Jakarta-Fusilatnews.-Dua sosok yang kini sedang viral, adalah seperti biasa Ali Muchtar Ngabalin dan Anas Urbaningrum. Kedua tokoh ini, kini sedang menjadi dikursus di masyarakat lagi, berkaitan dengan berbagai pernyataannya akhir-akhir ini. Redaksi Fusilatnews, kemudian meminta pendapat Lawyer, Penulis dan Pengamat Hukum Mujahid 202, Dami Hari Lubis, berkaitan dengan tokoh tersebut.
Soal pernyataan Ngabali, yang pernah mengatakan; “Abraham Samad sebaiknya membuat partai untuk menjaga KPK”. Selanjutnya DHL menyampaikan pendapatnya sebagai berikut; Sepertinya isi kandungan pernyataan Ngabalin ini, sesuatu yang implisit mengenyek atau mengejek Abraham Samad. Sesungguhnya Abraham Samad justru menginginkan KPK, sebagai institusi Pemberantasan Korupsi yang ideal, sesuai cita cita dan historis dibuat dan dibentuknya KPK, sebagai organisasi negara anti rasuah yang super body untuk memberantas perilaku individu para pejabat dan para kroni, serta para pengusaha atau pebisnis (korporasi) yang dianggap melakukan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) atau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Menyimak pendapat DHL, nampaknya Ali Muchtar Ngabalin, Staf akhli KSP Presiden, itu tidak faham esensi dari pernyataan Abraham Samad. Tidak ada kaitannya, antara mengkritisi kinerja KPK pada satu sisi, supaya bisa berfungsi seperti yang diatur dalam UU-KPK, dengan pendirian partai pada sisi lain. Selama ini justru tidak ada yang secara resmi, partai turut serta mengkritisi berbagai permasalahan di masyarakat dan dalam organisasi kenegaaan.
Berkaitan dengaan Anas Urbaningrum, yang baru saja menikmati udara bebas terbatas, eks “napi koruptor” (inkrah), “jangan cari gara-gara”, kata Damai Hari Lubis.
Lebih lanjut, DHL mengatakan, “selayaknya orang-orang yang menyambut Anas Urbaningrum yang mengelu-elukan dirinya langsung dari LP Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, semestinya minta dan paksa agar Anas mengeluarkan statemen permintaan maaf kepada rakyat dan bangsa ini karena pernah menjadi pencuri atau bangsat bangsa sehingga merugikan uang negara atau rakyat, tulisnya kepada fusilatnews.
Disampaikan juha bahwa; “Dan andai benar, persepsi publik Anas ingin merusak nama baik tokoh Partai Demokrat (SBY) sama saja Anas ingin mengganggu pencalonan Anies Baswedan, sosok atau tokoh publik yang mendapat dukungan Partai Demokrat untuk bakal capres di 2024, lanjutnya.
Tambahnya, “maka, makna substansial diskursus politik yang dirinya lakukan, sepertinya Anas dan para bobotohnya sengaja ingin mengobarkan perang atau setidaknya Anas memiliki hasrat, sengaja ingin memicu rasa benci para calon pemilih (konstituen) kepada Anas Urbaningrum yang notabene eks individu pelaku korupsi”.





















