• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Dialog FUSILATNEWS x Damai Hari Lubis – “Kaesang, Kaus ‘Adili’, dan Keyakinan yang Tersimpan”

fusilat by fusilat
November 17, 2025
in Feature
0
Dialog FUSILATNEWS x Damai Hari Lubis – “Kaesang, Kaus ‘Adili’, dan Keyakinan yang Tersimpan”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews:
Bang Damai, publik heboh ketika Kaesang muncul memakai kaus bertuliskan “adili” — yang jelas-jelas merujuk pada ayahnya sendiri, Presiden Jokowi. Apa ini sekadar gimmick politik, atau ada keyakinan tertentu yang sedang Kaesang sampaikan?

Damai Hari Lubis:
Saya melihatnya begini: Kaesang bukan hanya ketum PSI, tetapi juga anak kandung Jokowi. Artinya, informasi yang ia terima tentang apa yang terjadi di lingkar kekuasaan jauh lebih lengkap dari kita semua.
Jadi ketika ia memakai kaus “adili”, itu bukan sekadar aksi. Itu keyakinan personal atas informasi yang ia punya. Keyakinan dari seseorang yang berada di dua posisi: pemimpin partai dan anak seorang presiden.

Fusilatnews:
Artinya, ia memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang memang pantas diadili?

Damai Hari Lubis:
Minimal: ia tahu ada persoalan besar yang sedang berjalan. Apalagi sekarang, arus kritik terhadap praktik korupsi di era Jokowi justru semakin terbuka setelah Prabowo berkuasa.


Prabowo, Erick, dan Utang Whoosh yang Mendadak Jadi “Utang Negara”

Fusilatnews:
Tapi menarik, Bang, ketika Presiden Prabowo sangat tegas mengkritik korupsi. Publik juga gegap gempita mendukung pernyataan Menkeu Purbaya soal tidak mau menjadikan utang BUMN era Erick—khususnya proyek-proyek di masa Jokowi—sebagai beban negara.
Tiba-tiba, Prabowo sendiri yang mematahkan itu?

Damai Hari Lubis:
Ya, pernyataan Prabowo itu decisive sekali:

“Negara akan menanggung risiko utang Whoosh.”

Sebenarnya ia ingin bicara apa?
Bahwa negara ini tidak boleh dibiarkan ambruk karena kesalahan keputusan pemimpinnya yang lalu. Namun pesan lainnya: Prabowo tahu benar betapa besarnya masalah yang ditinggalkan.

Publik mendukung Purbaya karena merasa ada harapan bahwa beban kesalahan Jokowi akan diluruskan.
Tetapi Prabowo memilih jalur lain: negara tetap menanggung, demi stabilitas.

Fusilatnews:
Jadi ini semacam pengakuan tidak langsung?

Damai Hari Lubis:
Bisa disebut begitu. Negara menanggung utang yang jelas-jelas bukan lahir dari keputusan yang sehat, melainkan dari ambisi megaproyek.
Dan Kaesang, sebagai bagian dari keluarga, pasti tahu dinamika itu.


“Kakaknya Mau Jadi Presiden?” — Sinyal yang Sering Terlontar

Fusilatnews:
Bang Damai, Anda juga sempat menyinggung kemungkinan bahwa Kaesang meyakini kakaknya — entah Gibran atau mungkin Bobby — akan segera menjadi Presiden RI.

Kenapa Anda memakai kata “segera”?

Damai Hari Lubis:
Karena pola geraknya terlihat.
Jokowi sedang membangun dinasti. Itu bukan rahasia lagi.
Dan orang-orang di dalam keluarga itu tentu membaca arah politiknya secara lebih jelas.

Kaesang memakai kaus “adili” bukan hanya tanda ia kritis, tetapi bisa jadi ia sedang menata posisi politiknya sendiri, sekaligus memberi jarak dari beban kesalahan ayahnya.
Karena jika benar kakaknya diproyeksikan untuk menjadi presiden, Kaesang harus tampil sebagai “yang bersih” di mata publik.

Fusilatnews:
Jadi Kaesang bukan memberontak, tetapi mengatur posisi?

Damai Hari Lubis:
Itu lebih mendekati kenyataan.
Dalam politik dinasti, perbedaan bukan selalu konflik — seringkali itu strategi.


Penutup: Sinyal-Sinyal yang Tidak Sederhana

Fusilatnews:
Kalau begitu, kaus “adili” itu bukan sekadar kaus?

Damai Hari Lubis:
Betul.
Itu simbol.
Simbol bahwa:

  1. Kaesang tahu sesuatu.
  2. Kaesang sedang mengirim pesan ke publik.
  3. Kaesang sedang menata masa depan politik keluarganya.

Dan yang paling penting:
Kaesang sedang menunjukkan bahwa ia siap hidup dalam lanskap politik pasca-Jokowi — entah itu dengan mendukung penindakan hukum, atau sekadar menjaga jarak aman.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Religiusitas Tidak Paralel dengan Moralitas/Integritas — Mengapa?

Next Post

Gibran Tidak Bakal Menjadi Presiden RI?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Feature

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026
Next Post

Gibran Tidak Bakal Menjadi Presiden RI?

Dua Rezim, Satu Watak: Membedah Otoritarianisme Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila

Dua Rezim, Satu Watak: Membedah Otoritarianisme Demokrasi Terpimpin dan Demokrasi Pancasila

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist