• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Demi Anies Raih Kursi RI.1 “Publik Nalar Sehat Lintas SARA Radikal-Berkelas Jihad”

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
May 8, 2023
in Feature, Politik
0
Objek Perkara Gugatan Partai Prima Hakim Nakal Inkompetensi-Diduga Berniat Jahat
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Jangan memberi komentar, hanya membaca judul. Silahkan baca dan fahami terlebih dahulu supaya tidak salah faham

Sebagian Ulama berpendapat, yang kemudian disepakati oleh “Publik Nalar Sehat” ; Bahwa  dukungan terhadap Mantan Gubernur DKI. Jakarta, periode 2017-2022. Anies Rasyid Baswedan, menuju Penetapan Bakal Capres Tahun 2024-2029, memilih Anies pada pemilu Pilpres-24, merupakan sebuah keniscayaan umat muslim di tanah air. 

Diketahui secara umum, Koalisi 3 Partai, NASDEM, PKS dan DEMOKRAT, dengan menggunakan nama sesuai kesepakatan koalisi 3 partai pendukung adalah KPP (Koalisi Perubahan Untuk Persatuan). Tujuan utama KPP. ; Anies sedang dipersiapkan sebagai kontestan untuk ajang akbar pesta demokrasi pada Pemilu Pilpres 2024-2029. Kontes akbar untuk meraih kursi presiden RI. 1.

Kompetisi yang akan digelar itu, adalah pertarungan hidup-matinya, pasca Sistim Era Kepemimpinan Jokowi (SEK-JO). Secara drastis akan mengalami perubahan dan pembaharuan, paling tidak beberapa sistim kontemporer, yang  berlaku atau yang diberlakukan didalam praktek penyelenggaraan Pemerintahaan saat SEKJO.

Atau justru akan berlanjut sistim SEKJO, yaitu jika Anies dapat dikalahkan oleh Ganjar Pranowo, calon presiden yang diusung oleh PDIP yang mendapat dukungan penuh dari Jokowi selaku Presiden RI/Kepala Negara. Yang Ia nyatakan sendiri, sebagai pejabat Publik dan Politikus.

Apakah arti dari suatu “keniscayaan diatas, identik dengan makna kewajiban”? Hal ini memiliki makna retorika,  perbandingan atau majas parabel, yaitu sebuah refleksi identifikasi atau gambaran nilai, penggolongan terhadap perbandingan yang kategorinya memiliki makna pelaksanaan ibadah.

Jika tangkapan retorika, dengan tujuan perbandingan atau majas parabel dari sisi sistim negara demokratis, maka individu dari kelompok publik khususnya sebagai simpatisan Anies, yang ingin memperjuangkan Anies, harus menduduki Jabatan Publik RI.1.

Karena “kejemuan publik warga nalar sehat, yang lelah bercampur dengan gemas, bahkan berbagai umpatan, yang sudah masuk ranah caci maki terhadap pribadi Jokowi dan seluruh anggota kabinet yang merupakan SEK-JO.

Ternyata yang berpendapat melalui  satire,  penegasan jika menyatakan pendapat, bahwa perjuangan pada sebuah MOMEMTUM, Anies merupakan bagian dari Rukun Islam nomor 6 (Enam)  atau tegasnya, ilustrasi kewajiban seorang muslim Tahun 2024 saat hari H Pemilu Pilpres khusus di Indonesia, Rukun Islam ada 6 , WABIL KHUSUS bagi muslim dewasa punya ktp, sehat jasmani dan rohani dan tidak dalam tekanan atau dalam keadaan tekanan fisik maupun mental.

“Setelah pelaksanaan ibadah nomor 5 (Lima), berhaji”, ini satire penegasan dalam bentuk yang lumrah, serta mengandung makna bagi para nalar sehat, karena mudah dimengerti, dan sekalipun debatebel”. 

Dengan kata lain perspektif publik ini sah-sah saja. Maknanya mengandung dua sisi atau dua faktor pemahaman, yang lalu akan dapat bertemu pada titik isme sosok figur Anies. 

Pertama, yaitu sebagai motivasi dari Para Ulama kepada  para santri dan jamaahnya, serta kepada para simpatisan dan para keluarga mereka, simpatisan yang begitu saja lahir oleh sebab cermin ” ketiadaan atau nihil toleransi atau nir keberpihakan daripada sistim rezim kepada para ulama disektor penegakan hukum.  Terjadi utamanya kepada para ulama vokal yang suka melakukan ibadah dalam bentuk kritisi dan sekedar seruan mencegah kebatilan para penguasa”, yang dirasakan publik atau masyarakat general Lintas SARA. yang menuntut keadilan dan kepastian hukum, atau masyarakat umum, namun setia dan konsen mengamati pelaksanaan sistim hukum yang banyak sungsang dengan tampilan ala suka-suka. 

