• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perampasan Kedaulatan Rakyat oleh Oligarki dan Partai Politik

fusilat by fusilat
December 23, 2025
in Feature, Politik
0
Kepentingan di Balik Pertemuan Prabowo dan Para Taipan: Membangun Ekonomi atau Mengukuhkan Oligarki?

1. Anthony Salim 2. Sugianto Kusuma (Aguan) 3. Prajogo Pangestu 4. Boy Thohir 5. Franky Widjaja 6. Dato Sri Tahir 7. James Riady 8. Tomy Winata

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Di tengah hiruk-pikuk demokrasi prosedural yang kita rayakan setiap lima tahun sekali, ada sebuah ironi pahit yang semakin nyata: kedaulatan rakyat, prinsip utama yang tertanam dalam Pembukaan UUD 1945, telah lama dirampas oleh segelintir elit oligarki yang bersimbiosis dengan partai-partai politik. Apa yang tersisa dari “kedaulatan di tangan rakyat” hanyalah ilusi, sebuah pesta demokrasi yang mahal di mana rakyat hanya dipinjam suaranya sebentar alias dipanen suaranya, lalu ditinggalkan dalam kemiskinan dan ketidakadilan, buaian janji kesejahteraan serupa angin sorga

Oligarki—kelompok elit ekonomi yang menguasai sumber daya alam, korporasi besar, dan alur modal—bukanlah aktor asing yang datang tiba-tiba. Mereka tumbuh subur sejak era Orde Baru melalui hubungan cukong dengan penguasa, namun masih dalam kendali, dan pasca-reformasi, mereka semakin kuat dengan menyuntikkan dana ke partai politik, mengkudeta konstitusi, sehingga menjadi UUD 2002 yang membawa aspirasi pemodal oligarki. Partai-partai, yang seharusnya menjadi wakil rakyat, justru bertransformasi menjadi kendaraan pribadi oligarki. Pendanaan kampanye yang mahal membuat pemilu bukan lagi kontestasi ideologi, melainkan lelang kekuasaan di mana yang tertinggi tawaran modalnya yang akan menang. Akibatnya, DPR bukan lagi dewan perwakilan rakyat, tapi notaris yang mengesahkan kepentingan elit, alias tukang stempel kekuasaan.

Lihat saja rekam jejaknya. UUD 2002 hasil 4X amandemen menurunkan Undang-Undang Cipta Kerja, yang digolkan tanpa partisipasi publik yang bermakna, diketok malam hari saat rakyat terlelap. Ironisnya, ini menjadi alat penyerahan kedaulatan ekonomi kepada korporasi besar. Proyek Strategis Nasional seperti PIK-2 dan IKN Nusantara sering kali mengorbankan hak tanah rakyat demi keuntungan konsorsium properti yang didukung oligarki. Bahkan di akhir 2025, banjir besar di Sumatera menjadi bukti nyata bagaimana penguasaan hutan oleh segelintir konglomerat—melalui izin HPH dan proyek ekstraktif—menyebabkan bencana ekologis yang memakan korban rakyat kecil. Sementara itu, partai politik diam seribu bahasa, karena mereka adalah “kacung, antek, cecunguk, gedibal dan komprador” yang sama-sama menikmati aliran dana dari rampokan tersebut.

Pengamat seperti Muhammad Said Didu dengan tegas menyatakan bahwa penguasa nyata Indonesia bukan lagi presiden atau DPR, melainkan oligarki yang telah merebut lima kedaulatan: ekonomi, politik, hukum, wilayah(geo-spasial) dan sumber daya alam. Hukum menjadi alat tebang pilih, aparat penegak sering kali melindungi perampas tanah dalam konflik-konflik pertanahan dengan masyarakat adat, dan kebijakan energi serta migas sangat longgar, membuka celah dominasi segelintir kepentingan. Bahkan tokoh sekaliber Jusuf Kalla pun tak luput dari sengketa tanah dengan oligarki. Ini bukan lagi demokrasi, tapi OLIGARKOKRASI, yakni SISTEM DI MANA ATURAN ADA, TAPI HANYA UNTUK MELAYANI YANG KAYA.

Partai politik, yang seharusnya menjadi pilar checks and balances, justru menjadi loket oligarki. Ketua umum partai menyandera anggota DPR, menentukan jabatan dan kebijakan tanpa peduli aspirasi basis massanya. Biaya politik yang membengkak membuat kaderisasi mandek, digantikan oleh orang-orang yang dekat dengan modal/kapital. Akibatnya, rakyat hanya jadi penonton: suara di TPS tak berarti apa-apa ketika kebijakan akhirnya ditentukan di ruang tertutup antara elit politik dan pengusaha.

Fenomena ini bukan tanpa dampak. Ketimpangan ekonomi semakin menganga, seperti terungkap dalam World Inequality Report yang menunjukkan kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir elite yang hanya 1% jumlah penduduk Indonesia. Krisis ekologis berulang, korupsi sistemik, dan hilangnya partisipasi publik adalah gejala dari negara yang gagal melindungi rakyatnya. Demokrasi kita stagnan, terjebak dalam pragmatisme elit yang mengorbankan masadepan generasi mendatang demi cuan hari ini. Ya mirip-mirip mekanisme pesugihan modern. Mengambil masadepan anak cucu demi kekayaan hari ini.

Harapan tentu saja masih ada meskipun kecil. Reformasi UU Partai Politik dan Pemilu harus segera dilakukan: batasi donasi, wajibkan transparansi dana, larang caleg dari pengusaha besar, dan kuatkan peran masyarakat sipil. Rakyat harus bangkit, melalui gerakan boikot partai oligarki, referendum untuk UU kontroversial, dan penguatan media independen. Jika tidak, Indonesia akan terus menjadi negeri yang kaya sumber daya tapi kedaulatan tak punya.

Ini saatnya kita sadar, bahwa kedaulatan bukan milik oligarki dan partai politik, tapi milik rakyat. Jika diam, kita ikut merestui perampasan itu. Bangkitlah, sebelum terlambat.

🌾Malika Dwi Ana, 22 Desember 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bukan Rambo Podium, Tapi Presiden Pembukti

Next Post

Demi Putri Puan, FX Rudy Disingkirkan?

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai
Feature

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Next Post
Demi Putri Puan, FX Rudy Disingkirkan?

Demi Putri Puan, FX Rudy Disingkirkan?

Reformasi Sejatinya Adalah Menjual Kedaulatan Pada Oligarki

Reformasi Sejatinya Adalah Menjual Kedaulatan Pada Oligarki

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI 2026: ANTARA JANJI SWASEMBADA DAN REALITAS DI SAWAH

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...