Penulis : Riza.MD
Fusilatnews.com, Jakarta – Sekitar Delapan orang yahudi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pasca meninggalkan rumah ibadah mereka, yaitu Sinagog yang berada di Jerusalem Timur. Hal ini merupakan tragedy pemicu meningkatnya konflik antar kedua negara, yaitu Israel dengan Palestina pada dua hari terakhir pekan ini.
Dilansir dari The Guardians.com, mengkonfirmasi bahwa diduga ada sosok prian bersenjata yang saat itu sedang berada di dalam menunggu para berakhirnya shalat Shabbat di dalam mobil dan tepat berada di Sinagog, Neve Yakakov, yaitu sebuah wilayah yang dihuni oleh penduduk Israel di Jerusalem Timur. Serangan ini terjadi pada saat Orang-orang Israel sedang memperingati hari Holocaust Internasional.
Pihak Rumah Sakit, Magen David Adom ( Tim Ambulans) menyampaikan bahwa informasi dari Tim Medis, beberapa dari mereka dinyatakan telah tewas pada saat terjadinya tragedi ditempat tersebut. Sedangkan tiga dari beberapa korban meninggal pada saat sedang dirawat oleh pihak medis.
Dari tragedi ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghimbau kepada seluruh warga Israel khususnya di wilayah kejadian untuk tetap tenang namun harus sangat waspada atas musibah yang menimpa, tetapi tidak di berlakukan jika warga main hakim sendiri atau mengambil tindakan sesuai keinginan mereka.
Dalam pembicaraan kedua pejabat negara, AS-Israel, ( Gedung Putih, AS), dikatahui bahwa Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, sangat mendukung tindakan Benjamin Netanyahu untuk dalam melindungi rakyat Israel, Bidden menyebut bahwa “serangan terhadap dunia yang beradab.” Joe Bidden juga menekankan komitmen keras, bahwa AS akan bekerja keras demi keamanan Israel.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, juga mengatakan bahwa “Amerika Serikat mengutuk keras serangan teroris yang mengerikan itu. Kami berhubungan dekat dengan mitra Israel kami dan menegaskan kembali komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk keamanan Israel.” Imbuhnya.
Sumber : https://www.theguardian.com/world
Foto : reuters.com