Kedua, yaitu beban kewajiban ini dari sisi pemaknaan narasi para nalar sehat  kepada materi narasi satire. Tidaklah mungkin ditujukan oleh Para Ulama kepada publik yang menganut agama yang berbeda dari pribadi Para Ulama, sehingga tentunya prinsip  ditujukan kepada sesama  Muslim, atau publik simpatisan para ulama, atau masyarakat yang sama dengan agama para ulama.

Titik irisan kesepemahamannya adalah, Anies merupakan figur publik yang welcome kepada setiap kelompok. Beliau seorang nasionalis yang relijius. Jadi tentunya maksud para ulama (orang yang kepribadiannya sarat ilmu) atau bangsa nalar sehat Lintas SARA, semua yang memaknai sendiri bersama Anies Baswedan menjadi suatu keniscayaan (keharusan dan kewajiban).

Apalagi jika dihubungkan dengan kata jihad itu sendiri, semata-mata, hanya punya makna tendensius atau penekanan, alasan keharusan WNI yang melihat dengan mata telanjang perilaku seorang pemimpin dan kloningnya, lalu jika diilustrasikan, maka tentang bagaimana menghadapi seorang pemimpin bangsa Lintas SARA; doyan berbohong puluhan kali kepada anak bangsa yang Ia pimpin.  Tidak elok menurut akal atau logika sehat. Ketika habis masa kepemimpinannya tetap ingin terus  memimpin didukung secara terang terangan oleh para pembantunya untuk merekayasa dengan merubah sistim hukum Negara hanya untuk dirinya, melalui berbagai kebohongan.

Bukankah majas wajib dan jihad cocok untuk tipikal pemimpin untuk bangsa nalar sehat Lintas SARA ? 

Terhadap seruan kewajiban oleh pendapat publik, dalam hal memilih pemimpin dengan karateristik leadership, atau faktor kepribadian yang sanggup dan berkemampuan, jujur atau amanah serta istiqomah/ konsisten dalam berjuang, atau memiliki jiwa dan sikap ksatria dan berjiwa teguh pada pendirian dan konsekuen atau bertanggung jawab atas kepemimpinanya (tegas, jujur mandiri, profesional, proporsional, kredibilitas tinggi serta akuntabel). 

Sama halnya dengan pencarian pemimpin yang ideal (leadership) dari sisi alas pandang bangsa dan negara; yakni bakal pemimpin mesti memiliki jiwa dan kepribadian yang paralel dengan semangat pancasilais sejati, selain harus profesional dan berkualitas mumpuni serta banyak memproduksi berbagai karya,  calon pemimpin harus memiliki kejelasan karakter/attitude (sifat dan sikap). Selain si bakal pemimpin adalah Calon Presiden, Pejabat Tertinggi Bangsa dan Negara RI.

Dalam mengemban tugas dan atau karyanya bakal pemimpin harus tetap merujuk pada sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Didalam Langkah mencapai target demi pencapaian meraih kemenangan, pendukung dan atau simpatisan sah untuk membuat analogi atau mem-visi-kan sesuatu hal berdasarkan kebebasan HAM untuk memiliki ide dan kreativitas dalam wujud pemikiran dan  kebebasan menyampaikan pendapat. 

Walau tentunya, perspektif politik kebangsaan yang digunakan para individual dari kelompok nalar sehat, dinyatakan oleh individu-individu dari kelompok lain sebagai pola pikir subjektif atau hanya selera, tidak objektif.

Mayoritas kelompok yang mengidentifikasi jatidiri mereka “sebagai kelompok nalar sehat” memiliki landasan acuan, bahwa Anies seorang yang memenuhi kriteria karakter leadership;  Anies teguh, mandiri, dan anti intervensi, walau intervensi empirik datang dari pejabat publik tinggi negara.

Anies berkerja secara profesional, proporsional, dan bertanggung jawab, terbukti dirinya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies sukses. Bukti karya yang dihasilkan pada ruang lingkup tugas pokok dan fungsi, riil berprestasi juga berkualitas tinggi. Prestasinya terbukti spektakuler disegala sektor pembangunan. Kesuksesannya disertai faktor puluhan jumlah bukti sertipikat yang perolehannya dari beberapa Lembaga (Formal) Tinggi Negara RI. Dan lembaga informal,  juga mendapatkan sertipikasi keberhasilan dari lembaga Internasional. Serta yang tidak kalah penting, Anies merupakan sosok pejabat publik yang tidak pernah terpapar korupsi.

