• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Panggung Roy Suryo di Polda Metro Jaya: Gelar Perkara atau Gelar Kekuasaan?

Ali Syarief by Ali Syarief
December 15, 2025
in Feature, Law
0
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada perkara yang sejak awal tidak pernah benar-benar sederhana. Tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo adalah salah satunya. Bukan semata soal keabsahan selembar dokumen akademik, melainkan tentang bagaimana kekuasaan bekerja, bagaimana hukum ditegakkan, dan bagaimana kritik diperlakukan di negeri yang mengaku demokratis.

Senin, 15 Desember 2025, Polda Metro Jaya menjadwalkan gelar perkara khusus. Undangan telah dilayangkan. Kuasa hukum Jokowi memastikan kehadiran. Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Roy Suryo—figur publik yang selama ini dikenal vokal, kontroversial, sekaligus simbol oposisi naratif terhadap Jokowi.

Di titik ini, perkara hukum berubah menjadi panggung politik.

Negara Hadir, Tapi Untuk Siapa?

Gelar perkara khusus ini bukan prosedur biasa. Ia dihadiri Irwasum, Propam, Divkum, Kompolnas, hingga Ombudsman. Lengkap. Terlalu lengkap, bahkan, untuk sekadar perkara pidana yang berangkat dari aduan pencemaran nama baik.

Pertanyaannya sederhana tapi menggigit: apakah kelengkapan institusi ini mencerminkan keseriusan menegakkan hukum, atau justru menunjukkan betapa besar energi negara dikerahkan ketika yang mengadu adalah mantan presiden?

Bandingkan dengan ribuan laporan masyarakat kecil yang kerap mentok di meja SPKT. Tidak ada Irwasum. Tidak ada Kompolnas. Tidak ada gelar perkara khusus. Negara sering absen ketika yang mengetuk pintu adalah warga biasa.

Dalam kasus ini, negara hadir secara total. Dan kehadiran yang terlalu total justru memancing kecurigaan publik.

Jokowi: Dari Simbol Kesederhanaan ke Subjek Perlindungan Kekuasaan

Jokowi pernah dibangun sebagai simbol kesederhanaan, anti-elit, dan dekat dengan rakyat. Namun dalam perkara ijazah ini, wajah yang muncul justru sebaliknya: wajah kekuasaan yang tidak ingin disentuh, apalagi dipertanyakan.

Kuasa hukum Jokowi menyatakan gelar perkara tidak untuk membahas pembelaan tersangka. Pernyataan ini sah secara prosedural, tetapi problematik secara etik. Sebab sejak awal, perkara ini lahir dari pertanyaan publik, bukan dari tindak pidana berdarah.

Jika ijazah itu asli dan tak terbantahkan, mengapa negara tidak memilih jalur paling sederhana: membuka dokumen, mengakhiri polemik, dan membiarkan publik menilai?

Mengapa yang terjadi justru kriminalisasi berlapis dengan pasal-pasal berat—dari KUHP hingga UU ITE?

Roy Suryo dan Kritik yang Dipidana

Roy Suryo bukan tokoh suci. Ia penuh kontroversi. Namun dalam demokrasi, kontroversi bukan kejahatan. Ia menjadi problem ketika kritik—bahkan yang keliru sekalipun—dibalas dengan pidana, bukan dengan klarifikasi terbuka.

Penetapan Roy Suryo dan tujuh orang lainnya sebagai tersangka mengirim pesan yang dingin: bertanyalah tentang penguasa, dan bersiaplah berhadapan dengan negara.

Klaster demi klaster, pasal demi pasal disusun rapi. Seolah hukum tidak lagi menjadi alat keadilan, melainkan instrumen disiplin politik.

Persidangan atau Penghakiman?

Kuasa hukum Jokowi berharap perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan agar “tidak ter-framing pihak tertentu”. Pernyataan ini ironis. Sebab framing justru telah terjadi sejak awal: framing bahwa kritik adalah serangan, pertanyaan adalah kejahatan, dan keraguan adalah ancaman.

Persidangan kelak memang akan terbuka. Media boleh meliput. Publik boleh menonton. Namun pertanyaan dasarnya tetap menggantung: apakah pengadilan akan menjadi ruang pencarian kebenaran, atau sekadar panggung legal untuk mengesahkan keputusan yang sudah diambil sejak penyidikan?

Demokrasi di Ujung Ijazah

Kasus ini akan dicatat sejarah bukan karena siapa yang menang, melainkan karena apa yang dikorbankan. Jika kritik terhadap presiden—bahkan yang sudah lengser—berujung penjara, maka demokrasi kita sedang berjalan mundur.

Ijazah hanyalah simbol. Yang sedang diadili sebenarnya adalah keberanian warga untuk bertanya.

Dan ketika negara memilih membungkam pertanyaan dengan pasal, maka masalah terbesar bukan lagi Roy Suryo atau Jokowi, melainkan masa depan kebebasan berpikir di republik ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terbaru Penembakan di Pantai Bondi, Sydney – 16 Orang Tewas

Next Post

Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

Bangun Sepenuhnya: Kesadaran Pagi antara Zen dan Islam

PERISTIWA KALIBATA: POTRET BURUK PENEGAKAN HUKUM Jakarta, 14 Desember 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist