• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Reformasi Sejatinya Adalah Menjual Kedaulatan Pada Oligarki

fusilat by fusilat
December 24, 2025
in Feature
0
Reformasi Sejatinya Adalah Menjual Kedaulatan Pada Oligarki
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Malika Dwi Ana

REFORMASI 1998, yang digembar-gemborkan sebagai tonggak kebebasan dan pengembalian kedaulatan rakyat dari cengkeraman otoritarianisme Orde Baru, kini terbukti sebagai transaksi murah yang menjual kedaulatan bangsa ke tangan oligarki. Apa yang dimulai sebagai heroisme gerakan mahasiswa—dengan darah Trisakti dan Semanggi sebagai saksi—berakhir dengan deformasi: demokrasi elektoral yang megah di permukaan, tapi hampa di substansi. Kedaulatan rakyat, yang dijanjikan kembali ke tangan rakyat, malah diserahkan ke segelintir elit ekonomi yang menguasai sumber daya alam (SDA), politik, dan kebijakan negara. Inilah tapi fakta pahit yang telah dianalisis oleh pengamat seperti Richard Robison: Reformasi bukan mengakhiri oligarki, melainkan mereorganisasinya dalam bentuk lebih licin dan kuat.

Awalnya, Reformasi tampak sebagai kemenangan. Jatuhnya Soeharto pada 21 Mei 1998 memicu euforia: penghapusan dwifungsi ABRI, amandemen UUD 1945 (1999–2002), dan janji demokrasi ekonomi berbasis kerakyatan. Namun, proses amandemen itu sendiri menjadi pintu masuk bagi neoliberalisme global. Pasal 33 UUD 1945, yang seharusnya menjamin “perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”, diinterpretasikan secara liberal — bailout IMF pasca-krisis 1998 memaksa privatisasi BUMN, deregulasi sektor minerba, dan pembukaan pintu lebar-lebar untuk investasi asing. Menghasilkan oligarki Orde Baru—yang tumbuh dari hubungan cukong-penguasa— ternyata tidak musnah, melainkan beradaptasi. Mereka menguasai partai politik, DPR, dan kebijakan, mengubah demokrasi menjadi “oligarkokrasi” di mana kekuasaan politik menyatu dengan akumulasi kekayaan.

Richard Robison, dalam karyanya bersama Vedi R. Hadiz seperti Reorganising Power in Indonesia (2004), menekankan bahwa Reformasi telah gagal karena tidak menyentuh akar struktural kekuasaan. Oligarki bukan sekadar elite kaya, tapi kelas penguasa yang merebut kedaulatan rakyat melalui fusi antara modal dan politik. Pasca-1998, oligarki ini me-reorganisasi diri: dari ketergantungan pada militer Orde Baru, beralih ke demokrasi elektoral sebagai alat baru. Partai politik menjadi “kendaraan” mereka, dengan dana kampanye mahal unlimited membuat pemilu menjadi ajang lelang kekuasaan. DPR bukan lagi wakil rakyat, tapi notaris oligarki—mengesahkan undang-undang seperti Omnibus Law (UU Cipta Kerja) yang memudahkan menggusur tanah adat demi proyek strategis nasional (PSN).

Di era Prabowo-Gibran pada 2025, penjualan kedaulatan ini mencapai puncaknya. Setahun pemerintahan mereka ditandai dengan rapor merah, yakni oligarki semakin terkonsolidasi, keadilan ekologis ambruk, dan rakyat menjadi tumbal. Kabinet gemuk (48 menteri) bagi-bagi kursi kekuasaan, sementara PSN seperti IKN Nusantara dan tambang nikel raksasa merampas tanah adat tanpa kompensasi layak. Banjir bandang di Sumatra—dengan 1.068 korban tewas—menjadi bukti nyata, bahwa deforestasi oleh oligarki tambang picu bencana, tapi bantuan asing ditolak demi “nasionalisme palsu”, sementara utang luar negeri melonjak ke Rp9.450 triliun, didominasi kredit ke China. Kedaulatan atas SDA hilang: 94% ekspor nikel mentah dikuasai perusahaan asing seperti Tsingshan, dengan royalti lokal yang minim. Ini hasil penyerahan negara sebagai fasilitator investasi oligarki.

Kritik Robison tetap relevan: Reformasi tidak menghasilkan perubahan kelas penguasa, tapi hanya reorganisasi mereka dalam era pasar bebas. Aktivis ’98 yang masuk sistem—sebagai menteri atau legislator—malah terkooptasi, gagal membangun regenerasi gerakan. Menyebabkan distrust rakyat menganga: gelombang protes #IndonesiaGelap tuntut pembubaran oligarki, tapi rezim lebih sibuk pompa nasionalisme palsu dan bansos sementara. Muhammad Said Didu pun menegaskan: penguasa sejati bukan presiden atau DPR, tapi oligarki yang merebut lima kedaulatan—ekonomi, politik, hukum, wilayah, dan SDA.

Ini realitas pahit sejarah: Reformasi menjatuhkan diktator, tapi menjual kedaulatan pada oligarki, lebih kejam. Harapan ada pada kebangkitan rakyat—bukan bernostalgia pada euphoria ’98, tapi aksi yang baru: boikot partai oligarki, tuntut revisi UUD pro-kerakyatan, dan pemberantasan korupsi sistemik. Jika diam, kita ikut merestui Indonesia sebagai negeri kaya SDA tapi miskin kedaulatan. Bangkitlah, sebelum kehancuran total.(MDA)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demi Putri Puan, FX Rudy Disingkirkan?

Next Post

Catatan Akhir Tahun Politik Luar Negeri Indonesia 2025

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Catatan Akhir Tahun Politik Luar Negeri Indonesia 2025

Catatan Akhir Tahun Politik Luar Negeri Indonesia 2025

FRASA “DAPAT” SEBAGAI SUMBER KEGAGALAN NEGARA HUKUM INDONESIA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...