Pola berpikir “para nalar sehat”, dalam memberikan narasi perbandingan, merupakan alat jastifikasi pilihan kepada diri Anies sebagai tokoh yang berkarakteristik, pemimpin ideal saat ini, bersipat konkret.  “Masyarakat nalar sehat” mendasarinya dengan data yang kompleks, maka penilaian nalar sehat terhadap ke-leadership-an Anies, menggunakan dasar objektivitas, bukan menduga-duga atau berdasarkan selera, dengan kata lain pilihan kaum “nalar sehat” terhadap sosok ketokohannya tidak subjektif.

Logikanya, Anies sebagai tokoh pilihan kandidat pemimpin, maka kausalitasnya harus atau wajib diperjuangkan melalui dukungan nyata; dipilih, dikawal serta  dibela secara totalitas, hingga mencapai titik kemenangan. Maka analogi “dukungan terhadap sosok Anies mesti berkualitas radikal, dengan derajat jihad”, karena mesti berjuang teguh dan konsisten serta kaffah, sanggup bertanggungjawab dengan segala resiko.

Adapun mengapa perspektif radikal dan berkelas jihad, oleh sebab majas parabel dari gejala – gejala dinamika sosial politik temporer yang dilakukan oleh rezim penguasa sejak kurun waktu 2014-2023, jika barometernya adalah pencapaian dibidang ekonomi, hukum, politik, adab atau moralitas, maka perspektif radikal versi analogi topik narasi level jihad, memiliki landasan value yang objektif.

Fakta abnormal pertumbuhan sektor-sektor pembangunan :

1. Perekonomian negara anjlok, utang negara menumpuk, hampir mendekati Rp. 8.000 triliun, pemerintah mengakui menggunakan uang milik pribadi umat dalam bentuk ONH/ Ongkos Naik Haji tanpa izin calon peserta haji, serta pemerintah terbukti mencanangkan GNWU atau Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Penggunaan APBN untuk projek rel kereta api cepat Jakarta-Bandung yang waktu penyelesaiannya dan anggarannya mangkrak ;

2. Degradasi adab & moral hazard, hal ini ditandai ;

2.1. Tingkat perilaku korupsi yang dilakukan individu-individu pejabat public; eksekutif, legislatif bahkan yudikatif massive.

2.2. Dasar Moralitas Fundamental Bangsa dan Negara yaitu Pancasila tidak dijaga dan dibina, impeknya  moral pancasila sebagai tatanan landasan berpikir dalam berbangsa dan bernegara terancam rusak. Tragisnya Pancasila dikerdilkan melalui proglenas DPR. Program Legislasi Nasional Penyusunan Undang-Undang oleh DPR RI. dengan wujud RUU HIP. Yakni Pancasila menjadi Eka Sila, kemudian diistilahkan sebagai gotong royong. Ironisnya, justru inisiasinya datang dari Pemerintah RI. Melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, lalu peristiwa tragis dan ironis, karena pengkerdilan Dasar Negara Pancasila disahkan oleh mayoritas Anggota DPR RI. Sungguh tak beradab dan hilang hakekat daripada moralitas bangsa;

3. Politik dan hukum ;

3.1. Kekuasaan politik dijadikan alat sandaran politik bagi penguasa penyelenggara negara untuk memandulkan hukum melalui pola obstruksi hukum dan kuat dugaan eksistensi para konglomerat  (kelompok oligarki), yakni banyak diantara pelaku terpapar korupsi tidak jelas kelanjutan proses hukumnya. Lacur malah dijadikan orang kepercayaan cabinet. Istana disfungsi, faktanya istana digunakan oleh penguasa melalui diskresi politik, berwujud keleluasaan ruang dan dukungan politik. Pilih tebang, karena diskresi politik khusus kepada beberapa Ketua atau pimpinan Parpol yang berkoalisi dengan penguasa/pemerintah atau yang mau berkerja sama dan siap melanjutkan program kontemporer, yang justru program penguasa tersebut, menurut “para kelompok nalar sehat” tidak jelas arah bahkan overlaping sistim hukum;

3.2. Penegakan hukum transparansi pilah-pilih, banyak realita penegakan hukum yang sungsang. Pelaku delik umum, mendapatkan sanksi hukuman yang ekstra tinggi dibanding sanksi hukuman terhadap delik ekstra ordinary crime (delik khusus) korupsi bahkan aroma money laundry pun tak tercium;

3.3. Terhadap individu-individu dari kelompok oposan, yang memiliki pandangan politik berbeda dengan penguasa, cepat dilakukan proses tindakan hukum. Langsung dipenjarakan, tanpa faktor urgensi sistim hukum praduga tak bersalah (presumption of innocence). Sebaliknya terhadap kelompok pendukung penguasa banyak mengalami proses hukum yang buntu (stagnasi).

