM berat dalam bentuk kejahatan kemanusiaan dalam Tragedi 1998. Terjadi serangan yang meluas dan sistematis dalam bentuk pembunuhan, penganiayaan, penghilangan kemerdekaan, penghilangan paksa, penderitaan fisik, dan hasil itu sudah disampaikan Komnas HAM ke Jaksa Agung.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo pun sudah mengakui adanya 12 pelanggaran HAM berat masa lalu yang harus segera diselesaikan, salah satunya Tragedi 1998.

Sehari kemudian, Selasa (22/10/2024), Yusril mengoreksi pernyataannya. Katanya, jika yang dimaksud pelanggaran HAM berat itu genosida dan ethnic cleansing, maka hal itu tak terjadi dalam peristiwa Tragedi 1998.

Akan tetapi, klarifikasi Yusril itu tak menyurutkan polemik yang sudah terlanjur ditimbulkannya. Ada sinyalemen, Yusril sengaja melontarkan pernyataan kontroversial itu untuk nengacak-acak memori kolektif publik yang ujung-unjungnya adalah Tragedi 1998 tak perlu diselesaikan secara hukum dengan membentuk Pengadilan HAM sesuai amanat Undang-Undang (UU) No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Korban Tragedi 1998

Dikutip dari berbagai sumber, berdasarkan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), jumlah korban dalam Tragedi 1998 mencapai 1.308 orang, dengan rincian korban meninggal 1.217 orang (meninggal karena senjata 1.190 orang dan dibakar 564 orang), dan korban luka-luka 91 orang.

Korban Penculikan 1997/1998

Kasus Penculikan 1997/1998 adalah penculikan terhadap aktivis pro-demokrasi yang durasinya terjadi antara Pemilu 1997 dan lengsernya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Penculikan terjadi dalam tiga tahap yang berbeda: sebelum Pemilu 1997, dua bulan sebelum sidang MPR pada Maret 1998, dan sebelum pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Tak satu pun dari mereka yang diculik pada periode pertama dan ketiga muncul kembali.

Selama periode 1997/1998, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) melaporkan 23 orang telah diculik. Dari 23 aktivis tersebut, satu orang ditemukan tewas (Leonardus “Gilang” Nugroho), 9 orang dibebaskan oleh penculiknya, dan 13 orang lainnya masih hilang hingga saat ini.

Penculikan tersebut terjadi pada tahun-tahun ketika Jenderal Wiranto menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI.

Adapun kesembilan aktivis yang dibebaskan adalah Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Raharja Waluya Jati, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugiyanto, dan Andi Arief.

Sementara 13 aktivis yang masih hilang hingga kini adalah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, dan Widji Thukul.

Lalu, Jaker, Yani Afri, Sony, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ucok Munandar Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser.

Budiman Sudjatmiko dan Agus Jabo Priyono, kendati tidak sempat diculik, namun diakui oleh Prabowo bahwa kedua orang itu pernah dia kejar.

Stockholm Syndrome

Stockholm Syndrome atau Sindrom Stockholm adalah kondisi ketika seseorang membangun ikatan yang positif dengan orang yang menculik atau menyiksanya.

Istilah Sindrom Stockholm lahir dari situasi penyanderaan yang dramatis pada tahun 1973 di Stockholm, Swedia. Sejak itu istilah tersebut menjadi landasan penyelidikan psikologis terhadap kompleksitas kelangsungan hidup dan adaptasi manusia di bawah tekanan yang ekstrem.

Fenomena ini menggambarkan kondisi psikologis yang aneh di mana para sandera mengembangkan empati, kepercayaan, dan bahkan kasih sayang terhadap para penculik atau penyiksanya.

Apa yang dimulai sebagai mekanisme bertahan hidup dalam menghadapi ancaman dan ketidakpastian berevolusi menjadi ikatan psikologis yang mendalam yang menantang pemahaman konvensional tentang dinamika korban-pelaku.

Nah, sebagian korban Penculikan 1997/1998 pun mengalami Stockholm Syndrome. Sebut saja Desmond Junaidi Mahesa dan Pius Lustrilanang yang kemudian bergabung dengan Partai Gerindra, yang diketuai Prabowo Subianto, dan terpilih menjadi anggota DPR RI. Desmond kini sudah meninggal dunia. Namun kariernya di Gerindra diteruskan oleh putri sulungnya, Annisa Mahesa, yang terpilih menjadi anggota DPR periode 2024-2029.

Lalu, Budiman Sudjatmiko dan Agus Jabo Priyono yang pada Pemilihan Presiden 2024 mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kini Budiman menjadi Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan, dan Agus Jabo Priyono menjadi Wakil Menteri Sosial Kabinet Merah Putih.

Pun, Nezar Patria yang kini menjadi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital di Kabinet Prabowo-Gibran.

Ketika akhirnya korban dan terduga pelaku penculikan sudah bersatu, masih patutkah disebut sebagai pelanggaran HAM berat? Biarlah waktu yang menjawab!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pansel KPK Penuhi Kehendak Putusan MK, Prabowo Bisa Lanjutkan Proses Seleksi

Next Post

Pelantikan Pengurus HMI Cabang Jakarta Periode 2024-2025: “Sinergi HMI untuk Indonesia Baru

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Pelantikan Pengurus HMI Cabang Jakarta Periode 2024-2025: “Sinergi HMI untuk Indonesia Baru

Pelantikan Pengurus HMI Cabang Jakarta Periode 2024-2025: "Sinergi HMI untuk Indonesia Baru

Mental Kampungan Menteri Yandri

Mental Kampungan Menteri Yandri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...