Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Jakarta, Fusilatnews – Dekadensi moral atau kemerosotan akhlak kini menjadi fenomena yang tak terelakkan lagi. Di mana pun. Tak terkecuali di Jakarta.
Kejahatan ada di mana-mana. Penyalahgunaan narkotika, korupsi, pornografi, pornoaksi kian hari kian merajalela. Apalagi di era digital dan teknologi informasi sekarang ini.
Nah, salah satu cara jitu untuk mengatasi semua kemaksiatan itu adalah dengan meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad Rasulullah salallahu alaihi wasalam.
Maka, seruan kepada umat, terutama generasi muda untuk meneladani “akhlaqul karimah” (akhlak yang baik) Nabi Muhammad SAW menggema dari Majelis An-Nasiriyah di Peninggaran Barat, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1446 H.
Tampil sebagai penceramah adalah KH Sofwan Nizhomi dan Habib Salim Bin Jindan, dengan qori Ustadz H Rofiudin Anwar Al Bantani, dan dimeriahkan oleh grup hadrah pimpinan Ustadz Nur Jaka.
Hadir dalam acara rutin tahunan itu adalah Pembina Majelis An-Nasiriyah, H Muhammad Nasir, Ketua Majelis An-Nasiriyah, Muhammad Gatot Sudrajat, dan Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Santoso.
Tampil pula memberikan sambutan mewakili tuan rumah adalah Ustadz Ahmad Sarnubi SQ.
Diketahui, Pondok Pesantren An-Nasiriyah menerima santri-santri laki-laki gratis alias tanpa dipungut biaya. Semua biaya ditanggung yayasan. Bahkan bagi santri berprestasi akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan belajar di luar negeri, terutama Yaman.
Di hadapan ratusan jemaah yang hadir, baik KH Sofwan Nizhomi maupun Habib Salim Bin Jindan mengajak jemaah untuk meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW yang merupakan “uswatun hasanah” atau suri teladan yang baik.
Apalagi, kata keduanya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Nabi Muhammad SAW, kata Kiai Sofwan, bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR Al Baihaqi).
Rasulullah SAW, kata Habib Salim Bin Jindan menambahkan, selalu berpegang teguh kepada kitab suci Al Quran, sehingga akhlak mulia yang dimiliki Nabi muncul atas ketaatan beliau dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ia lalu mengutip Surat Al Qalam ayat (4):
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
Ayat tersebut, jelasnya, menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki sifat-sifat yang paling baik dan paling mulia. Pada diri beliau terkumpul akhlak-akhlak terpuji dan sifat-sifat yang terbaik yang ada pada manusia.
Sebab itu, baik Kiai Sofwan Nizhomi maupun Habib Salim Bin Jindan mengajak jemaah untuk meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan meneladani akhlaqul karimah dan perilaku Nabi Muhammad SAW, insya Allah kemerosotan akhlak umat akan teratasi,” tandasnya.


