Maka, umat yang oleh karenanya menyatakan dirinya kaum atau kelompok nalar sehat realitas memiliki landasan berpikir untuk merealisasikan perubahan dan pembangunan diberbagai sektor sistim manajemen pemerintahan saat ini (Ekonomi, Hukum dan  politik, adab, budaya dan moralitas), dan tetap konstitusional dan setara jihad politik. Dan nuansa jihad politik ini, akan bermanfaat bagi semua kelompok selain “nalar sehat”, juga nalar sakit, masyarakat yang sedang atau masih tertidur lelap sambil bermimpi serta membangunkan publik yang asyik masyuk dalam nuansa kebodohan.

Berkaca kepada bangsa yang terpuruk, merujuk sejarah politik dan hukum bangsa Indonesia dari jaman orla, orba hingga orde reformasi, dan kini orde Presiden Jokowi “yang tidak jelas arah, bahkan penyimpangan dari sudut pandang falsafah pancasila”, dan disanding dengan doktrin atau perintah Allah yang berasal Ayat suci Al Quran, yang pastinya ilmiah dengan keyakinan; dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh masyarakat yang mengaku muslim atau kelompok orang yang beragama Islam, termasuk kebenaran (historis) keberadaan awal (ilmu) pengetahuan tentang kemunculan pertama manusia dibumi dan perkembangan individualistis menjadi kelompok sosio politik, serta berlanjut historis awal peradaban mahluk hidup saat jaman purbakala hingga terputus, lalu beranjut kepada peradaban perilaku kelompok manusia yang masih berpola barbar, sampai jaman jahiliyah, hingga abad modern ini, dan awal keberadaan bangsa-bangsa serta pembentukan sejarahnya berdirinya negara-negara didunia dengan segala dinamika kehidupan sosial dan politik dan kepentingan, maka ketika retorika menyentuh Sabda Tuhan atau Firman Allah melalui ayat Kitab Suci Al Quran, ini persoalan yang teramat penting. Amat dibutuhkan oleh seluruh manusia jagat raya, selain Tidak Hanya Pemaknaan dari Sisi Etimologi Bahasa Arab, juga butuh Konsentrasi dan Konsistensi (KAFFAH) dalam kerangka berpikir demi umat bangsa ini secara Lintas SARA. Dengan makna paling dalam (subtansial) dari  Surat Ar-Rad ayat 11, yang artinya dan atau maknanya ;

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada dirinya sendiri”.

Sebagai tanda memahami hakekat terdalam dari ayat suci Ar- Rad , ayat 11 tersebut,  tekad dan cita-cita harus mulia, demi bangsa ini “goodbye” kepada sistim yang terpuruk menuju ke kemajuan bangsa lintas SARA yang serius sebagai representatif dalam bentuk manifestasi atau demi kesungguhan mewakili mewujudkan cita-cita bangsa ini.  Menuju masyarakat adil dan makmur melalui perubahan langkah-langkah pembangunan sistim ekonomi, hukum, politik adab dan budaya dengan pola beralaskan Ketuhanan, Adab atau Moralitas dan Kemanusiaan yang Berkeadilan, Persatuan, Budaya Musyawarah, Menjunjung Tinggi  Keadilan bagi seluruh umat manusia bangsa ini. Maka tentu tekad mesti tertanam kuat, keras atau kekeh, teguh hingga mengakar. 

Adalah menjadi logis dan objektif, tentunya narasi perbandingan tekad perubahan terhadap sistim yang lemah rawan goyang serta tumpang tindih, membutuhkan tekad serta perjuangan konstitusional, untuk mendapatkannya. Menjadikannya seorang pemimpin  teratas, yang sudah teruji melalui track recordnya, memiliki pondasi ideal leadership dan pembaharu.

Tentu untuk mengalahkan kontestan lain, para lawan yang juga selaku berkepribadian hasrat kuat dan teguh atau radikal untuk melanjutkan gaya kepemimpinan dengan metode kontemporer  (status quo) tentu “Para Nalar Sehat”, harus setara bahkan untuk mencapai target pencapaian obsesi, cita-cita kemenangan, demi pembaruan kedepan bangsa dan negara lebih baik, “publik nalar sehat” harus lebih radikal, derajat atau strata sekelas Jihad.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SMRC Klaim Prabowo Tarik Pemilih Anies Dalam Setahun Terakhir

Next Post

10 Hal Terbaik yang Harus Dilakukan Selama Golden Week di Jepang 2023

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
10 Hal Terbaik yang Harus Dilakukan Selama Golden Week di Jepang 2023

10 Hal Terbaik yang Harus Dilakukan Selama Golden Week di Jepang 2023

KTT Asean, G20 dan Perubahan Politik Jokowi

ASEAN Summit in Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist