Fusilatnews – Desember 2025 menjadi salah satu periode yang paling ditunggu masyarakat Indonesia. Di bulan ini, sejumlah hari libur nasional dan cuti bersama berdekatan dengan akhir pekan, sehingga menciptakan beberapa rangkaian libur panjang. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk berlibur, mudik, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Tak hanya bagi pekerja, akhir Desember juga memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar semester ganjil tahun ajaran 2025/2026 resmi berakhir, menandai dimulainya masa libur sekolah bagi siswa di berbagai daerah. Libur ini menjadi jeda sebelum pembelajaran semester genap dimulai pada awal 2026.
Libur Sekolah dan Momentum Nataru
Durasi libur sekolah akhir tahun dibuat lebih panjang karena disesuaikan dengan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau periode Nataru 2025/2026. Penetapan masa libur tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Siswa selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Meski pola liburnya relatif seragam, jadwal libur dan hari pertama masuk sekolah berbeda-beda di tiap provinsi. Perbedaan ini disesuaikan dengan kalender pendidikan serta kebijakan dinas pendidikan masing-masing daerah.
Jadwal Libur Sekolah di 38 Provinsi
Pulau Jawa
- DKI Jakarta: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Banten: 20 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Jawa Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 12 Januari 2026
- Jawa Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- DI Yogyakarta: 22–31 Desember 2025, masuk 2 Januari 2026
- Jawa Timur: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
Bali dan Nusa Tenggara
- Bali: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Nusa Tenggara Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Nusa Tenggara Timur: 20 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
Sumatera
- Aceh: 22 Desember 2025–4 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Sumatera Utara: 22 Desember 2025–4 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Sumatera Barat: 22 Desember 2025–4 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Sumatera Selatan: 22 Desember 2025–4 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Bengkulu: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Riau: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kepulauan Riau: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Jambi: 20 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Lampung: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kepulauan Bangka Belitung: 22 Desember 2025–3 Januari 2026
Kalimantan
- Kalimantan Barat: 20 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Selatan: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Timur: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
Sulawesi
- Gorontalo: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Sulawesi Selatan: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Sulawesi Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 7 Januari 2026
- Sulawesi Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026
- Sulawesi Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026
- Sulawesi Tenggara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026
Maluku dan Papua
- Maluku: 22 Desember 2025–3 Januari 2026
- Maluku Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua: 19 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua Barat Daya: 21 Desember 2025–4 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua Selatan: 19 Desember 2025–3 Januari 2026, masuk 5 Januari 2026
- Papua Pegunungan: 22 Desember 2025–6 Januari 2026, masuk 7 Januari 2026
Meski jadwal libur telah diumumkan secara nasional, orang tua dan peserta didik tetap disarankan untuk memeriksa kalender pendidikan resmi dari dinas pendidikan setempat. Langkah ini penting untuk memastikan tidak terjadi kekeliruan, terutama di daerah yang memiliki kebijakan khusus terkait hari pertama masuk sekolah.


























