Jakarta – Fusilatnews – Dengan perasaan hancur dan menangis terdakwa Ricky Rizal membacakan nota pembelaan sambil memohon maaf kepada Ibunya yang telah membuat ibunya kecewa karena putra tercintanya terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J,
Maafkanlah anakmu ini, Ibu, sudah membuat Ibu mengalami semua ini…,” kata Ricky diiringi derasnya air mata. dalam persidangan yang digelar (Selasa 24/1) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Dalam nota pembelaan itu Ricky menceritakan bahwa ibunya merupakan guru sekolah dasar. Sepeninggal suami, yang tak lain adalah ayah Ricky, sang ibu harus membimbing anak-anaknya seorang diri.
Di mata Ricky, sang ibunda telah mendidik dan membesarkan dia serta adiknya dengan sangat baik. Ricky mengatakan, ibunya adalah sosok wanita hebat dan kuat yang selalu berjuang dan rela mengorbankan segalanya demi anak-anak.
Sedihnya, di usia senjanya kini, ibunda Ricky harus menghadapi kenyataan bahwa putranya terseret kasus dugaan pembunuhan berencana.
“Saat ini di usia beliau yang sudah lanjut, harus menghadapi cobaan dan ujian yang sangat berat ini, namun dengan sabar dan ikhlas, beliau selalu mengingatkan saya, menguatkan saya, dan percaya bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada kami,” kata Ricky saat membacakan nota pembelaannya.
Dalam nota pembelaannya Ricky mendoakan ibundanya senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan perlindungan.
“Ibu adalah orang yang paling saya sayangi di dunia ini,” katanya, masih sambil menangis.
Dalam nota pembelaannya, Ricky juga menyinggung soal sang ayah. bahwa ayahnya merupakan anggota Polri. Pada 25 Agustus 2010, ayah Ricky mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Ricky saat itu sedang melaksanakan tugas di Polres Brebes mengaku sangat terluka dan terpukul.
“Tapi saya harus ikhlas karena saya percaya semua itu terjadi karena Allah lebih sayang kepada beliau,” tutur Ricky.Terakhir Ricky menyinggung Isteri dan anak-anaknya , Ricky menjelaskan kalau ,dirinya adalah tulang punggung keluarga.
Istrinya seorang ibu rumah tangga. Sedangkan , putri pertamanya berusia 7 tahun dan dua putri lainnya masih usia balita. Oleh karenanya, Ricky meminta Majelis Hakim memberikan putusan yang adil bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga sang istri dan ketiga putrinya.
Ricky menegaskan bahwa dirinya tak pernah menginginkan, menghendaki, merencanakan, dan mempunyai niat menghilangkan nyawa Yosua. Dia juga mengaku tak mengetahui rencana pembunuhan atau turut serta menghilangkan nyawa Brigadir J.
“Saya berdoa kepada Allah SWT agar Majelis Hakim berkenan menerima pembelaan yang saya ajukan dan pembelaan yang disampaikan oleh penasihat hukum saya, membebaskan saya dari dakwaan dan tuntutan penuntut umum, serta memulihkan segala hak saya dalam kemampuan, kedudukan, nama baik, serta harkat dan martabat saya,” katanya.

























