Akouboo juga mengatakan secara khusus, OPM memiliki dua tuntutan utama kepada Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins. Akouboo meminta pemerintah Indonesia menarik personel militer dan membuka hati dan pikiran untuk mendengarkan permintaan rakyat Papua Barat. Yaitu dilakukannya negosiasi perdamaian dengan mediasi secara internasional tentang masa depan Papua Barat dan pembebasan Philips.
Jakarta – Fusilatnews – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) berencana segera membebaskan pilot Susi Air Kapten Philips Max Mehrtens.
Juru bicara OPM, Sebby Sambom, mengatakan sudah mengirimkan pesan kepada komandan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Egianus Kogoya penyandera Philips, tentang alasan untuk segera membebaskan Kapten Pilot Susi air Mark Philip Martens
“Kami sampaikan bahwa pilot itu bukan musuh, dia adalah sahabat dekat dari negara tetangga kami di wilayah pasifik, yaitu Selandia Baru,” kata Sambom , Ahad, 2/7.
Menurut Sambom mayoritas rakyat Selandia Baru dan Australia mendukung Papua merdeka. Sehingga demi menghargai hubungan mereka, Sambom menyampaikan pesan kepada Kogoya jika membunuh pilot tidak ada untungnya. Ia mengatakan, justru jika membebaskannya akan bernilai politik dan akan dihargai.
“Maka panglima (Kogoya) setuju dan diplomat umumkan itu. Jadi panglima setuju untuk bebaskan pilot tapi sebelum bebaskan, Jakarta harus mau bicara dengan kami, Selandia Baru juga sama,” kata Sambom.
Ketua Dewan Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat, Akouboo Amatus Douw, mengatakan OPM akan menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka berkomitmen untuk melindungi hukum kemanusiaan internasional. “TPNPB OPM kini akan menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka berkomitmen kuat untuk melindungi hukum humaniter internasional,” kata Akouboo lewat keterangan tertulis, Jumat, 30 Juni 2023.
Akouboo mengklaim OPM memiliki itikad baik pada kemanusiaan dan kebebasan serta menghormati kehidupan masyarakat dan semua makhluk hidup, sebagaimana dibuktikan dengan tiga bulan pertama jaminan kehidupan kepada pilot asal Selandia Baru tersebut.
“Seluruh dunia akan melihat bahwa TPNPB di bawah Egianus Kogoya ingin mengukir sejarah bangsanya dan memiliki reputasi yang baik. Itu sebabnya dia sekarang mencari solusi, bukan untuk hal lain atau membunuh orang yang tidak bersalah,” kata Akouboo.
Pesan Akouboo berbanding terbalik dengan pesan ancaman Egianus Kogoya, yang menyandera Philips sejak Februari 2023. karena Dua bulan lalu OPM mengirim video ancaman akan menembak Philips jika Pemerintah Indonesia tidak berdiolog dengan mereka. Ancaman itu disampaikan sendiri oleh Philips dalam pesan video.
Dalam pesan video pada Jumat, (27/5), tampak Philips diapit oleh Egianus Kogoya dan pasukannya. Video tersebut dikirim oleh juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.
“Militer Papua kasih dua bulan lagi untuk semua negara yang lain untuk bicara dengan Indonesia untuk Papua merdeka. Kalau sudah dua bulan dan mereka tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” kata Philips dalam video.
Akouboo juga mengatakan secara khusus, OPM memiliki dua tuntutan utama kepada Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins. Akouboo meminta pemerintah Indonesia menarik personel militer dan membuka hati dan pikiran untuk mendengarkan permintaan rakyat Papua Barat. Yaitu dilakukannya negosiasi perdamaian dengan mediasi secara internasional tentang masa depan Papua Barat dan pembebasan Philips.
























