KPK telah mendalami materi tersebut kepada empat orang saksi, termasuk pimpinan money changer. Para saksi didalami terkait pengetahuannya atas dugaan pembelian aset rumah oleh tersangka perkara ini dengan cara tukar valas milik tersangka dan kemudian membayar dalam bentuk rupiah,
Jakarta – Fusilatnews – Juru Bicara Penjndakan dan Kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, KPK Sedang melaksanakan upaya paksa untuk melengkapi alat bukti. Andi Pramono ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bea dan Cukai Makassar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mewah diduga milik eks Kepala Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (6/6/).
“Hari ini (6/6) Tim Penyidik KPK melaksanakan tindakan penggeledahan di wilayah Kota Batam,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.
Juru bicara berlatar belakang jaksa itu menyebut, rumah yang digeledah terletak di kompleks perumahan mewah, Jalan Everest, Sekupang, Batam.
Saat ini, penggeledahan masih berlangsung. KPK menyatakan akan mengumumkan perkembangan informasi lebih lanjut dalam waktu kedepan.
“Rumah dimaksud berada di salah satu kompleks perumahan mewah Jalan Everest di wilayah Sekupang Batam,” kata Ali.
Sebelumnya, KPK menduga Andhi Pramono menukar uang valuta asing (valas) ke pecahan rupiah. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli rumah.
KPK telah mendalami materi tersebut kepada empat orang saksi, termasuk pimpinan money changer. “Para saksi didalami terkait pengetahuannya atas dugaan pembelian aset rumah oleh tersangka perkara ini dengan cara tukar valas milik tersangka dan kemudian membayar dalam bentuk rupiah,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (31/5).
KPK menetapkan Andhi sebagai tersangka dugaan gratifikasi. Status hukum ini ditetapkan berdasar pada bukti permulaan yang cukup
Setelah perkaranya naik ke tahap penyidikan, KPK mencegah Andhi Pramono bepergian ke luar negeri selama 6 bulan ke depan.
Andhi menjadi sorotan karena disebut-sebut mengenakan barang mewah. Anak Andhi, AY juga kerap mengunggah foto-foto dengan pakaian bermerek dan kehidupan glamor lainnya.
Pada salah satu unggahan, harga pakaiannya dari atasan hingga bawahan disebut mencapai Rp 25 juta. Ia juga merupakan mahasiswa double degree di Universitas Indonesia (UI) dan Melbourne University, Australia.
























