• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Demokrasi Bagi Gula-Gula Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
May 19, 2025
in Feature, Politik
0
Demokrasi Bagi Gula-Gula Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Di republik ini, kekuasaan bukan sekadar amanah, melainkan transaksi. Ia diperlakukan seperti kue pesta: harus dipotong, dibagi rata, dan dinikmati bersama para undangan. Tak heran jika rumus tak tertulis dalam politik Indonesia berbunyi: “60 persen harus mendapat manisnya kue kekuasaan.” Angka itu bukan hasil kalkulasi ilmiah, melainkan hasil dari naluri bertahan dalam rimba kekuasaan yang sarat kompromi dan ancaman politik balas dendam.

Rumus itu bekerja seperti hukum gravitasi dalam tata surya kekuasaan. Jika koalisi penguasa tak memberi cukup porsi kepada para penyokongnya—terutama yang membawa gerbong suara besar—maka orbit kekuasaan akan goyah. Gerakan senyap, kritik terselubung, hingga tarik rem darurat di parlemen bisa jadi tanda bahwa sebagian koalisi merasa kehilangan haknya atas kue. Dan seperti anak kecil yang tak kebagian kue ulang tahun, mereka bisa ngambek, bahkan menjatuhkan sang empunya pesta.

“Negara bukan perusahaan dagang yang membagi keuntungan bagi pemegang sahamnya. Bila kekuasaan dibagi atas dasar kepentingan partai, maka rakyat hanya akan menjadi penonton dari republik yang mereka pilih sendiri.”
— Bung Hatta

Lihat saja kabinet Presiden Joko Widodo di periode kedua. Hampir semua partai dirangkul, dari Gerindra yang sebelumnya rival, hingga PAN yang tak malu-malu lompat pagar. Mereka diberi menteri, komisaris BUMN, hingga proyek strategis di daerah. Koalisi gemuk ini bukan bentuk ideologis, melainkan perisai politik. Pemerintahan berjalan bukan karena satu visi, tapi karena semua merasa kebagian. Selama yang 60 persen kenyang, kursi kekuasaan aman.

Tapi stabilitas yang dibeli dengan gula kekuasaan menyisakan penyakit kronis. Meritokrasi didepak keluar jendela. Jabatan tak lagi soal kapasitas, tapi loyalitas. Seorang kader partai bisa menduduki posisi teknis penting meski tak punya pengalaman. Seorang jenderal purnawirawan bisa jadi duta besar, bukan karena rekam diplomatik, tapi karena jasa politik. Dalam dunia ini, kompetensi kalah oleh kontribusi saat kampanye.

“Kekuasaan yang didistribusikan bukan atas dasar kemaslahatan rakyat, melainkan demi menjamin loyalitas politik, adalah pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi.”
— Tan Malaka

Akibatnya, rakyat hanya jadi penonton pesta. Ketika jabatan strategis dikuasai elite yang tak kompeten, pelayanan publik terganggu, proyek mangkrak, dan anggaran bocor. Tapi suara rakyat tak lagi penting setelah pemilu selesai. Kue kekuasaan hanya dipotong untuk mereka yang duduk di meja kekuasaan. Rakyat hanya disodori brosur: janji manis lima tahun lalu.

“Politik tanpa ide mengandalkan distribusi gula kekuasaan. Jadi selama 60 persen merasa manis, tidak peduli negara ini sebenarnya sedang pahit.”
— Rocky Gerung

Dalam suasana seperti ini, kekuasaan tak lagi sakral. Ia berubah jadi komoditas. Seperti dalam hukum dagang, yang menyetor lebih besar, mendapat bagian lebih banyak. Yang tak menyetor, silakan ke luar dari ruangan. Dan jika tak ada oposisi yang kuat, pesta bisa berjalan terus meski tanpa cahaya akal sehat.

Di tengah gemerlap pesta kekuasaan, kita lupa bahwa negara bukan dapur politik. Ia bukan tempat membagi kue, melainkan ladang kerja keras. Ketika kekuasaan dipahami sebagai makanan yang harus disantap bersama kolega politik, maka rakyat akan terus menunggu sisa remah-remah di bawah meja.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

POPULISME, PENCITRAAN, DAN OTORITER: MEMBANDINGKAN KDM DAN JOKOWI DALAM KONTEKS DEMOKRASI

Next Post

Robohnya Supremasi Sipil

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
ASN Yang  Boleh Melakukan Work from Anywhere (WFA)

Robohnya Supremasi Sipil

Zarof Klaim Asal Sebut Terima Fee Rp 200 Miliar Dari Mengurus Perkara

Zarof Klaim Asal Sebut Terima Fee Rp 200 Miliar Dari Mengurus Perkara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...