Jakarta – Fusilatnews– FX Hadi Rudyatmo tiba-tiba menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah. Dalam surat bertanggal 12 Desember 2025 yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Rudy menyampaikan dua alasan pengunduran dirinya. Pertama, merasa tidak mampu memimpin PDIP Jateng. Kedua, melihat situasi dan kondisi saat ini.
Namun, pengunduran diri Rudy itu diduga terkait gagalnya Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Jateng yang sedianya akan dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) lalu. Mengapa Konferda gagal? Karena tiba-tiba DPP PDIP melayangkan surat untuk menunda Konferda tersebut sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.
Usut punya usut, langkah DPP PDIP “menggagalkan” Konferda PDIP Jateng karena putri Puan Maharani yang bernama Diah Pikatan Orissa Putri Haprani (Pinka Haprani) diisukan mau masuk sebagai calon Ketua DPD PDIP Jateng menggantikan FX Hadi Rudyatmo. Pinka yang merupakan cucu Megawati ini saat ini menjadi anggota DPR RI dari PDIP.
Pinka disinyalir didukung oleh “Puan and The Gang”, antara lain Bambang “Pacul” Wuryanto yang merupakan bekas Ketua DPD PDIP Jateng yang kini menjabat Ketua DPP PDIP; Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto; Aria Bima yang menjabat anggota DPR RI, dan sebagainya.
Rudy, seorang politikus jujur, lurus dan bersahaja, yang sudah menjadi kader sejak 1977 atau saat partai banteng ini masih bernama PDI, dan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo sejak 2000 hingga 2025 atau lima periode, disinyalir tidak kooperatif dengan Puan and The Gang, sehingga hendak “disingkirkan”. Padahal, Konferda tersebut awalnya hanya tinggal menetapkan Rudy yang juga bekas Walikota Surakarta yang merupakan loyalis tulen Megawati ini sebagai Ketua DPD PDIP definitif.
Benarkah Pinka Haprani, putri Ketua DPR RI Puan Maharani hendak diplot menjadi Ketua DPD PDIP Jateng menggantikan FX Hadi Rudyatmo?
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), Senin (22/12/2025) malam, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto hingga berita ini ditulis belum memberikan respons.
Begitu pun Katua DPP PDIP Bambang Pacul Wuryanto dan Ganjar Pranowo.
Benarkah hanya demi seorang putri Puan Maharani lalu FX Hadi Rudyatmo disingkirkan?


























