• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Di Balik Chromebook: Jejak Halus Sang Menteri – Berujung Bui

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Crime, Feature
0
Di Balik Chromebook: Jejak Halus Sang Menteri – Berujung Bui
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tak semua dosa datang dengan suara keras. Kadang, ia datang sebagai bisikan. Sebuah grup WhatsApp, diberi nama “Mas Menteri Core Team”, telah hidup sebelum sumpah jabatan diucap. Di dalamnya, para teknokrat muda bicara tentang masa depan pendidikan—dan mungkin tentang masa depan kekuasaan. Nadiem Anwar Makarim, lulusan Harvard yang menjadi simbol “revolusi teknologi”, tak hanya menyusun gagasan di atas panggung TEDx, tapi juga dalam diam, dalam rapat-rapat sunyi yang tak tercatat, kecuali dalam log Zoom dan dokumen penyidik.

Kita tahu kisahnya dari fragmen—dari kabar resmi yang nyaris tak berkata, dan dari saksi-saksi yang mulutnya baru terbuka setelah penyidikan dimulai. Bahwa ia, sang menteri muda, pernah memimpin rapat 6 Mei 2020. Bahwa ia memerintahkan agar Chromebook digunakan dalam program pengadaan TIK senilai hampir Rp 10 triliun. Bahwa Google, raksasa teknologi dari tanah jauh, hadir dalam pertemuan. Bahwa Gojek—anak kandungnya yang dulu—pernah menerima dana dari Google juga. Dan bahwa semua itu, hari ini, sedang ditelaah: apakah itu sekadar jejak kebetulan, atau pola yang disengaja?

Nadiem, seperti tokoh dalam lakon-lakon post-modern, hadir sebagai metafora zaman. Ia datang bukan dari rahim partai, tapi dari semangat zaman yang memuja inovasi. Ia bicara tentang “merdeka belajar”, tentang fleksibilitas, tentang revolusi digital. Tapi kini, yang hadir bukanlah revolusi, melainkan kerugian negara senilai Rp 1,9 triliun, dan sejumlah pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka—termasuk mantan staf khususnya.

Pertanyaannya kini menggantung: apakah Nadiem akan menyusul?

Kejaksaan Agung mengatakan belum. Ia masih saksi. Tapi dua kali dipanggil, dua kali diperiksa, dan namanya disebut di berbagai berita dengan nada yang makin berat. Ia bukan hanya saksi teknis, ia adalah pemegang keputusan—yang pada akhirnya tak bisa lepas dari tanggung jawab politik dan etik. Bukankah dalam demokrasi, tanggung jawab bukan sekadar soal hukum, tapi juga soal nurani?

Tapi zaman ini bukan zaman yang peka terhadap nurani. Ia lebih tunduk pada siasat, pada persepsi, dan pada siapa yang berkuasa. Jika dalam kasus lain, seorang pejabat bisa dipenjara karena tanda tangan semata, mengapa seorang menteri bisa bebas dari semua ketika ia adalah inisiator—atau setidaknya, inspirator utama—pengadaan barang yang mubazir di tangan guru dan siswa di pelosok?

Goenawan Mohamad pernah menulis, bahwa kekuasaan adalah “suatu kisah yang tak pernah selesai.” Ia datang dengan janji, dan berakhir dengan ingkar. Ia sering membentuk tokoh-tokoh yang pada awalnya kita kagumi, dan kemudian kita pertanyakan. Nadiem Makarim barangkali adalah salah satu dari tokoh itu. Ia datang dengan cahaya, dan kini dikelilingi bayangan.

Apakah ia akan dipenjara? Mungkin tidak sekarang. Tapi sejarah punya cara sendiri untuk mencatat. Ia menyimpan jejak, seperti rapat Zoom yang disimpan server, seperti grup WhatsApp yang tak bisa dihapus sepenuhnya. Dan barangkali, seperti kata Milan Kundera, yang lebih menyakitkan dari hukuman adalah dilupakan sejarah—sebagai seseorang yang sempat diberi kesempatan, lalu gagal menjaganya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bukan Lagi Tempat Pamer: Media Sosial Sedang Berubah Arah

Next Post

Mendagri Lantik Bupati Sambas sebagai Wakil Ketua Umum Apkasi Koordinator Bidang Perekonomian, Ini Sosoknya!

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Mendagri Lantik Bupati Sambas sebagai Wakil Ketua Umum Apkasi Koordinator Bidang Perekonomian, Ini Sosoknya!

Mendagri Lantik Bupati Sambas sebagai Wakil Ketua Umum Apkasi Koordinator Bidang Perekonomian, Ini Sosoknya!

Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist